Ibadah, FIQIH — May 24, 2019 at 09:12

Kultum Tarawih: Pembagian Puasa dari Rendah sampai Sulit

by
Kultum Tarawih: Pembagian Puasa dari Rendah sampai Sulit

kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, namun ternyata puasa di bulan ini bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar saja, melainkan ada tingkat dalam melaksanakan ibadah puasa ini, ada yang hanya menahan haus dan lapar saja dan ada yang menahan haus dan lapar plus menjaga diri dari berbuat maksiat.

Assalamu’alaikum Warahmatullah

Jama’ah yang berbahgia, ada sebuah ungkapan yang di sampaikan oleh khalifah ke-4 orang yang cerdas di kalangan sahabat beliau adalah Amirul Mukminin Ali as berkata :

“Puasa hati lebih baik dari puasa lisan.

Dan puasa lisan lebih baik dari puasa perut.”

Dari hikmah singkat diatas, Amirul Mukminin Ali membagi puasa menjadi tiga macam :

  1. Puasa hati.

Yaitu puasanya jiwa dengan menahan kelima panca indera kita dari segala dosa. Mulut, mata, telinga, tangan, hidung kita jaga semua agar tidak berbuat dosa yang akan menghilangkan pahala puasa kita. Puncak puasa hati adalah walau sesaat tidak terputus dari menghadirkan Allah SWT. Tingkat Puasa Arif billah ini bila sedetik aja lupa dzikrullah maka secara hakekat puasanya batal dan terus dilatih untuk selalu HADIR bersama Allah SWT.

Dengan cara membersihkan hati kita dari segala macam penyakit yang mengajak kepada keburukan. Dan memenuhinya dengan hati bersih yg terwujud dengan ahlaq mulia. Menambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah

  1. Puasa lisan.

Yaitu puasanya lidah dengan menahan dari perkataan yang menyakiti, kebohongan, fitnah, ghibah, adu domba dll. Yang seharusnya diisi dengan kata2 mulia, dzikir, membaca alquran dan berdakwah menuju Allah SWT.

Dan benar benar bebas dari segala pembicaraan yang tidak disenangi oleh Allah SWT, berupa perbincangan yang tidak ada maknanya, perdebatan yang tidak ada faedahnya, dan lain sebagainya

  1. Puasa badan.

Yaitu puasanya perut dari makan dan minum serta syahwat dengan tujuan untuk meraih pahala dari Allah dan terhindar dari siksa-Nya.

Jika kita berpuasa hanya untuk menahan lapar dan haus, maka kita baru melakukan puasa yang terendah.

Sementara puasa yang sempurna adalah puasanya hati, lisan dan seluruh tubuh kita dari hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.

Smoga kita semua terus melatih derajat ibadah puasa di bulan Ramadhon dari tahun ke tahun mampu meraih puasa ARIF BILLAH dlm rangka mendekatkan diri dan menghadirkan Allah SWT dalam setiap nafas kehidupan kita.

Amiiiin…

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua dan kita bisa menjalankannya agar menjadi orang yang bertakwa kepada Allah.

Akhirul kalam Wassalamu’alaikum Warahmatullah (AN)

%d bloggers like this: