AQIDAH-AKHLAQ — October 28, 2020 at 09:34

Benih Kesyirikan adalah Penyebab Utama Kerusakan Sebuah Kaum

by
Benih Kesyirikan adalah Penyebab Utama Kerusakan Sebuah Kaum

 

banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian)

 

Islamkafah.com  Islama agama yang datang untuk menegakkan tauhid, yaitu meng-Esa-kan Allah. Sebagaimana kita telah bersaksi dalam setiap harinya paling tidak dalam shalat kita.

(أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ)

yang bermakna tidak ada illah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad utusan Allah. Yang mana pada kalimat (لاَ إِلَهَ) terdapat makna penafian (peniadaan) sesembahan selain Allah dan (إِلاَّ اللهُ) menetapkan sesembahan untuk Allah semata.

Tetapi begitu banyak umat Islam yang tidak konsisten kepada tauhid, mereka tidak lagi menyembah kepada Allah semata. Bahkan banyak di antara mereka yang berbuat syirik, menyembah kepada selain Allah baik langsung maupun tak langsung, baik disengaja maupun tidak. Banyak di antara mereka yang pergi ke dukun-dukun, paranormal, tukang santet, tukang ramal, mencari pengobatan alternatif, mencari penglaris, meminta jodoh dan lain sebagainya.

Dan yang lebih memprihatinkan lagi banyak umat Islam yang berbuat syirik tapi mereka berkeyakinan bahwa perbuatannya itu adalah suatu ibadah yang disyari’atkan dalam Islam (padahal tidak demikian). Inilah penyebab utama terjadinya musibah di negeri kita dan di negeri saudara-saudara kita, disebabkan umat tidak lagi bertauhid dan banyak berbuat syirik.

Allah menurunkan agama tauhid ini untuk mengangkat derajat dan martabat manusia ke tempat yang sangat tinggi dan mulia. Di akhirat kita dimasukkan ke dalam Surga dan di dunia kita akan diberikan kekuasaan. Dan Allah menurunkan agama tauhid ini untuk membebaskan manusia dari kerendahan dan kehinaan yang di akibatkan oleh perbuatan syirik. Sebagai firman Allah yang artinya:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan mengukuhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar(keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An-Nur: 55).

Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam barsabda:

مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ.

“Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun, niscaya akan masuk Surga. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah, niscaya akan masuk Neraka.” (HR. Muslim).

Syirik adalah sebesar-besar dosa yang wajib kita jauhi, karena perbuatan syirik (menyekutukan Allah) menyebabkan kerusakan dan bahaya yang besar.

Kesyirikan merendahkan manusia dari makhluk Allah yang lain, Iblis dan Malaikat saja Allah perintahkan untuk sujud kepada Adam menandakan bahwa manusia lebih baik dari Iblis dan Malaikat, namun karena kesyirikan banyak manusia yang menyembah makhluk Allah yang sejatinya kedudukan mereka berada dibawah manusia.

Syirik juga membuat manusia menjadi tidak takut untuk berbuat dosa karena rasa takut kepada Allah sudah berkurang dan menganggap enteng urusan dosa.

Jika ada orang muslim atau mukmin yang masih berbuat maksiat maka di dalam hatinya sudah ada benih Kesyirikan kepada Allah, sudah menganggap enteng urusan dosa dan tidak takut terhadap siksa yang Allah berikan jika berbuat dosa.

Lebih parah lagi kesyirikan itu terjadi jika mereka menjadikan para ulama atau tokoh agama mereka sebagai Tuhan yang lebih ditaati oleh mereka daripada taat pada aturan Allah, asal itu yang bicara ulama atau tokoh agama maka akan mereka laksanakan meskipun itu bertentangan dengan aturan Allah, ini termasuk Kesyirikan yang nyata.

Dan kesyirikan akan selalu menjadi penyebab utama kerusakan sebuah kaum atau negri atau bahkan sebuah ummat yang besar, semua aspek akan rusak jika kesyirikan sudah ada dalam hati sebuah kaum maka segeralah untuk memurnikan tauhid agar terbebas dari kesyirikan.

Wallahu A’lam