KAJIAN, Hikmah — February 8, 2018 at 19:51

Wahai Para Lelaki, Relakah Jika Putri Anda Dizinahi Orang Lain?

by
Wahai Para Lelaki, Relakah Jika Putri Anda Dizinahi Orang Lain?

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)…..

 

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Setiap yang berakal sehat, terlebih yang punya iman, pasti tidak ridha putri kesayangannya menjadi korban perzinahan. Kenapa? Karena zina adalah perbuatan dosa yang menghalalkan apa yang telah Allah haramkan. Zina merusak keturunan dan memecah-belah hubungan suami-istri. Sehingga orang yang berakal atau yang berakhlak tidak akan melakukannya.

Karenanya, ketika ada seorang pemuda meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk berzina, lalu di antara jawaban beliau, “relakah engkau jika zina itu menimpa putrimu” ia menjawab, “tidak”. Kemudian Beliau berujar, “orang-orang tidak ada yang suka zina menimpa saudari-saudari mereka.” Setelah itu pemuda tadi bertekad tidak lagi akan berzina selama-lamanya. (HR. Ahmad, Thabrani, Baihaqi, dan selainnya dari hadits Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu ‘Anhu)

Ini tentang pemuda yang belum punya anak, tidak rela kalau anak perempuannya korban perizanahan. Lalu bagaimana dengan orang tua zaman sekarang? Yang membiarkan anak perempuan keluar malam bersama pacarnya, atau keluyuran tak jelas tujuannya. Tidak takutkah mereka kalau anaknya berzina?

Lebih parah lagi, ada orang tua yang sedih jika anak perempuannya tidak ada yang memacari. Wal’iyadhu billah.

Dahsyatnya Siksa Zina

Zina adalah perbuatan buruk yang sangat dicela agama. Disebut sebagai fahisyah (perbuatan keji) dan jalan yang buruk untuk melampiaskan syahwat dan mendapatkan keturunan.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’: 32)

Ibnul Qayyim berkata mengenai ayat ini, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan jalan ke arah zina sebagai seburuk-buruknya jalan dan pelaku perzinahan akan menghuni neraka. Di samping itu, tempat arwah mereka di alam barzah berada di tempat pembakaran yang di bawahnya terdapat api dari neraka. Ketika terbakar oleh api tersebut, mereka menjerit dan mengangkat tubuh, kemudian kembali terbakar lagi. Begitulah gambaran keadaan mereka nanti di hari kiamat. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat melihatnya di dalam mimpi, di mana mimpi para Nabi adalah wahyu (pasti benarnya).

Hukuman bagi pezina di dunia sangatlah berat. Bagi yang bujangan, dicambuk seratus kali dengan disaksikan orang banyak lalu diasingkan selama setahun. Sementara bagi yang sudah menikah, walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukumannya adalah dirajam, yaitu dilempari batu hingga mati.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Nuur: 2)

Para ulama berkata, “Ini adalah hukuman di dunia bagi pezina perempuan dan laki-laki yang masih bujang, belum menikah. Jika sudah menikah walau hanya sekali maka keduanya dirajam dengan batu hingga mati. Begitulah yang tertera dalam sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Jika belum ditegakkan qishah terhadap keduanya di dunia dan mati tanpa bertaubat maka keduanya disiksa di neraka dengan cambuk api.” (Dinukil dari Al-Kabair, Imam al-Dzahabi)

Di dalam al-Kabair juga disebutkan, “Sebagaimana yang tertera dalam Zabur: Para pezina akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka menjerit kesakitan karena cambukan maka Malaikat al-Zabaniyah berkata, “Kemana suara ini saat engkau tertawa-tawa, bergembira, dan bersuka ria serta tidak merasa diawasi oleh Allah Ta’ala dan tidak malu kepada-Nya.”

Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits mimpinya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam tidurnya yang berasal dari Samurah bin Jundub, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam didatangi Jibril dan Mikail ‘Alaihimas Salam, beliau berkisah: Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semacam ‘Tannur’ (tungku api) yang atasnya sempit sedangkat bagian bawahnya luas. Di dalamnya terdengar suara gaduh dan jeritan-jeritan. Kami menengoknya ternyata di dalamnya terdapat banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka terjilat api dari bawahnya mereka melonglong oleh panasnya yang dahsyat. Aku bertanya, “Siapa mereka itu, wahai Jibril?” Ia menjawab, “Mereka adalah para pezina laki-laki dan perempuan, beginilah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.” Kita memohon kepada Allah ampunan dan kesejahteraan.

Tentang tafsir bahwa Jahannam memiliki tujuh pintu dalam QS. Al-hijr: 44,

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” Atha’ Rahimahullah berkata, “Pintu yang paling hebat siksa, panas, dan jilatannya serta paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi pezina yang melakukan zina sesudah mengetahui keharamnnya.

Makhul al-Dimasyqi berkata, “Para penghuni neraka mencium bau busuk lalu mereka berkata: Kami tidak pernah mendapati bau yang lebih busuk dari bau ini. Kemudian dikatakan kepada mereka: ini adalah bau kemaluan para pezina.”

Ibnu Zaid –salah seorang ulama tafsir- berkata, “Sesungguhnya bau busuk kemaluan pezina benar-benar menyiksa penghuni neraka.”

Sesudah mengetahui buruknya kedudukan zina dan dahsyatnya siksa bagi pezina, apakah ada seorang muslim yang rela putri kesayangannya berzina?

 


Sumber: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/02/10/42188/relakah-putri-anda-dizinahi/#sthash.0DladG0z.dpbs

%d bloggers like this: