Tafsir Quran, KAJIAN — May 18, 2018 at 05:50

Ramadhan adalah Bulan untuk Mencetak Diri Menjadi Muttaqien

by
Ramadhan adalah Bulan untuk Mencetak Diri Menjadi Muttaqien

Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa selama sebulan lamanya dengan tujuan agar menjadi hamba yang bertaqwa, dan ibadah puasa ini sebagai sarana untuk meningkatkan derajat kita sebagai hambanya yang tadinya beriman meningkat menjadi bertaqwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (Al Baqarah : 183)

Ayat tersebut sering kita dengar disetiap menjelang Ramadhan atau ketika memasuki awal Ramdhan melalui para Da’I atau Khatib di mimbar khutbah atau kajian ilmu yang lainnya, ayat tersebut merupakan dasar atau dalil tentang perintah untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Dalam ayat tersebut yang diperintahkan untuk berpuasa adalah orang yang beriman, atau orang yang memiliki keyakinan atau kepercayaan terhadap ajaran islam, karena hanya orang yang beriman yang akan melaksanakan segala perintah yang Allah berikan kepada hambanya.

Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa selama sebulan lamanya dengan tujuan agar menjadi hamba yang bertaqwa, dan ibadah puasa ini sebagai sarana untuk meningkatkan derajat kita sebagai hambanya yang tadinya beriman meningkat menjadi bertaqwa.

Pada bulan ini kita diberikan kerunia yang besar oleh Allah berupa pahala yang melimpah ruah, setiap amal akan dilipatgandakan, ibadah sunnah mendapatkan pahala seperti ibadah wajib, ibadah wajib Allah lipatkan pahalanya, syaithan Allah belenggu agar kita lebih mudah untuk melakukan ibadah.

Pada bulan ini juga kita sejatinya sedang ditempa atau dibentuk melalui sebuah training atau latihan, latihan yang kita lakukan ini akan menjadikan kita terbiasa untuk melakukan ibadah, selama sebulan kita dilatih untuk Qiyamur Ramadhan, sahur yang dilanjutkan dengan shalat Shubuh berjama’ah, tadarus Qur’an, bersedekah, dan lain sebagainya, yang mana itu semua seharusnya menjadi kebiasaan kita meskipun Ramadhan telah berlalu.

Itulah makna agar menjadikan kamu orang yang bertaqwa, yaitu orang yang gemar melakukan ibadah walaupun Ramadhan sudah berlalu dan efek dari latihan selama satu bulan akan terus berlanjut hingga setahun kemudian sampai bertemu dengan Ramadhan berikutnya. (Abd.N)

%d bloggers like this: