Manajemen Qalbu, KAJIAN, Hikmah — February 7, 2018 at 17:46

Sesibuk Apakah Dirimu? Sehingga Tak Kuasa Kerjakan Shalat Lima Waktu

by
Sesibuk Apakah Dirimu? Sehingga Tak Kuasa Kerjakan Shalat Lima Waktu

DUA PULUH empat jam dalam sehari, seharusnya sangat cukup untuk melakukan kewajiban kita sebagai muslim yakni melakukan ibadah shalat lima waktu. Sebuah aktivitas yang hanya membutuhkan beberapa menit saja di tengah kesibukan yang ada. Karena shalat adalah kewajiban muslim yang tak boleh di tinggalkan…..

Shalat Subuh Kuncinya

Seharusnya, jangan biasakan bergadang hingga tengah malam, karena itu adalah kebiasaan yang tidak baik dalam syariah islam terlebih secara kesehatan juga itu tidak menguntungkan. Agar bisa bangun awal waktu melaksanakan shalat subuh di waktu fajar.

Karena meski hanya dua rakaat, shalat Subuh ini tidak bisa di pandang sebelah mata. Justru shalat Subuh inilah yang menjadi penentu posisi kita, apakah kita sebagai seorang munafik atau benar benar sebagai muslim.

Karena di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kebiasaan para munafikin adalah meningalkan shalat Subuh. Selain karena hal itu berat di lakukan karena harus bangun di awal pagi, juga kalau tidak hadir shalat ke masjid di perkirakan masih tidak banyak orang yang melihat.

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihih dari salat Subuh dan Isya. Seandainya mereka mengetahui keutamaan kedua shalat itu, niscaya mereka mendatangi keduanya (berjamaah), walaupun dengan merangkat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Segarkan Siang Harimu dengan Shalat Dzuhur

Kesibukan kita menjalani aktifitas di siang hari seharusnya jangan sampai lalai meninggalkan shalat Dzuhur. Gunakanlah waktu rehat kantor yang sedikit itu untuk menunaikan shalat. Selain segarkan semangat karena terbasuhnya dengan air wudhu juga tentramkan hati setelah selama separuh hari harus berjibaku memikirkan pernak-pernik mencari nafkah.

Jangan kau perturutkan hawa nafsumu, karena hawa nafsu dalam dada kita tak akan pernah usai untuk di ikuti dan akhirnya justru berakhir dengan seribu satu penyesalan. Menyibukan diri dalam bekerja hingga melupakan shalat Dzuhur di siang hari adalah kesalahan yang menghayutkan. Naudzubillah.

Banyak diantara manusia ini lebih memilih makan siang dan menikmati hisapan rokok hingga waktu istirahat habis. Atau terkadang lebih suka sama ngumpul dan bercanda di selang waktu istirahat. Tentu saja hal itu bukan sebuah kesalahan, karena hal itu wajar saja. Tapi kalau sampai meninggalkan kewajiban shalat Dzuhur di situlah letak kesalahanya.

Padahal dengan melaksanakan shalat Dzuhur di selang waktu rehat di kantor, Allah akan hadirkan banyak inspirasi dan petunjuk. Serta memberikan banyak jalan keluar disaat ada masalah yang mungkin belum terselesaikan sebelum waktu dzuhur tiba. karena otak tak akan pernah mampu menyelesaikan setiap masalah yang ada.Tapi kemurahan Allah terhadap hambanyalah yang akan membuat setiap masalah terselesaikan.

Iringi Lelahmu dengan Sholat Asar pada Sore Hari

Meski tubuh sudah merasakan kelelahan yang sangat, setelah sehari mengkayuh nafkah, dengan segela tenaga dan harapan tuk dapatkan rizki yang halal, maka tutup hari kerja dengan shalat Ashar. Keberkahan itu ada bagi mereka yang selalu ingat pada Allah dan menunaikan kewajibanya sebagai hamba Allah.

Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.[Surat Al-Ahzaab : 41-42].

Qataadah rahimahullah berkata tentang ayat di atas:, ‘Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang’

: صلاة الصبح، وصلاة العصر “

Shalat Shubuh dan shalat ‘Ashar” [Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq dalam At-Tafsiir no. 2354, dan dibawakan Ibnu Abi Haatim dalam Tafsiir-nya no. 17702].

Cengkraman Setan Mengancam! Lindungi Diri dengan Shalat Magrib

Lindungi diri dan keluarga terlebih anak anak kita, dengan shalat Magrib, agar Allah menolong kita dari cengkraman setan. Maka selelah kita selesai dari kantor, jangan kita tinggalkan shalat Magrib.

Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ketika beliau menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ –أَوْ أَمْسـيتُمْ– فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإنَّ الشيطَانَ يَنْتَشـر حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّهِ، فَإنَّ الشيطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَاباً مُغْلَقاً» “

Jika masuk awal malam –atau beliau mengatakan: jika kalian memasuki waktu sore- maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berkeliaran pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam, bolehlah kalian lepaskan anak-anak kalian. Tutuplah pintu-pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup.” (Riwayat Al-Bukhari no. 3304 dan Muslim no. 2012).

Kata جُنْحُ اللَّيْلِ (awal malam) maksudnya adalah awal malam setelah terbenamnya matahari. Dalam riwayat Muslim terdapat hadits:

«لاَ تُرْسِلُوا فَوَاشـيكُمْ، وَصِبْيَانَكُمْ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ، حَتَّى تَذهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ، فَإِنَّ الشـياطِينَ تَنْبَعِثُ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ حَتَّى تَذْهَبَ فَحْمَةُ الْعِشَاءِ»

“Jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu terbenamnya matahari sampai berlalunya awal Isya.” (HR. Muslim no. 2013).

Imam Nawawi mengatakan, “Maksud ‘tahanlah anak-anak kalian’ adalah larang mereka agar tidak keluar pada waktu itu.”

Sabda Rasulullah, “Karena sesungguhnya setan sedang berkeliaran” maksudnya adalah bangsa setan dan maknanya: ditakutkan terjadinya gangguan setan pada anak-anak pada waktu tersebut karena banyaknya mereka pada waktu itu

Sempurnakan syukur dengan Shalat Isya pada Malam Hari

Kita tak pernah tahu sampai kapan kita hidup? Kita juga tak pernah bisa memastikan diri bahwa besok kita bisa melanjutkan setiap aktivitas kita. Kita hanya mampu berharap dan optimis bahwa esok hari akan menjadi hal yang lebih baik dari hari ini dan kemarin.

Menutup hari dengan shalat Isya adalah pilihan tepat. Karena kewajiban shalat ini sedikitpun tak boleh terlupakan. Karena meninggalkan shalat adalah sebuah kesalahan fatal

Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7).

Berdasarkan beberapa sabda Nabi shallallaahu ’alaihi wasallam:

رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ

“Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad.” [ Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2616), Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih].

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” [Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman (82)]

اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ“

“Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir.” [ Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621), An-Nasa’i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)].

Semoga kita termasuk orang yang bersyukur kepada Allah dengan kita menunaikan shalat dalam keseharian kita. Insya Allah. Maka tunaikan shalat lima waktu dalam hari hari kita, jangan sedikitpun kita tingalkan. Karena dengan melaksankan shalat kita akan mendapatkan banyak berkah dan menjadi muslim yang taat. Insya Allah.*

 


Sumber: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/03/08/42688/sesibuk-apakah-dirimu-sehingga-tak-kuasa-kerjakan-shalat-lima-waktu/#sthash.PctDwvvm.dpbs

Tags
%d bloggers like this: