Nasional, NEWS — July 22, 2017 at 10:49

Staff di PT Transjakarta Diberi SP3 Lantaran Telat Menjawab Pesan WhatsApp Atasannya Ketika Shalat

by
Staff di PT Transjakarta Diberi SP3 Lantaran Telat Menjawab Pesan WhatsApp Atasannya Ketika Shalat

Seorang Staff di PT Transjakarta mendapatkan SP3 dan sanksi turun pangkat akibat tidak menjawab pesan WhatsApp dari atasannya dikarenakan karyawan tersebut sedang menjalankan ibadah Shalat wajib…….

JAKARTA (Islamkafah.com) – Mulyono, seorang Staff di PT Transjakarta bersama kedua rekannya dikabarkan telah mendapatkan Surat Peringatan ke 3 atau SP3 oleh Direktur Utamanya, Budi Kaliwono. Alasan Mulyono mendapatkan SP3 cenderung dzhalim dan egois. Pasalnya, Mulyono mengaku mendapatkan SP3 lantaran tidak menjawab pesan WhatsApp dari Budi ketika Mulyono sedang menjalankan ibadah shalat wajib.

Mulyono menjelaskan, kejadian tersebut bertepatan pada tanggal 18 Desember 2016 yang silam. Waktu itu ia bekerja pada bagian Command Center Transjakarta yang bertugas untuk memantau setiap halte melalui layar di Command Center.

Kejadian sebenarnya bermula dari Direktur Utama PT Transjakarta sedang bertanya kepada Mulyono perihal kepadatan penunpang di beberapa halte di Jakarta melalui Aplikasi WhatsApp. Namun, Mulyono tidak segera menanggapi pesan tersebut lantaran dirinya sedang menjalankan Shalat.

“Waktu itu saya sedang salat dan mendapat pesan dari direktur utama,” terang Mulyono di Kantor Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Senin (17/7/2017) seperti dilansir oleh islampos.com dalam rilisannya pada (18/07).

Ditambah lagi, perangkat milik Mulyono saat itu sedang dititipkan kepada temannya, sedangkan Mulyono baru mengerjakan shalat di ruanga kerjanya.

Ketika shalat usai, Mulyono dipanggil oleh rekannya dan diberitahu perihal Budi yang menanyakan kepadatan penumpang.

“Ketika tahu, saya langsung menjawab, namun Direktur Operasional PT Transjakarta menelepon saya sambil marah-marah,” ucap Mulyono menjelaskan.

“Dia bilang, ‘banyak alasan kamu, besoknya sudah dikirim nota SP3’,” kata Mulyono menirukan Direktur Operasionalnya saat menelpon dirinya.

Akhirnya, Mulyono pun diberi SP3 dan diberi sanksi berupa penuruan pangkat. Sehingga ia kembali bekerja menjadi petugas di lapangan.

Mulyono dan kedua rekannya di PT Transjakarta
Mulyono dan kedua rekannya di PT Transjakarta

Singkat cerita kejadian itu diketahui oleh masyarakat karena viral di Internet. Dan, sontak saja banyak reaksi yang bertebaran di Internet, khususnya di Facebook. Bahkan, tidak sedikit yang mengecam atas kesewenang-wenangan dari Direktur Utama PT Trans Jakarta tersebut.

Akhirnya karena perusahaan khawatir dengan tersebarnya berita di Internet, maka perusahaan pun memanggil Mulyono. Dan, akhirnya pun PT Transjakarta meminta maaf karena telah memberi sanksi SP3 yang tanpa hak tersebut. (aus)