NEWS — September 20, 2019 at 11:27

Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Harus Diamputasi, Ayo Bantu..!!

by
Santri TPQ Melepuh Terperosok Abu Panas, Tangannya Harus Diamputasi, Ayo Bantu..!!

 


KARANGANYAR (Infaq Dakwah Center) –
 Nayla Khanza Dewi, sudah tiga puluh lima hari meringkuk di atas tempat tidur. Rintihan rasa sakit terus terucap dari mulut bocah berusia lima tahun ini. Dari pembaringannya yang bertutup kelambu dan pengap itu, Khanza dirawat keluarga, lantaran luka bakar 40% di separuh tubuhnya.

Ayu Oktaviani (27), dengan nada sedih menceritakan nasib malang yang menimpa putri semata wayangnya. Awalnya, Khanza yang baru pulang sekolah Taman Kanak-kanak (TK) 02 Pandeyan, Karanganyar ini bermain bersama teman-temannya. Tak lama berselang, terdengar jeritan histeris Khanza sambil meminta air, hingga membuat panik keluarga seisi rumah.

“Dia itu mau main sama teman-temannya. Saya sudah bilangin jangan lama-lama nanti ikut ibu pengajian di Masjid. Nggak lama, dia pulang sambil lari masuk ke rumah. Masuk rumah itu sambil teriak-teriak, bu panas, bu panas minta air. Saya lihat tangannya dulu, kok ada luka bakar melepuh. Saya lihat bajunya juga ada yang terbakar, terus saya lihat saat saya lepas, tubuhnya ya Allah melepuh terbakar,” kata Oktaviani kepada Relawan IDC,di rumahnya, Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah Selasa (3/9/2019).

Khanza terperosok ke dalam abu panas dengan bara api yang terletak sekitar 30 meter di belakang rumah, ketika bermain bersama teman-temannya.

Tanpa pikir panjang, Ayu Ibunda Khanza langsung melarikan putrinya ke rumah sakit. Khanza sempat mendapatkan perawatan di RSUD setempat, namun kondisinya tak mengalami kemajuan signifikan. Akhirnya pihak keluarga memutuskan Khanza dibawa pulang dan menjalanirawat jalan ke rumah sakit.

Namun bukannya membaik, kondisi Khanza semakin memprihatinkan. Luka bakarnya hampir membusuk, nanah di mana-mana hingga menjadikan daging tubuh yang terbakar menjadi lengket.

Tak hanya itu, tangan kirinya yang tak berbentuk di mana jari-jarinya mengkerut karena hangus terbakar, terancam diamputasi jika infeksinya menjalar.

Parahnya lagi, saluran kemaluan Khanza harus dipasang selang catheter dan plastik untuk buang air. Hal itu dilakukan agar air seni tak mengotori paha kakinya yang melepuh sehingga memperparah luka bakar.

Demikian pula dampak luka bakar di bagian bokongnya kini semakin parah, dagingnya berair mengelupas dan bernanah. Luka-luka bakar itu membuat Khanza tak bisa beraktifitas, jangankan memakai pakaian, untuk tidur nyaman pun sulit.

BERHARAP KESEMBUHAN UNTUK PUTRI SEMATA WAYANG

Edi Priyatno (33), ayah Khanza hanya seorang buruh pabrik tekstile. Gajinya dibayar per hari, hanya sebesar Rp 60 ribu. Uang sebesar itu, jangankan untuk berobat ke rumah sakit, terkadang untuk makan sehari-hari pun tak cukup.

Apalagi, Ayu Oktaviani, sang istri, kini tak lagi bisa bekerja. Ia hanya fokus merawat putri tercintanya yang tergolek lemah di tempat tidur.

Harapan besar kedua pasangan itu, agar putri tercintanya, Khanza, bisa segera sembuh. Kembali menuntut ilmu sebagai santri TPQ (Taman Pendidikan Al Quran) Rumah Santri Insani Al Ikhlas, Pandeyan, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam benak orang tuanya, Khanza kelak didambakan menjadi putri yang shalihah, penghias pandangan mata, yang mengalirkan pahala di akhirat kelak.

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan : 74).

Edi dan Ayu selama ini telah berusaha peras keringat banting tulang, mencari jalan keluar untuk pengobatan sang buah hati. Hingga akhirnya, mereka meminta bantuan pengobatan melalui IDC.

“Saya berharap dan memohon kepada para donatur Infaq Dakwah Center membantu pengobatan anak saya Khanza. Saya sudah tidak bekerja lagi, hanya fokus merawat anak saya,” tutur Ayu Oktaviani.

Ayo kembalikan senyum ceria Nayla Khanza Dewi, agar putri kecil itu bisa segera sembuh dan kembali beraktifitas seperti sedia kala.

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Seiring keterbatasan ekonomi keluarga, uluran tangan kaum muslimin sangat diharapkan untuk biaya pengobatan Ananda Khanza. Musibah yang dialami Khanza adalah beban kita juga. Karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Bunga-bunga kasih kepedulian kaum Muslimin sangat dibutuhkan untuk membantu pengobatan ananda Khanza, agar segera sehat dan bisa merajut masa depan.

Donasi bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek:  880.218.4108  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek:  712.307.1539  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek:  1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

CATATAN:

    • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 3.000 (tiga ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.003.000,- Rp 503.000,- Rp 203.000,- Rp 103.000,- 53.000,- dan seterusnya.

%d bloggers like this: