Tag: Fiqh Jenazah

Menshalati Jenazah Orang yang Bunuh Diri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Menshalati Jenazah Orang yang Bunuh Diri, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam […]

Read more ›
Tunda Pemakaman Karena Menunggu Keluarga, Bagaimana Hukumnya?

Tunda Pemakaman Karena Menunggu Keluarga, Bagaimana Hukumnya?

Para ulama – radhiyallahu anhum – mengatakan, yang dimaksud menyegerahkan jenazah mencakup memandikannya, mengkafaninya, membawanya, berjalanan mengiringinya tanpa harus lari. Karena makruh mempercepat jalan mengiringi jenazah, yang menyebabkan kesulitan bagi orang lemah yang mengikutinya. (Fatawa Ulayyisy, 1/155)…  

Read more ›
Menshalati Jenazah Orang yang Bunuh Diri, Bagaimana Hukumnya?

Menshalati Jenazah Orang yang Bunuh Diri, Bagaimana Hukumnya?

“Siapa yang menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati maka di neraka jahanam dia akan menjatuhkan dirinya, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang menegak racun sampai mati, maka racun itu akan diberikan di tangannya, kemudian dia minum di neraka jahanam, kekal di dalamnya selamanya. Siapa yang membunuh dirinya dengan senjata tajam […]

Read more ›
Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur Gugur Karena Shalat Ied, Benarkah?

Shalat Jumat dan Shalat Zhuhur Gugur Karena Shalat Ied, Benarkah?

“Di masa Ibnu Az-Zubair pernah hari ied jatuh pada hari Jumat. Ibnu Az-Zubair lantas berkata, ‘Telah bergabung dua hari raya (hari ied dan hari Jumat) di satu hari. Dia menggabungkan keduanya.’ Di pagi hari ia melakukan shalat dua raka’at dan Ibnu Az-Zubair tidak menambah lagi dari itu sampai ‘Ashar.” (HR. […]

Read more ›
Apa Saja Hak-Hak Mayat yang Harus Dilakukan oleh Kaum Muslimin yang Hidup?

Apa Saja Hak-Hak Mayat yang Harus Dilakukan oleh Kaum Muslimin yang Hidup?

Adapun sekedar teringat, bersedih dan mengucap ‘inna lillahi..’, tidak termasuk dalam larangan ini. Karena yang demikian ini banyak dialami oleh manusia, sementara manusia tidak bisa menolak apa yang terdetik di dalam hatinya yang berupa teringat kepada yang telah meninggal, bersedih, dan duka karena kehilangannya. Jika ia teringat lalu mengucap ‘inna […]

Read more ›
Cara Mentalqin Mayit yang Tepat Sesuai Pegangan Nash (Al-Qur’an wa Sunnah)

Cara Mentalqin Mayit yang Tepat Sesuai Pegangan Nash (Al-Qur’an wa Sunnah)

Para ulama membenci jika terlalu banyak dan terlalu sering ketika mentalqin. Agar tidak membuat calon mayit terganggu, karena dia sendiri sedang merasakan sakit, sehinggamembuat hatinya membenci ajakan talqin. (Syarh Shahih Muslim, 6/219)…..

Read more ›
Memberi Kelapangan Untuk Keluarga di Hari Asyura

Memberi Kelapangan Untuk Keluarga di Hari Asyura

Si pendusta adalah Al-Mukhtar bin Ubaid – gembong Syiah – sedangkan si perusak adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Orang Syiah menampakkan kesedihan di hari Asyura, sementara orang Khawarij menampakkan kegembiraan. Bid’ah gembira berasal dari manusia pengekor kebatilan karena benci Husain radliallahu ‘anhu, sementara bid’ah gembira berasal dari pengekor kebatilan karena […]

Read more ›
Hukum Menghadiri Jenazah Non Muslim

Hukum Menghadiri Jenazah Non Muslim

“Seorang muslim  diharamkan memandikan orang kafir, meskipun dia kerabat dekat. Dilarang pula mengkafani, menshalati mayatnya, mengikuti jenazahnya atau menguburkannya. Berdasarkan firman Allah, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memberikan wala’ (loyalitas) kepada kaum yang dimurkai oleh Allah”. Sementara memandikan mayit dan semacamnya, termasuk memberikan loyalitas kepadanya. Karena mengandung […]

Read more ›
Menyalati Jenazah, Tapi Tak Tahu Jenis Kelaminnya, Sahkah Shalatnya?

Menyalati Jenazah, Tapi Tak Tahu Jenis Kelaminnya, Sahkah Shalatnya?

Tatkala seorang hendak menyalati jenazah, ia tidak tahu jenis kelamin jenazah yang hendak ia shalatkan. Boleh jadi karena keadaan yang tidak memungkinkannya untuk mengetahui jenis kelamin jenazah.

Read more ›