Sedekah Ajib, MIRACLE — Tue 16 Muharram 1443AH 24-8-2021AD at 14:50

Subhanallahu, Meski Penghasilan Tidak Seberapa, Bapak Ini Sedekahkan Semua Dagangannya Setiap Jum’at

by
Subhanallahu, Meski Penghasilan Tidak Seberapa, Bapak Ini Sedekahkan Semua Dagangannya Setiap Jum’at

Inilah indahnya sedekah. Banyak dari kita yang merasa berat untuk sedekah lantaran alasan buat diri sendiri saja masih kurang, atau takut kelaparan. Namun, berbeda dengan yang dilakukan si tukang buah ini. Setiap Jum’at ia menggratiskan dagangannya untuk nikmati oleh jamaah sholat Jum’at. Meski penghasilannya tidak seberapa, toh ternyata setiap jum’at ia bisa bersedekah seperti jum’at yang lalu-lalu. Itu tandanya anda tidak akan pernah aka kelaparan dan kekurangan apabila menyisikan sebagian harta kita untuk bersedekah demi membantu sesama kaum muslimin.

KISAH inspiratif bisa muncul dari siapa dan mana saja. Di Semarang, Jawa Tengah, tersebutlah seorang Husen Khusaeri. Ia pedagang gilo-gilo, berkeliling menjajakan aneka buah-buahan dan gorengan dengan gerobak dorong.

Cerita tentang Husen ramai diperbincangkan para netizen. Di antaranya dipopulerkan oleh Danang Cahyo Roesdiatmoko melalui akun facebook-nya, Jumat (04/12/2015).

Dalam unggahan fotonya, Danang menulis kisah Husen untuk “diperkenalkan kepada Tuan Setya Novanto”, Ketua DPR RI yang diduga melanggar kode etik terkait kasus “Papa Minta Saham”.

Husen, tulis Danang, merupakan seorang pria yang hidup bersama istri dan dua anaknya. Mereka tinggal di sebuah kontrakan, dengan penghasilan rata-rata Rp 50 ribu per hari.

Tapi, lanjutnya, Husen bukan sosok biasa. Ia berhati emas. Setiap usai shalat Jumat dan shalat Zhuhur tiap hari, ia sedekahkan dagangannya ke jamaah sebuah masjid.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hidayatullah.com, pria 40 tahun itu tinggal di Kampung Gergaji 2 RT 9 RW 5, Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan. Tempat langganannya bersedekah itu adalah Masjid Istiqomah Gergaji.

“Siang hari, kan, panas sekali, buah segar tentu cocok untuk dibagikan ke para jamaah. Gorengan juga bisa sedikit mengobati lapar,” ujar Husen ditirukan Danang.

Tak pelak, para jamaah, terutama anak-anak, bersukacita menyambut sedekahnya. “Buahnya enak dan selalu segar. Ada semangka, melon, nanas, pepaya,” aku seorang bocah.

Saban Jumat, Husen diceritakan merelakan ratusan ribu rupiah duit dari keringatnya sendiri, untuk belanja buah segar dan gorengan di pasar. Saban Jumat pun, jamaah masjid lebih banyak, sehingga ia harus merogoh kocek lebih dalam dibanding hari biasa.

Belakangan diketahui, sejumlah orang mengapresiasi cara bersedekah itu. Mereka lantas menitipkan uangnya ke Husen untuk dibelikan buah dan ikut dibagikan gratis kepada jamaah masjid.

“Saya senang ada warga yang menitip sedekah ke saya, karena akan semakin banyak jamaah yang ikut menikmati buah dan gorengan,” ujar Husen masih tutur Danang.

Menariknya, dari hasil menyisihkan keuntungan hariannya, Husen menabung untuk berangkat ke Tanah Suci. “Cita-cita saya suatu ketika nanti ingin berangkat umrah bersama istri,” ujarnya penuh harap.

Cara bersedekah Husen ini, lansir suaramerdeka.com (21/11/2015), sudah dilakoninya sejak sekitar setengah tahun lalu. Sedangkan berjualan gilo-gilo telah dijalaninya sekitar 14 tahun lalu. Menurutnya, dengan bersedekah bisa membuatnya tenang, serta bisa membantu sesama yang membutuhkan makanan.

Dalam unggahannya ke media sosial, yang dibagikan netizen lebih dari 8000 kali tersebut, Danang menulis kalimat pamungkas:

“Tuan Setya Novanto, bagiku Husen Khusaeri yang miskin lebih pantas dipanggil YANG MULIA ketimbang Anda yang berkuasa dan kaya raya tapi……”*

Rep: Muhammad Abdus Syakur

Editor: Cholis Akbar

Sumber: http://www.hidayatullah.com/lensa/read/2015/12/07/84881/kisah-si-tukang-sedekah-buah.html

Judul Asli: Kisah si tukang sedekah Buah