Tarbiyatul Aulad, Smarteen, MUSLIMAH — Fri 26 Jan 2018AD at 23:00

Risalah untuk Pemuda: Hukum Pacaran Diluar Nikah

by
Risalah untuk Pemuda: Hukum Pacaran Diluar Nikah

Di tengah masyarakat kita ini masih pada belum mengetahui makna apa hukum pacaran dalam islam. Terutama disaat remaja dan sudah dewasa ini perlu kita jelaskan dengan sebaik mungkin…

Islamkafah.comPacaran biasanya dilakukan untuk menjalin kasih sayang antara kedua pelaku yaitu laki dan perempuan, hanya untuk saling mencintai sesaat aja, namun ada juga yang sudah siap untuk melangsungkan pernikahan. Tapi jika pacarannya sesudah menikah maka tidak ada masalah.

Namun yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana hukum pacaran (yang belum menikah) dalam syariat islam, ini kita sebagai umat muslim wajib untuk mengetahuinya.

Allah berfirman dalm surat Al Israa ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Jadi apa saja yang menjadi pendorong terjadinya perzinahan adalah haram termasuk pacaran karena hampir semua pelakunya akan berakhir dengan zina na’uzubillah, selain itu ada  larangan berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram.

“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki itu menyendiri dengan seorang     perempuan yang bukan muhrim di tempat sepi, karena  pihak yang     ketiganya adalah syaithan.” (hadits riwayat Abu Dawud)

Yang tidak ada hubungan asmara saja dilarang berduaan apalagi yang memiliki hubungan asmara dan gejolak syahwat, kemungkinan besarnya akan berakhir dengan sesuatu yang tidak baik.

Dan yang dirugikan dalam hal ini adalah pihak wanita karena harus menanggung malu karena perbuatan keji tersebut, dan solusi untuk permasalahn pacaran ini adalah MENIKAH, karena ini adalah sunnah Nabi yang dianjurkan bagi para SINGLE untuk menghindari dosa dan memenuhi kebutuhan syahwatnya.

Lalu bagaimana jika belum mampu menikah? Jika belum mampu dan takut terjerumus dosa maka berpuasalah (perbanyak puasa sunnah) karena itu akan menjaga syahwat agar tidak bergejolak dan dapat menundukkan hawa nafsu.

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ! مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah bersabda pada kami: “Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu.” [Muttafaq Alaihi]

Perintah untuk segera menikah ini ditujukan khusus bagi kaum laki-laki karena laki-laki syahwatnya mudah menggebu-gebu sehingga diperintahkan untuk segera menikah jika sudah mampu, namun jika belum mampu hendaklah berpuasa. (HS)

%d bloggers like this: