AQIDAH-AKHLAQ, Kuliah Aqidah — November 13, 2019 at 16:19

Jangan Pernah Meragukan Janji Allah kepada Hamba-Nya

by
Jangan Pernah Meragukan Janji Allah kepada Hamba-Nya

Jangan sampai kamu merasa ragu, terhadap janji Allah, karena tidak terlaksananya apa yang telah dijanjikan itu, walaupun telah habis waktunya, supaya tidak menyalahi pandangan mata hatimu, atau memadamkan cahaya hatimu.

Islamkafahcom Manusia sebagai hamba tidak mengetahui kapankah Allah akan menurunkan karunia dan rahmat-Nya, sehingga manusia jika melihat tanda-tanda ia menduga, mungkin telah tiba saatnya, padahal bagi Allah belum memenuhi semua syarat yang dikehendaki-Nya, maka bila tidak terjadi apa yang telah diduganya, hendaknya tidak ada keraguan terhadap kebenaran janji Allah subhanahu wata’ala.

Sebagaimana yang terjadi dalam Sulhul (Perjanjian) Hudaibiyah, ketika Rasulullah shallalloahu ‘alaihi wasallam, menceritakan mimpinya kepada sahabatnya, sehingga mereka mengira bahwa pada tahun itu mereka akan dapat masuk ke kota Makkah dan melaksanakan ibadah umroh dengan aman dan sejahtera [mimpi Rasululloh saw. yang tersebut dalam surah al-Fath].

Allah berfirman: “Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasul-nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti memasuki Masjidil Haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu merasa takut. Maka Alloh mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.” (QS. Al Fatih : 27).

Sehingga ketika gagal tujuan umroh karena di tolak oleh bangsa Quraisy dan terjadi penanda tanganan perjanjian Sulhul Hudaibiyah, yang oleh Umar dan sahabat-sahabat lainnya dianggap sangat mengecewakan.

Maka ketika Umar mengajukan beberapa pertanyaan, dijawab oleh Nabi: Aku hamba Allah dan utusan-Nya dan Alloh tidak akan mengabaikan aku.

Firman Allah: “(Dalam menghadapi ujian dari Allah) Sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, Kapankah datang pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(QS. Al-Baqarah : 214).

Wallahu A’lam (Abd.N)

 

%d bloggers like this: