Category: Ghazwul Fikri

Faham Pluralisme Hanya Mengikuti Hawa Nafsu Semata

Faham Pluralisme Hanya Mengikuti Hawa Nafsu Semata

Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari lalimnya berbagai agama menuju keadilan Islam. Artinya, seorang muslim yang benar imannya tidak pernah beranggapan apalagi berkeyakinan bahwa semua agama sama baiknya dan sama benarnya.

Read more ›
Orang Ahmadiyah dijamin Tidak Mau Masuk Surga

Orang Ahmadiyah dijamin Tidak Mau Masuk Surga

Mereka meyakini bahwa Nabi palsu bernama Mirza Ghulam Ahmad merupakan seorang Nabi yang diutus Allah subhaanahu wa ta’aala sesudah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Padahal di antara ajaran yang disebarkannya adalah penghapusan kewajiban berjihad fi sabilillah, terutama tidak perlunya ummat Islam berjihad melawan penjajah Inggris di India pada masa itu. Pantaslah ketika pemerintah […]

Read more ›
Suasana Sidang Paripurna DPR  dalam rapat  Sidang Paripurna ke-29 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/6). Sebanyak  275 anggota DPR dari total 560 anggota DPR tidak hadir dalam rapat paripurna dengan sejumlah agenda, diantaranya pembahasan RUU Pembentukan Daerah Otonom Baru, RUU Perjanjian Ekstradisi RI dan India, RUU tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun 2013, Laporan Pimpinan Komisi XI terkait Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. ANTARA FOTO/Reno Esnir/ss/mes/14.

Kesombongan Sistem Demokrasi Mengambil Alih Hak Allah

Pantaslah bilamana ada seorang pakar yang mengistilahkan sistem Demokrasi sebagai sebuah sistem yang fondasi dasar pemahamannya diwakili oleh kalimat ”Menuhankan manusia dan memanusiakan tuhan.” Dalam sistem Demokrasi aturan atau hukum Allah bisa ditawar-tawar seperti tawar-menawar dengan sesama manusia di pasar. Sedangkan bila keputusan sekumpulan manusia telah disepakati, maka sistem Demokrasi mewajibkan semua […]

Read more ›
Sistem Demokrasi Merupakan Penghambaan Manusia Kepada Hamba

Sistem Demokrasi Merupakan Penghambaan Manusia Kepada Hamba

Dalam surat yang dikirim kepada suku Najran yang beragama Nasrani, Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam menyampaikan seruan sebagai berikut: فإني أدعوكم إلى عبادة الله من عبادة العباد “Sesungguhnya aku menyeru kalian kepada penghambaan Allah ta’aala semata dan meninggalkan penghambaan sesama hamba.” (HR Al-Baihaqi 2126)

Read more ›
Kriteria Masyarakat yang Masih Jahiliyah Bagian 3

Kriteria Masyarakat yang Masih Jahiliyah Bagian 3

Sikap menjauh dari agama Allah ta’aala menyebabkan manusia selalu menjadikan pertimbangan syar’i sebagai pertimbangan terakhir bukan pertimbangan pertama dan utama. Hampir semua kebijakan mempertimbangkan hal-hal selain agama Allah ta’aala. Misalnya, yang lebih diutamakan adalah pertimbangan ekonomi atau stabilitas nasional atau penilaian dunia internasional.

Read more ›
Kriteria Masyarakat yang Masih Jahiliyah Bagian 2

Kriteria Masyarakat yang Masih Jahiliyah Bagian 2

Ciri kedua suatu masyarakat jahiliyah adalah tidak adanya pelaksanaan hukum menurut apa yang telah diturunkan Allah ta’aala, yang berarti menuruti “hawa nafsu” manusia. Padahal jelas di dalam Al-Qur’an Allah ta’aala perintahkan manusia untuk menegakkan hukum berdasarkan apa yang telah diwahyukanNya. Bila hal ini dilanggar berarti masyarakat tersebut telah menegakkan hukum […]

Read more ›

Empat Kriteria Masyarakat yang Masih Jahiliyah Bagian 1

Menurutnya “jahiliyah” bukan hanya keadaan di jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat manapun di zaman kapanpun bila memenuhi setidaknya empat kriteria.

Read more ›
Pelanggaran Ilmuan Barat Terhadap Hak Intelektual Ilmuan Muslim

Pelanggaran Ilmuan Barat Terhadap Hak Intelektual Ilmuan Muslim

Berbicara tentang kekayaan intelektual, ulama dan ilmuan muslim adalah orang-orang yang banyak dizalimi dalam hal ini. Penemuan mereka dicuri. Hasil karya dan temuan mereka diklaim, dikaitkan dengan ilmuan Barat yang lahir puluhan bahkan ratusan tahun setelah mereka. Di antara contohnya adalah:  

Read more ›
Jangan Mengikuti Kebanyakan Manusia karena yang Banyak Belum Tentu Benar

Jangan Mengikuti Kebanyakan Manusia karena yang Banyak Belum Tentu Benar

Salah satu nilai di dalam dunia modern dewasa ini yang sering menyesatkan seorang muslim ialah anggapan bahwa suatu kebaikan ditentukan oleh ramai atau sedikitnya orang yang mendukung nilai tersebut. Jika nilai tersebut sudah populer di tengah masyarakat, maka orang mengatakan bahwa nilai tersebut bersifat positif. Nilai tersebut akan didukung dan […]

Read more ›
Ikatan Islam Bakal Terurai Simpul Demi Simpul

Ikatan Islam Bakal Terurai Simpul Demi Simpul

Saudaraku, dari terurainya simpul Islam yang paling pertama ini, maka kitapun menyaksikan terurainya berbagai simpul Islam lainnya. Sehingga dewasa ini tidak lagi mengagetkan bila kita mendapati seorang yang mengaku muslim dengan ringannya meninggalkan kewajiban paling asasi, yaitu sholat. Dan jika ini benar, berarti dewasa ini kita sedang menyaksikan realisasi hadits […]

Read more ›