Ibadah, Muamalah, FIQIH — January 6, 2021 at 05:54

Tetap Ikhlas dalam Amal Shaleh Meskipun ada Pujian dan Celaan

by
Tetap Ikhlas dalam Amal Shaleh Meskipun ada Pujian dan Celaan

Istiqamah dalam amal shaleh adalah Rahmat dari Allah untuk hamba-Nya yang terpilih, dan tetap tegar meskipun ada pujian dan Celaan…

Islamkafah.com – Dalam beramal kita tidak akan lepas dari pujian atau celaan orang lain, dan itu sudah menjadi sunnatullah bahwa akan ada ujian keikhlasan yang akan datang pada setiap hamba-Nya, sebagaimana firman Allah:

اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, Kami telah beriman dan mereka tidak diuji?”(QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2)

Ujian dari keikhlasan amal akan terasa jika kita mendapatkan pujian atau celaan dari orang lain, jika ada yang memuji, kita akan diuji dengan rasa ujub atau riya, jika ada yang mencela, kita akan diuji dengan keistiqamahan dan semangat kita dalam beramal.

Semua ujian ini adalah untuk meningkatkan kualitas amal ibadah kita di sisi Allah, dan perlu kita ingat juga bahwa ibadah atau amal yang diterima ialah amalan yang ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah semata.

Maka tatkala kita tidak ikhlas dalam beramal amal ibadah, amalan tersebut akan sia-sia karena tidak diterima oleh Allah, niat yang ikhlas merupakan amalan yang ada hati kita dan hanya kita dan Allah saja yang mengetahuinya, apakah ikhlas karena Allah atau karena ada niat yang lain, nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيِ

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan” (Bukhari no 1)

Semua amal ibadah kita wajib ikhlas untuk mengharapkan ridho Allah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 

قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِا لْقِسْطِ ۗ وَاَ قِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّا دْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۗ كَمَا بَدَاَ كُمْ تَعُوْدُوْنَ ۗ

“Katakanlah, Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap sholat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 29)

 

Wallahu A’lam (AN)