Pemurtadan, Firqah, TBC, Ghazwul Fikri, NAHIMUNKAR — January 14, 2019 at 10:30

Nahi Mungkar adalah Ibadah Paling Beresiko bagi Seorang Muslim

by
Nahi Mungkar adalah Ibadah Paling Beresiko bagi Seorang Muslim

Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Dzar)

Islamkafah.com – Amar ma’ruf nahi munkar (al`amru bil-ma’ruf wannahyu’anil-mun’kar) adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang maksudnya sebuah perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat. Frasa ini dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib…

Dalil amar ma’ruf nahi munkar adalah pada surah Luqman, yang berbunyi sebagai berikut:

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman 17)

Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim dan menindas kita dan tidak mengabulkan segala doa kita:

Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu Dzar)

Amar ma’ruf nahi munkar dilakukan sesuai kemampuan, yaitu dengan tangan (kekuatan) jika dia adalah penguasa/punya jabatan, dengan lisan atau minimal membencinya dalam hati atas kemungkaran yang ada, dikatakan bahwa ini adalah selemah-lemahnya iman seorang mukmin.

Antara amar ma’ruf dan nahi munkar, nahi munkar (mencegah kemungkaran) adalah ibadah yang sulit dan sangat beresiko, mencegah kemungkaran tidak semua orang dapat melakukannya, hanya orang yang memiliki kekuatan saja yang bisa melaksanakan perintah ini.

Antara amar ma’ruf dan nahi munkar, nahi munkar (mencegah kemungkaran) adalah ibadah yang sulit dan sangat beresiko, mencegah kemungkaran tidak semua orang dapat melakukannya, hanya orang yang memiliki kekuatan saja yang bisa melaksanakan perintah ini.

Contoh sederhana ketika ada sekelompok kaum muslimin yang melakukan sweeping miras misalnya kemudian miras hasil sweeping tersebut dimusnahkan ditempat, tetapi yang terjadi adalah kelompok tersebut yang ditahan oleh aparat dengan alasan melakukan tindakan pengerusakan, seharusnya aparat berterima kasih karena telah dibantu, ini malah sebaliknya yang ada orang yang melakukan nahi munkar yang di tahan.

Belum lagi jika berurusan dengan preman bayaran yang sengaja disewa untuk menjaga tempat maksiat, tidak sedikit kaum muslimin yang menjadi korban bentrok dengan kelompok pendukung kemaksitan bahkan memakan korban jiwa.

Nahi munkar merupakan ibadah yang penuh resiko namun pahala atau ganjarannya pun sangatlah tinggi, Allah lebihkan derajat orang yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar karena hukum amar ma’ruf nahi munkar adalah fardu kifayah. Pelaku amar makruf nahi mungkar adalah orang yang menunaikan dan melaksanakan fardhu kifayah. Mereka memiliki keistimewaan lebih dari orang yang melaksanakan fardhu ‘ain. Karena pelaku fardhu ‘ain hanya menghilangkan dosa dari dirinya sendiri, sedangkan pelaku fardhu kifayah menghilangkan dosa dari dirinya dan kaum muslimin seluruhnya. Demikian juga fardhu ‘ain jika ditinggalkan, maka hanya dia saja yang berdosa, sedangkan fardhu kifayah jika ditinggalkan akan berdosa seluruhnya. hal ini berdasarkan firman Allah:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung”. [Al-Imron:104]

Mencegah kemungkaran adalah cerminan dari keimanan seorang muslim semakin berani ia mencegah kemungkaran maka semakin tinggi imannya berdasarkan hadits :

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barang siapa yang melihat satu kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu selemah-lemahnya iman”. [Riwayat Muslim].

Melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar merupakan syarat agar kita menjadi umat yang terbak yang Allah lahirkan di antara manusia yang lan di bumi ini, Allah berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. [Al-Imran :110].

Umar bin Khathab berkata ketika memahami ayat ini berkata :,”Wahai sekalian manusia, barang siapa yang ingin termasuk umat tersebut, hendaklah menunaikan syarat Allah darinya”. semoga kita diberikan keteguhan dalam melaksanakan perintah Allah ini dan kita menjadi ummat yang terbaik. (Abd.N)

%d bloggers like this: