KAJIAN, Hikmah — October 14, 2017 at 23:58

Mau Terus Dapat Pahala Ketika Ada Udzur Menghampiri? Yuk, Simak Artikel Ini!

by
Mau Terus Dapat Pahala Ketika Ada Udzur Menghampiri? Yuk, Simak Artikel Ini!
Inilah indahnya agama Islam yang sangat menghargai amalan shalih yang dikerjakan secara konsisten oleh umatnya…
Islamkafah.com – Jika kita sebagai seorang muslim sering melaksankan amalan ketaatan kepada Allah azza wa jalla pada setiap harinya, baik dengan shalat tepat waktu, berjihad, berdakwah, infaq, sedekah, ribath, dan lain sebagainya maka in shaa Allah tetap akan dicatat pahala ketika kita dalam keadaan sakit. Mengapa? Karena ketika kita sehat, maka in shaa Allah segala aktifitas ketaqwaan tersebut tentunya akan dilaksanakan.

Hal ini sebagaimana sabda dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari, no. 2996).

 

Dari hadits diatas tersebut, Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan, bahwa:

وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فَمَنَعَ مِنْهَا وَكَانَتْ نِيَّته لَوْلَا الْمَانِع أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا

“Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan lantas terhalang dari melakukannya. Padahal ia sudah punya niatan kalau tidak ada yang menghalangi, amalan tersebut akan dijaga rutin.” (Fath Al-Bari, 6: 136).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعَبْدَ إِذَا كَانَ عَلَى طَرِيقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ الْعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ قِيلَ لِلْمَلَكِ الْمُوَكَّلِ بِهِ اكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ إِذَا كَانَ طَلِيقاً حَتَّى أُطْلِقَهُ أَوْ أَكْفِتَهُ إِلَىَّ

Seorang hamba jika ia berada pada jalan yang baik dalam ibadah, kemudian ia sakit, maka dikatakan pada malaikat yang bertugas mencatat amalan, “Tulislah padanya semisal yang ia amalkan rutin jika ia tidak terikat sampai Aku melepasnya atau sampai Aku mencabut nyawanya.” (HR. Ahmad, 2: 203. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih, sedangkan sanad hadits ini hasan)

Hadits-hadits diatas adalah semakin dikuatkan dengan hadits shahih di bawah ini:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari, no. 6465; Muslim, no. 783; dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Barakallahu fiikum. (aus) []

%d bloggers like this: