Tafsir Quran, KAJIAN — October 15, 2018 at 09:44

Telah Nampak Kerusakan di Darat dan Lautan Akibat Perbuatan Manusia

by
Telah Nampak Kerusakan di Darat dan Lautan Akibat Perbuatan Manusia

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar Rum:41)…

Islamkafah.com – Bencana alam datang silih berganti menerpa negeri ini, belum selesai gempa Lombok datang gempa Sulawesi, kemudian ditambah lagi gempa yang terjadi di pulau jawa mulai dari wilayah Blitar, Cirebon, dan Situbondo, apa sebenarnya yang menyebabkan bencana ini datang silih berganti dan bertubi-tubi.

Secara ilmiyah gempa bumi terjadi akibat pergeseran lempeng bumi sehingga bumi bergoncang, kemudian tsunami terjadi akibat efek retakan yang menghentak di lautan dan menyebabkan gelombang air laut yang besar, longsor terjadi karena kepadatan tanah berkurang dan bergerak menurun, banjir terjadi akibat meluapnya aliran air, dan masih banyak lagi berbagai macam bencana.

Namun kita sebagai orang beriman melihat fenomena bencana alam yang terjadi bukan hanya karena sebab alam itu sendiri, ada campur tangan manusia di dalamnya yang membuat Allah ‘azza wa jalla murka dan memerintahkan bala tentaranya untuk memberikan hukuman (Adzab) agar menjadi bahan renungan bagi yang lain, Allah berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ ۖ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar mereka merasakan sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. (Ar Rum:41-43)

(Telah tampak kerusakan di darat dan di laut) beerbagai macam kerusakan yang terjadi baik di darat dan lautan (disebabkan perbuatan tangan manusia) berupa perbuatan-perbuatan maksiat (supaya Allah merasakan kepada mereka) dapat dibaca liyudziiqahum dan linudziiqahum; kalau dibaca linudziiqahum artinya supaya Kami merasakan kepada mereka (sebagian dari akibat perbuatan mereka) sebagai hukumannya (agar mereka kembali) supaya mereka bertobat dari perbuatan-perbuatan maksiat.

(Katakanlah) kepada orang-orang kafir Mekah: (“Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan Allah.”) Yaitu mereka dibinasakan disebabkan kemusyrikan mereka, rumah-rumah dan tempat-tempat mereka kini kosong tak berpenghuni lagi karena penghuninya telah binasa.(Tafsir Jalalain)

Dari ayat diatas kita mengetahui bahwa kerusakan yang terjadi di bumi ini merupakan akibat dari kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia, jika manusia telah melakukan kemaksiatan maka Allah akan timpakan pada mereka adzab yang membinasakan.

Pada ayat 42 surat Ar Rum kita diperintahkan memperhatikan kaum yang terdahulu bagaimana Allah membinasakan mereka karena kemusyrikan mereka, kaum ‘Aad, kaum Tsamud, Kaum Luth, dan masih banyak lagi yang perlu kita jadikan pelajaran betapa murkanya Allah pada kaum yang bermaksiat pada-Nya, adzab dan maksiat sangat erat kaitannya, semakin besar maksiat yang dilakukan suatu kaum atau suatu negri maka akan semakin besar adzab Allah yang akan menimpa.

Adzab yang Allah timpakan pada suatu kaum atau suatu negri merupakan peringatan pada yang lainya agar kembali kepada Allah, agar berhenti melaksanakan kemaksiatan dan kembali pada jalan yang lurus, jalan yang Allah ridhai, karena Allah tidak ingin bumi yang diciptakan ini untuk bermaksiat pada-Nya.

%d bloggers like this: