Khutbah Jum'at, KHUTBAH — June 1, 2018 at 07:34

Khutbah Jum’at: Menangkal Keristenisasi di Sekitar KIta

by
Khutbah Jum’at: Menangkal Keristenisasi di Sekitar KIta

Al-Qur’an juga berbicara tentang aktifitas-aktifitas orang-orang Yahudi, Nasrani, musyrikin dan munafiqin dalam upaya mereka untuk melakukan pemurtadan terhadap kaum muslimin.

الحمد لله ربّ العالمين نحمده و نستعينه و نستغفره و نتوب إليه و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيّئات أعمالنا من يهد الله فلا مضلّ له و من يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلّا الله و أشهد أنّ محمّدا عبده و رسوله. و الصلاة و السلام على نبيّنا محمّد و على أله و أصحابه و من تبعه إلى يوم الدين. أمّا بعد: فيا عباد الله: أوصيكم و نفسي بتقوى الله و طاعته لعلّكم تفلحون. قال الله تعالى في القران الكريم: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ .

Sejak masa Rasulullah saw. sampai hari ini dan seterusnya kaum muslimin sepakat bahwa Al-Qur’an dan Al-Hadits adalah sumber ajaran Islam. Al-Qur’an dan Al-Hadits bukan hanya berisi petunjuk yang menerangkan tentang kebenaran saja, tetapi juga memberikan peringatan tentang kesalahan, agar kesalahan itu dapat dihindari semaksimal mungkin. Dalam hal ini Al-Qur’an dan Al-Hadits juga berbicara tentang ajaran-ajaran yang salah dari agama lain, seperti ajaran-ajaran Yahudi, Nasrani dan musyrikin penyembah berhala. Tujuannya adalah agar kaum muslimin tidak terjebak dalam faham pluralisme yang membenarkan semua agama, karena pembenaran terhadap semua agama secara mutlak termasuk salah satu penyebab kemurtadan (keluar dari Islam).

Al-Qur’an juga berbicara tentang aktifitas-aktifitas orang-orang Yahudi, Nasrani, musyrikin dan munafiqin dalam upaya mereka untuk melakukan pemurtadan terhadap kaum muslimin.

Ayat Al-Qur’an yang menyebutkan nama ‘nashrani’ terdapat satu ayat, yang menyebutkan nama ‘nashara’ 14 ayat, yang menyebutkan nama ‘isa 25 ayat, yang menyebutkan nama ‘maryam’ 34 ayat. Belum lagi ayat-ayat yang menerangkan tentang nasrani, isa dan maryam tanpa penyebutan nama. Kajian tafsir khusus tentang ayat-ayat ini memunculkan satu disiplin ilmu yang sangat penting yang disebut Kristologi Islami.

Diantara ulama yang berkecimpung dalam ilmu ini ialah Al-Imam Syaikhul Islam Taqiyuddin Abul Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus-Salam Al-Harrani (661-728 H = 1263-1328 M), sezaman dengan 13 sultan dari dinasti Mamluk Al-Bahriyah di Mesir (1250-1383 M) dan sezaman pula dengan pemerintahan Prabu Kertanegara di Singosari (1254-1292 M) sampai masa hidupnya Prabu Jayanegara (1294-1328 M) di Majapahit. Kitab Syaikhul Islam yang terkenal dalam hal ini adalah “Al-Jawaabus-Shahieh li man baddala dienal-Masieh”. Ulama berikutnya ialah Syaikh Rahmatullah Al-Hindi (w. 1308 H = 1891 M) dengan kitabnya berjudul “Izh-haarul Haqq”, terdiri dari 4 jilid tebal. Di zaman modern ini muncul pula 2 orang kristolog yang sangat terkenal yaitu Syaikh Ahmad Dedat dan muridnya yaitu Dr. Zakir Naik.

Ilmu ini sangat berguna untuk membentengi aqidah ummat dari bahaya pemurtadan atau kristenisasi yang dilakukan oleh kaum Salibis (Kristen). Dan berguna pula untuk membongkar kebohongan para pendusta agama yang suka mengaku sebagai muallaf padahal bukan.

Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memberikan peringatan kepada kita tentang upaya dan tipu daya orang-orang kafir untuk memurtadkan kaum muslimin, diantaranya :

  1. Al-Baqarah : 109

وَدَّ كَثِيرٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدٗا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّ

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran”. (QS. 2 : 109)

  1. Al-Baqarah : 120

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (QS. 2 : 120)

  1. Ali Imran : 69

وَدَّت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يُضِلُّونَكُمۡ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ ٦٩

“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya”. (QS. 3 : 69)

  1. An-Nisa : 89

وَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ كَمَا كَفَرُواْ فَتَكُونُونَ سَوَآءٗۖ فَلَا تَتَّخِذُواْ مِنۡهُمۡ أَوۡلِيَآءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ

“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong / teman setia / pemimpin (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah”. (QS. 4 : 89)

Dalam upaya mereka untuk memurtadkan kaum muslimin, mereka menempuh berbagai cara, diantaranya :

  1. Melakukan pemaksaan dan kekerasan.
  2. Menyimpangkan makna Al-Qur’an dan Al-Hadits.
  3. Melakukan penipuan dan tindakan asusila.
  4. Membujuk dengan harta benda.
  5. Melakukan penistaan agama.
  6. Melancarkan fitnah dan pendistorsian sejarah islam.

Untuk mencapai tujuan mereka tidak segan-segan mendatangi negeri-negeri kaum muslimin yang jauh dari negeri mereka, seperti kedatangan orang-orang Portugis dan Spanyol yang menjajah negeri kita pada abad ke-16, dan kemudian disusul pula oleh Belanda dan Inggris. Mereka melakukan cara-cara ini dengan sangat cerdik, licik dan tanpa peduli halal haram, karena arahan kitab suci mereka sendiri memang demikian, seperti yang bisa kita baca di dalam kitab “Perdjandjian Baharu” :

  1. Matius 10:16 : “Ingatlah olehmu, aku ini menyuruh kamu seperti domba diantara serigala. Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular, dan tulus seperti burung merpati”.
  2. Di dalam I Korintus 9 : 20-23 Paulus berkata : “…. maka aku telah memperhambakan diriku untuk sekalian orang, supaya aku memperoleh lebih banyak orang. Maka kepada orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memperoleh orang Yahudi itu. Dan kepada orang yang dibawah hukum Torat aku menjadi seperti orang yang dibawah hukum Torat, walaupun aku sendiri tiada dibawah hukum Torat, supaya aku memperoleh orang yang dibawah hukum Torat itu. Maka kepada orang yang tiada dibawah hukum Torat, aku menjadi seperti orang yang tiada mempunyai hukum Torat, …. supaya aku memperoleh orang yang tiada mempunyai hukum Torat. Maka kepada orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku memperoleh orang yang lemah. Maka kepada orang sekalian aku sudah menjadi segala sesuatu, …….. Tetapi segala sesuatu itu aku perbuat karena sebab Injil itu”. (Lembaga Alkitab Indonesia Djakarta 1965, “Perdjandjian Baharu” : 230).
  3. Didalam I Korintus 6:12 ; 10:23 Paulus berkata : “Segala sesuatu halal bagiku”.

Insya Allah pada waktu-waktu yang akan datang kita akan membahas 6 cara yang mereka lakukan itu satu persatu berdasarkan fakta dan data. Sebagai penutup saya mengajak kita semua untuk sama-sama memperhatikan peringatan Allah dalam Al-Qur’an surah 40:4 dan surah 3:196

مَا يُجَٰدِلُ فِيٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَلَا يَغۡرُرۡكَ تَقَلُّبُهُمۡ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ٤

“Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu”. (QS. 40:4)

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١٩٦

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri”. (QS. 3:196)

بارك الله لي ولكم في القران الكريم ونفعني و إيّاكم بـما فيه من الأيات و الذكر الحكيم و تقبّل الله منّي ومنكم تلاوته إنّه هو السّميع العليم واستغفروه إنّه هو الغفور الرحيم.

_______________________________

الخظبة الثانية

الحمد لله الدى أنعمنا بنعمة الإيـمان والإسلام و هي أعظم النعم. أشهد أن لا إله إلّا الله وحده لا شريك له أرسل رسوله بالهدى و دين الحقّ ليظهره على الدين كلّه و لو كره المشركون. و أشهد أنّ محمّدا عبده و رسوله المبعوث رحمة للعالمين. اللّٰهمّ صلّ و سلّم و بارك على نبيّنا محمّد و على أله و أصحابه أجمعين. أمّا بعد: فيا عباد الله: أوصيكم و نفسي بتقوى الله و طاعته لعلّكم تفلحون.

 

قال الله تعالى في القران الكريم. أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. إنّ الله و ملائكته يصلّون على النبيّ يٰأيّها الّذين أمنوا صلّوا عليه و سلّموا تسليما. اللّٰهمّ صلّ على محمّد و على أل محمّد كما صلّيت على إبراهيم و على أل إبراهيم و بارك على محمّد و على أل محمّد كما باركت على إبراهيم و على أل إبراهيم في العالمين إنّك حميد مجيد. اللّٰهمّ اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمنين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات إنّك سميع قريب مجيب الدّعوات. ربّنا اٰتنا في الدّنيا حسنة و في الأخرة حسنة و قنا عذاب النّار.

 

عباد الله إنّ الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلّكم تذكّرون و لذكر الله أكبر.


sumber: Khutbah Jum’at Ust Abu ‘Amr

%d bloggers like this: