KAJIAN, Hikmah — March 12, 2018 at 19:29

Seringlah Melihat Kenikmatan Mereka yang Berada di Bawah Kita, Agar Selalu Ingat dan Bersyukur!

by
Seringlah Melihat Kenikmatan Mereka yang Berada di Bawah Kita, Agar Selalu Ingat dan Bersyukur!

Bisa jadi seorang muslim lalai dalam bab ini, yakni sibuk mengejar dunia dan segala tipu dayanya….

 

Islamkafah.com – Keinginan kuat untuk mengumpulkan pundi-pundi harta adalah sebuah keniscayaan bagi manusia itu sendiri. Bab ini, mereka secara nalar yang bersifat instuitis akan mencoba mengumpulkan harta dan juga berusaha meningkatkan perekonomian agar semakin kaya raya dan hidup mewah.

Dalam Islam, hal tersebut sah-sah saja asal tidak melalaikan kewajibannya dalam menyembah dan beribadah kepada Allah, serta semua hartanya tidak didapat dengan cara yang haram dan dimurkai oleh Allah Ta’ala.

Terlebih, banyak sekali manusia yang sering melihat dan mendongak ke orang-orang yang per-ekonomiannya berada diatas, hanya sekedar untuk menignginkan kenikmatan dunia yang ia dapatkan.

Berbeda cerita apabila hal ini bertujuan untuk beribadah. Misalnya, ingin menjadi orang kaya agar dapat bersedekah dan berinfaq dalam jumlah besar seperti fulan dan fulan, misalnya. Maka, hal ini telah terdapat nash yang membolehkannya.

Akan tetapi, jika tidak untuk Ibadah maka hal tersebut sebaiknya dihindari dan dijauhi. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah memberikan nasihat untuk memandang orang yang kehidupan dan ekonominya berada dibawah kita.

Lihat hadits shahih berikut dibawah ini:

  َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ, وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ, فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اَللَّهِ عَلَيْكُمْ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tiak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaihi.)

Semoga dengan kembali kepada manhaj dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam akan membuat kita menjadi cerdas dan menjadi pribadi-pribadi muslim yang kuat, kokoh iman dan tauhidnya, serta dicintai oleh Allah azza wa jalla.

Barakallahu fiikum. (aus) []

%d bloggers like this: