AQIDAH-AKHLAQ, Kuliah Aqidah — February 24, 2018 at 20:26

Tidak Ada Hukum Kecuali Hanyalah Milik Allah

by
Tidak Ada Hukum Kecuali Hanyalah Milik Allah

Allah sebagai Rab atau pemelihara alam semesta dan Allah juga telah membuat hukum bagi seluruh umat manusia, dan tidak ada yang berhak membuat hukum untuk mengatur manusia kecuali Allah ‘Azza wa Jalla…

 

Islamkafah.com Agama merupakan jalan hidup seseorang, dan agama islam adalah agama yang memberikan solusi bagi semua permasalahan hidup kita di dunia, aturan atau hukum yang ada dalam agama islam merupakan hukum yang dibuat oleh sang Khaliq untuk mengatur kita di dunia ini agar tidak membuat sesuatu yang salah atau rusak.

Dan aturan atau hukum yang ada dalam islam semuanya sudah pasti benar dan tidak perlu dikoreksi lagi, sesuai dengan zaman apa saja dimana saja dan kepada siapa saja. Hukum islam sudah sempurna tidak perlu ditambah atau di kurangi lagi.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (Al Maidah : 3)

Dan yang paling berhak membuat hukum atau aturan untuk manusia adalah Allah ‘Azza wa Jalla, sebagaimana firman Allah dalam surat Yusuf ayat 40 :

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Tidak ada hukum kecuali hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Kalimat ۚ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ yang berarti Tidak ada hukum kecuali hanyalah kepunyaan Allah. Menandakan bahwa hanya Allah yang berhak membuat hukum untuk mengatur manusia, bukan manusia yang membuat hukum untuk mengatur hidupnya sendiri.

Lalu timbul pertanyaan bolehkah manusia membuat peraturan atau sebuah hukum ? jawabannya adalah boleh selama hukum tersebut tidak bertentangan dengan ajaran islam, seperti contoh penggunaan lampu lalu lintas itu hukum buatan manusia untuk memngatur jalur lalu lintas maka hukum ini boleh diterapkan dan tidak bertentangan dengan ajarn islam.

Namun jika hukum yang dibuat bertentangan dengan hukum Allah maka wajib kita tolak seperti hukum pidana masalah membunuh, pelakunya harus dihukum mati tapi nyatanya bukan dihukum mati hanya hukuman penjara saja.

Hukum yang sudah ada ketetapan dari Allah tidak boleh dirubah apapun alasannya, karena itu termasuk perbuatan kufur atau ingkar atas firman Allah atau Hukum Allah yang sudah jelas, dan diancam dengan kekufuran bagi siapa saja yang ingkar dengan hukum Allah berdasarkan dalil :

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا

أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (An-Nisa’ [4]: 150-151).”

Jadi meskipun hanya ingkar sebagian saja dari hukum yang Allah tetapkan sudah dikategorikan sebagai golongan orang kafir berdasarkan dalil di atas, bahkan disebut sebagi sebenar-benarnya kafir.

Jika kita ingin masuk di dalam agama islam maka kita harus masuk secara totalitas berdasarkan dalil :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.” [Al-Baqarah: 208]

Tidak boleh kita memilih hukum yang sesuai hawa nafsu kita saja, kita wajib melaksanakan seluruh aturan atau hukum yang ada dalam ajaran islam. (AN)