Ibadah, Konsultasi Agama, FIQIH — October 17, 2017 at 23:40

Seputar Najis: Kotoran Cicak Suci Atau Najis? Lihat Pembahasan Detailnya!

by
Seputar Najis: Kotoran Cicak Suci Atau Najis? Lihat Pembahasan Detailnya!

Apakah kotoran cicak termasuk najis? Mari kita pecahkan tekai-teki ini…

Pertanyaan dari Akh Ibnu Diswan (Pembaca Islamkafah.com):

Kita sering melihat kotoran cicak di banyak tempat. Bahkan, tanpa sengaja menduduki atau malah menginjaknya. Sebenarnya, apa hukum kotoran cicak? Najiskah? Atau suci?

Jazakumullahu khairan katsiran.

Jawaban: Akh Andana Syahran (Dari Redaksi Islamkafah.com)

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسولالله وعلى اله وصحبه اجمعين، اما بعد

Islamkafah.com – اخي في الله, Perihal hukum kotoran cicak itu termasuk dari kotoran najis atau kotoran suci, maka harus kita kembalikan pada hukum apakah cicak adalah bagian dari hewan yang darahnya mengalir atau tidak. Karena jika hewan darahnya tidak mengalir, maka kotorannya adalah suci.

Karena, pada permasalahan ini banyak diantara Ulama yang berbeda pendapat apakah cicak termasuk yang hewan mengalir darahnya atau bukan. Jika berpendapat cicak adalah hewan yang termasuk darah mengalir maka jelas hukumnya adalah najis.

Al-Imam Ibnu Qudamah Rahimahullahu Ta’ala dalam kitabnya al-Mughni menjelaskan perihal hewan yang haram untuk dikonsumsi adalah seperti rincian berikut ini:

Yakni hewan yang kotorannya bisa kita hindari. Dan, hal ini masih dibagi menjadi dua kategori:

a. Anjing dan Babi: Keduanya adalah barang najis baik dari kotoran dan seluruh dzat tubuhnya.
b. Hewan buas: Seluruh tubuhnya dan kotorannya najis.

Kemudian yang berikutnya adalah kotoran hewan yang sulit untuk dihindari. Disini juga kami bagi menjadi dua macam kategori.

a. Yakni hewan najis yang mati. Seperti kucing dan yang semisal dengannya. Bagian kotorannya adalah najis sama layaknya manusia kecuali bab-bab dimana bagian yang maklum disebut suci layaknya manusia. Akan tetapi berbeda dengan mani kucing. Karena mani kucing itu adalah najis, sedangkan mani manusia adalah suci.

b. Hewan yang darahnya tidak mengalir, maka sesungguhnya bagian dirinya (Tubuhnya) suci dan pula kotorannya suci.

b- Hewan yang darahnya tidak mengalir, bagian tubuhnya itu suci, begitu pula kotorannya. Demikian penjelasan dari Ibnu Qudamah dalam Al Mughni.

Kesimpulan

Maka hewan cicak hukum kotorannya dikembalikan pada bagaimana cicak termasuk binatang yang darah mengalir atau sebaliknya, Dan, ini mempengaruhi hukumnya. Akan tetapi, hendaklah kita berlapang dada dan tidak memperbesar-besarkan permasalahan fiqh dan mementingkan mempelajari Aqidah yang haram berbeda pendapat didalamnya.

Wallahu A’lam. Barakallahu fiik. (asn) []


‼️‼️ Woro-Woro (Perhatian) ‼️‼️

Assalamualaikum, sahabat Islamkafah.com yang semoga selalu dijaga kemurnian Tauhidnya oleh Allah azza wa jalla. Mulai sekarang, Redaksi Islamkafah.com telah membuka ruang bagi para sahabat pembaca situs Islamkafah.com untuk berbagi tulisan dan memberikan pertanyaan seputar ke-Islaman yang in shaa Allah tentunya akan kami tayangkan dengan point berikut ini:

1. Silahkan anda menghubungi akun telegram = @Islamkafah_admin.
2. Di akun admin kami, silahkan anda memberikan sebuah pertanyaan ke-Islaman baik seputar Aqidah, Tauhid, Akhlaq, Adab, Jihad, Fiqh, Muamalah, dan lain sebagainya.
3. Anda pun juga bisa mengirimkan tulisan terbaik anda ke redaksi kami melalui akun admin telegram kami.

Catatan: Jika pertanyaan atau tulisan anda menarik, maka akan kami muat di situs www.islamkafah.com (Non Komersial) dan akan kami sebarkan di Channel Telegram @Islam_Kafah kemudian Akun Fanpage @IslamKafahClub maupun Twitter kami di @Islam_Kafah. Tentunya semua ini akan bisa menjadi ladang dakwah untuk anda, bukan?

Ayo, tunggu apa lagi! Silahkan hubungi kami sekarang juga!

 

Barakallahu fiikum…

 Ttd,

Redaksi IslamKafah.Com

%d bloggers like this: