Keajaiban Sunnah, MIRACLE — Wed 22 Shawwal 1437AH 27-7-2016AD at 11:08

Munculnya Gerahana, Umat Musim di Sunahkan Untuk Sholat, Bukan Dangdutan!

by
Munculnya Gerahana, Umat Musim di Sunahkan Untuk Sholat, Bukan Dangdutan!

Beberapa waktu yang lalu, Indonesia digegerkan dengan adanya gerhana matahari total yang sempat menghebohkan media massa dan sosial media. Kita bisa melihat melalui acara televisi bagaimana meriahnya penyambutan atau penyaksian moment terjadi gerhana matahari total tersebut. Dalam acara tersebut tidak sedikit EO (Event Organiser) yang mengadakan hiburan seperti dangdutan dan mengundang artis-artis ibu kota. Dan, ternyata sambutan masyarakat begitu meriah. Namun, tahukan anda bahwa perkara diatas tersebut adalah perkara yang bathil dan merupakan perbuatan yang sia-sia dan maksiat? Yah, karena Islam telah mengajarkan kepada umat ini bahwa apabila seorang Muslim mendapati gerhana, maka hendaklah mereka mendirikan sholat gerhana, bukannya malah asyik melihat gerhana ditemani dengan musik yang haram. Inalillahi!

Gerhana matahari merupakan salah satu pertanda dari ke-Agungan Allah, dimana di dalamnya disyari’atkan shalat kusuf yang bertujuan memohonkan kembalinya cahaya matahari. Dalam shalat kusuf sendiri ada beberapa amalan sunnah yang berkaitan dengannya, seperti halnya amalan sunnah yang ada pada beberapa shalat sunnah muakkadah seperti shalat ‘id atau istisqa’. Maka dibawah ini adalah beberapa amalan sunnah yang berkaitan dengan shalat kusuf :

    Disunnahkan mandi besar sebelum melaksanakannya

    Dilaksanakan ditempat dimana biasa dilaksanakannya shalat jum’at

    Tidak ada adzan dan iqamah, akan tetapi diganti dengan seruan “الصلاة جامعة” seperti dalam hadits riwayat Abdullah bin ‘Amru :

لماكسفتالشمسعلىعهدرسولاللهصلىاللهعليهوسلمنوديإنالصلاةجامعة

“Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW shalat diserukan ‘Ash-shalaatu Jaami’ah.” (HR. Bukhari)

    Memperbanyak dzikir kepada Allah, istighfar, bertakbir dan sedekah, banyak mendekatkan diri kepada Allah disaat terjadi Hal ini berdasar sabda Nabi SAW :

إِنَّالشَّمْسَوَالْقَمَرَآيَتَانِمِنْآيَاتِاللَّهِلايَخْسِفَانِلِمَوْتِأَحَدٍوَلالِحَيَاتِهِفَإِذَارَأَيْتُمْذَلِكَفَادْعُوااللَّهَوَكَبِّرُواوَصَلُّواوَتَصَدَّقُوا

“Matahari dan Bulan merupakan dua pertanda dari banyaknya tanda-tanda Allah, tidaklah ia terjadi karena kematian seseorang, dan tidak pula karena kelahiran seseorang, maka jika kalian menyaksikannya berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari)

    Dilaksanakan secara jama’ah, dikarenakan Rasulullah SAW melaksanakannya secara jama’ah.

Sedangkan Imam Abu Hanifahdan Imam Malik berpendapat bahwasanya, pelaksanaan shalat gerhana matahari itu munfarid, tidak dengan jama’ah. Pendapat mereka berdasarkan perbuatan Rasulullah SAW yaitu beliau melaksanakan shalat gerhana secara jama’ah adalah shalat gerhana bulan saja, sedangkan disaat gerhana matahari tidak demikian. Juga di karenakan tidak adanya dalil yang menyatakan akan hal ini. Wallahua’lam bish shawwab.

(Sumber: http://www.panjimas.com/miracle/2016/03/06/amalan-sunnah-yang-berkaitan-dengan-shalat-kusuf/)

Judul Asli: Amalan Sunnah yang Berkaitan dengan Shalat Kusuf

Tags