Internasional, NEWS — May 25, 2017 at 20:36

Ramadhan Tahun Ini Jalur Gaza Terancam Berbagai Krisis Berbahaya

by
Ramadhan Tahun Ini Jalur Gaza Terancam Berbagai Krisis Berbahaya

Ramadhan hanya tinggal hitungan jam lagi, umat islam di seluruh dunia menyambutnya dengan gembira, namun berbeda dengan kondisi warga di Jalur Gaza yang sedang mengalami krisis yang sulit yang diakibatkan oleh blokade Zionos Israel dan peraturan Otoritas Palestina yang kontroversial.

GAZA, PALESTINE (Islamkafah.com) – Ramadhan yang selalu kita sambut dengan gembira oleh seluruh umat muslim di dunia dan hanya hitungan jam lagi kita akan menyambut bulan suci Ramadhan tahun 1438 H, namun berbeda dengan kondisi saudara kita di Jalur Gaza Palestina yang mana mereka tengah menghadapi krisis yang memprihatinkan.

Seperti dilansir dari eramuslim.com (25/05) warga di Jalur Gaza harus menghadapi krisis berupa kurangnya pasokan listrik, air dan gaji, hal ini disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor internal yang disebabkan kebijakan kontroversial Mahmoud Abbas dan faktor luar berupa blokade Jalur Gaza yang dilakukan oleh Zionis Israel.

Kebijakan kontroversial Otoritas Mahmoud Abbas yang enggan membayar tagihan listrik di Jalur Gaza, akibatnya selama 40 hari berturut-turut Otoritas listrik Gaza mengumumkan padamnya listrik ke Jalur Gaza dikarenakan bahan bakar untuk pembangkit listrik yang biasa disuplai dari Qatar dan Turki habis.

Belum lagi krisis gaji yang melanda pegawai pemerintahan di Jalur Gaza, untuk pertama kalinya sejak perpecahan barisan internal Palestina tahun 2006 dengan dalih menghentikan perpecahan, Presiden Mahmoud Abbas mengeluarkan kebijakan pengurangan gaji pegawai sebanyak 30-50%. Hal ini juga akan berpengaruh pada ekonomi masyarakat dan daya beli di pasaran akan berkurang secara derastis.

Berdasarkan keterangan Dinas Air  di Jalur Gaza, kondisi air di wilayah Palestina semakin buruk dari segi kualitas dan kuantitas, kandungan garam di air yang dikonsumsi tidaklah baik, biasanya warga menggunakan air tanah namun karena beberapa pompa rusak, warga terpaksa menggunakan air laut yang asin. Dari segi kuantitas jumlah air bersih juga ikut turun drastis, pertahunnya warga perlu 200-220 juta meter kubik air bersih namun kini jumlah itu sangatlah tidak mencukupi.

Akibat blokade yang dilakukan oleh Israel kini Jalur Gaza kesulitan obat-obatan, pangan, bahan bakar, dan berbagai macam kebutuhan pokok lainnya, sehingga banyak pasien yang kekuranagn obat-obatan dan warga menjadi kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok sehari-hari dan dapat mengancam jiwa warga di Jalur Gaza sewaktu-waktu. (AA)