KAJIAN, Hikmah — June 7, 2019 at 09:58

Risalah Syawwal: Menjaga Semangat Bulan Ramadhan

by
Risalah Syawwal: Menjaga Semangat Bulan Ramadhan

Syawal berarti meningkatkan, oleh karena itu setelah bulan Ramadhan seharusnya kita lebih giat lagi dalam beribadah kepada Allah, bukan hanya semangat musiman…

Islamkafah.com – Ramadhan telah berlalu, namun semangat Ramadhan janganlah ikut berlalu, selama sebulan penuh kita bisa menjaga qiyamur ramadhan, dan tujuan dari ibadah Ramadhan adalah menjadi orang yang bertaqwa.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Al Baqarah : 183)

Taqwa adalah tujuan dari ibadah Ramadhan, jika kita belum bisa menjadi hamba yang bertaqwa dari ibadah Ramadhan berarti kita hanya mendapatkan haus dan lapar saja selama sebulan penuh.

Kita lihat di masjid selama bulan Ramadhan terlihat penuh banyak jama’ahnya, tapi selepas Ramadhan masjid kembali menjadi sepi, ini bukanlah cerminan dari hasil ibadah Ramadhan. Jika ibadah Ramadhan berbekas pada diri umat islam maka hal itu tidak akan terjadi.

Seharusnya antara bulan Ramadhan dan bulan yang lainnya sama dalam hal ibadah, jangan semangat hanya di bulan Ramadhan saja, selepas Ramadhan seharusnya tetap semangat.

Syawwal sendiri memiliki makna peningkatan, maknanya ialah peningkatan dari yang tadinya beriman menjadi bertaqwa setelah melalui ibadah Ramadhan.

Tujuan dari Ibadah puasa Ramadhan adalah untuk meningkatkan derajat menjadi Muttaqien, namun bukan hanya sekedar taqwa yang diinginkan oleh Allah, melainkan taqwa yang sebenar-benarnya taqwa seperti yang tercantum dalam firman Allah:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 102).

Apa yang dimaksud dengan sebenar-benarnya taqwa? Secara istilah taqwa berarti menjalankan perintah Allah dengan  kemampuan yang dimiliki dan menjauhi segala larangan-Nya, contoh sederhana adalah jika kita mampu untuk membaca Al-Qur’an dalam sehari 1 juz maka jangan kita membaca hanya setengah halaman saja.

Kita wajib mengeluarkan segala potensi yang kita miliki untuk beribadah kepada Allah, jangan membohongi diri kita sendiri, inilah yang dimaksud dengan sebenar-benarnya taqwa, mengeluarkan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk beribadah kepada Allah.

Jika kita beribadah hanya untuk menggugurkan kewajiban saja maka kita blm menjadi hamba yang bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa, anak kecil saja bisa bertaqwa namun hanya sebatas ibadah penggugur kewajiban, tidak berdasarkan pada ibadah dengan mengeluarkan segala potensi yang ada.

Jadi kita perlu menjaga semangat Ramadhan dan harus bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa, agar kita selalu berada dalam lindungan Allah. (Abd.N)

%d bloggers like this: