Ibadah, FIQIH — December 28, 2017 at 04:43

Ketika Istri Tidak Mengetahui Ada Cacat pada Dirinya

by
Ketika Istri Tidak Mengetahui Ada Cacat pada Dirinya

Suami tidak boleh menuntut ganti rugi kepada perempuan atau walinya tatkala dia mendapatkan cacat pada diri perempuan tersebut, dengan syarat mereka tidak tahu ada cacat sebelumnya, dan tidak disyaratkan dalam hal ini ketidaktahuan mereka akan hukum. Jika seorang wali tidak tahu adanya cacat pada wanita, maka yang bertanggung jawab adalah wanita itu sendiri. Apabila wanita dan walinya juga tidak mengetahui adanya cacat pada dirinya, dan pengakuannya bisa dibuktikan kebenarannya, maka suami tidak bisa menuntut ganti rugi kepada siapa pun…

Pertanyaan:

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di ditanya:
Jika pada diri seorang wanita terdapat cacat tetapi ia dan walinya tidak mengetahui adanya cacat tersebut, apakah sang suami boleh menuntut kerugian?Jawaban:

Suami tidak boleh menuntut ganti rugi kepada perempuan atau walinya tatkala dia mendapatkan cacat pada diri perempuan tersebut, dengan syarat mereka tidak tahu ada cacat sebelumnya, dan tidak disyaratkan dalam hal ini ketidaktahuan mereka akan hukum. Jika seorang wali tidak tahu adanya cacat pada wanita, maka yang bertanggung jawab adalah wanita itu sendiri. Apabila wanita dan walinya juga tidak mengetahui adanya cacat pada dirinya, dan pengakuannya bisa dibuktikan kebenarannya, maka suami tidak bisa menuntut ganti rugi kepada siapa pun.

Sebab mahar menjadi hak wanita setelah bercampur sehingga suami tidak boleh menuntut agar mahar tersebut dikembalikan. Jika salah satunya mengetahui adanya cacat tetapi ia tidak tahu hukum syar’i dalam masalah ini, maka demikian itu bukan alasan bagi yang tahu itu untuk mengelak dari ganti rugi dan tuntutan karena adanya subhat gharar (tipuan).


Sumber: https://konsultasisyariah.com/10199-ketika-istri-tidak-mengetahui-ada-cacat-pada-dirinya.html