Muamalah, FIQIH — March 16, 2018 at 21:10

Inilah Hukuman Bagi Mereka Para Pezina, Baik di Dunia Ataupun di Akhirat

by
Inilah Hukuman Bagi Mereka Para Pezina, Baik di Dunia Ataupun di Akhirat

Kita sudah mengetahui bahwa sejatinya perbuatan zina adalah perbuatan buruk dan terlaknat…

Islamkafah.com – Seorang muslim hendaklah menjauhi perbuatan zina. Terlebih jika pernah melakukannya, tentunya wajib untuk segera bertaubat kepada Allah azza wa jalla agar tidak menyesal nantiya.

Hal ini dikarenakan zina mempunyai banyak ancaman baik di dunia ataupun di akhira. Yaitu, sebagaimana dalil-dalil dibawah ini:

1. Hukuman di dunia

Firman Allah Subahanahu wa Ta’ala:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan. Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Nuur: 2)

dan,

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جِلْدُ مِائَة وَتَغْرِيْبُ عَامٍ، وَعلَى الثَّيِّبِ الرَّجْمُ

“Bujang dan gadis (berzina) dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun; sedangkan bagi yang pernah menikah (hukumannya) rajam.” (HR. Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

2. Hukuman di akhirat

Dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Pada suatu pagi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bercerita kepada kami:

إِنَّهُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي وَإِنَّهُمَا قَالَا لِي انْطَلِقْ وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا. . . فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ التَّنُّورِ قَالَ فَأَحْسِبُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فَإِذَا فِيهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ قَالَ فَاطَّلَعْنَا فِيهِ فَإِذَا فِيهِ رِجَالٌ
وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ وَإِذَا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا

“Tadi malam aku didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku: berjalanlah. Kemudian aku pergi berjalan bersama keduanya. . . lalu kami mendatangi bangunan menyerupai tungku api. Tiba-tiba terdengar suara gaduh dan teriakan di dalamnya. Lalu kami melongok ke dalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat beberapa laki-laki dan perempuan telanjang. Kobaran api dari bawah mereka menyalak ke mereka. Saat kobaran api itu mengenai mereka, maka mereka menjerit kesakitan.”

Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada kedua orang yang pergi bersamanya tadi, “Siapa mereka itu?” kemudian dijawab -di ujung hadits-,

وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ فِي مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ، فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي

“Adapun laki-laki dan perempuan telanjang yang berada di bangunan seperti tungku api adalah para laki-laki dan perempuan pezina.” (HR. Al-Bukhari)

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.

Barakallahu fiikum. (Adsn) []

Tags
%d bloggers like this: