Tafsir Quran, KAJIAN, Hikmah — November 16, 2018 at 11:19

Inilah 4 Model Keluarga yang Diabadikan di Dalam Al-Quran

by
Inilah 4 Model Keluarga yang Diabadikan di Dalam Al-Quran

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

Islamkafah.com – Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam sebuah masyarakat, dalam islam kita diwajibkan untuk memelihara keluarga kita dan menjaga keluarga kita dari siksa neraka, banyak yang tidak mempedulikan urusan tentang keluarga ini, sebagai orang beriman tentunya kita ingin berkumpul bersama keluarga kita di akhirat kelak, dan itu merupakan kebahagiaan yang luar biasa.

Sedikitnya ada 4 macam keluarga yang diabadikan dalam Al Quran yang patut kita ambil ibrahnya,

Suami beriman istri beriman maka akan berkumpul di surga

Ini adalah model keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, di dunia mereka berkumpul dalam keimanan dan keta’atan pada Allah dan nanti di akhirat akan dikumpulkan dalam surga, seperti kita ketahui bahwa Nabi Ibrahim adalah bapaknya para Nabi, kisahnya tentang keteguhan iman dalam melkasanakan perintah Allah telah menjadi inspirasi menggugah iman kita.

Nabi Ibrahim ‘alahis salam telah menanamkan masalah keimanan pada keluarganya, terbukti ketika datang perintah Allah untuk meninggalkan istrinya Siti Hajar di padang pasir Nabi Ibrahim tanpa ragu melaksanakannya dan Siti Hajar juga tanpa ragu melakasanakan perintah Allah tersebut, kemudian giliran anaknya Islmail ‘alahis salam yang mendapatkan perintah untuk mengorbankan dirinya, tanpa ragu ia pun melaksanakan perintah tersebut.

Kemudian keluarga Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam yang menjadi teladan bagi kita semua, keluarga yang menjadi idaman bagi setiap muslim, kita tahu bahwa untuk mencontoh perilaku Nabi Muhammad kita bisa mengetahuinya dari Al Qur’an dan Sunnah, bagaimana Nabi Muhammad mendidik anak dan istrinya agar menjadi insan yang baik yang sesuai dengan keinginan Allah. Patutlah kita mencontoh keluarga para Nabi dan Rasul yang terpilih.

Suami kafir istri beriman berpisah di akhirat

Contoh yang seperti ini adalah keluarga Fir’aun dan Asiyah istrinya,

pada keluarga Asiyah suaminyalah yang ingkar dan durhaka pada Allah SWT. Asiyah seorang wanita yang shaleha, lurus hatinya dan taat pada Allah SWT; Allah uji dengan suaminya yang ingkar, durhaka dan juga kejam yaitu Fir’aun.

Asiyah adalah wanita sholeha yang selalu menjaga kehormatan dirinya, ia selalu memegang teguh ketaatan dan ketakwaannya pada Allah SWT meskipun beragam cobaan yang begitu kejam dari Fir’aun padanya.

Kisah Asiyah mempertahankan keimanannya diabadikan Allah Swt dalam Alquran. Allah menceritakan kisahnya dalam Surah Tahrim ayat 11: “Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.”

Suami beriman istri kafir berpisah di akhirat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing)” (QS. At Tahrim 10).

Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata mengenai firman Allah di atas, “Pengkhianatan yang dimaksud bukanlah perbuatan zina (mereka serong atau selingkuh, pent.). Pengkhianatan istri Nabi Nuh yaitu ia mengatakan kepada kaumnya bahwa suaminya gila.

Sedangkan pengkhianatan istri Nabi Luth adalah ia memberitahukan kedatangan tamu-tamu Nabi Luth (malaikat yang berwujud manusia tampan rupawan) kepada kaumnya” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir & Tafsir Thobari Surat Tahrim: 10).

Pelajaran yang bisa diambil dari ayat di atas adalah hendaknya seorang istri tidak menjelek-jelekkan suaminya kepada orang lain karena dikhawatirkan itu termasuk bentuk khianat sebagaimana yang dilakukan oleh istri Nabi Nuh yang menjelek-jelekkan suaminya dengan sebutan gila.

Karena khianat itu artinya:

أن يُؤْتَمَنَ الإِنْسانُ فلا يَنْصَحَ

“seseorang dipercayai namun ia tidak memenuhi kepercayaan tersebut dengan baik” (Qamus Al Muhith).

Suami kafir istri kafir berkumpulnya di neraka

Ini adalah keluarga Abu Lahab yang mana pasangan suami istri ini keduanya sama-sama memusuhi Islam dan ingkar kepada Allah, kisah mereka Allah abadikan dalam surat Al Lahab atau surat Al Masad.

Allah berfirman:

تَبَّتْ يَدَاۤ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!”

مَاۤ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَ

“Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.”

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

“Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).”

وَّامْرَاَ تُهٗ ۗ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

“Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).”

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ

“Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.”

Keluarga ini di dunia mereka bersama dalam keburukan dan kekufuran dan nanti Allah akan kumpulkan mereka kembali di akhirat dalam neraka sebagai balasan bagi perbuatan mereka selama di dunia. (Abd.

%d bloggers like this: