AQIDAH-AKHLAQ, Kuliah Aqidah, KAJIAN, Hikmah — October 14, 2017 at 21:49

Orang Yang Berputus Asa Dari Rahmat Allah Maka Ia Termasuk Orang Kafir

by
Orang Yang Berputus Asa Dari Rahmat Allah Maka Ia Termasuk Orang Kafir

Seorang yang beriman pasti akan bersusah payah untuk mendapakan rahmat Allah, karena dengan rahmat ini seseorang bisa masuk kedalam surga dan terbebas dari neraka, jika seoarng mukmin sudah enggan mencari rahmat Allah maka keimanan dihatinya sudah hilang. Sudah tidak ada lagi keyakinan tentang surga dan neraka. Dan ini ciri orang kafir.

Islamkafah.com Rahmat Allah perlu kita cari dan kita gapai, dan kita tdak boleh berputus asa dari mencari rahmat Allah tersebut, karena ada ancaman dari Allah bagi yang berputus asa dari Rahmat Allah maka ia termasuk kaum kafir, sebagaimana firmannya dalam surat Yusuf : 86 :

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Allah dengan tegas mengancam orang yang berputus asa dari rahmat Allah termasuk dari golongan kafir, mengapa demikian?

Seorang yang beriman pasti akan bersusah payah untuk mendapakan rahmat Allah, karena dengan rahmat ini seseorang bisa masuk kedalam surga dan terbebas dari neraka, jika seoarng mukmin sudah enggan mencari rahmat Allah maka keimanan dihatinya sudah hilang. Sudah tidak ada lagi keyakinan tentang surga dan neraka. Dan ini ciri orang kafir.

Yakin dan percaya kepada Allah memang dapat membangkitkan harapan. Maka dari itu, kesedihan yang dialami Ya’qûb tidak mampu membuatnya putus asa bahwa kedua anaknya yang hilang pasti akan kembali ke pangkuannya. Nalurinya mengatakan bahwa kedua anaknya itu masih hidup, dan bahwa pertemuannya dengan mereka sudah semakin dekat. Ya’qûb kemudian meminta anak-anaknya pergi ke Mesir mencari kedua anaknya yang hilang itu dengan mengatakan, “Anak-anakku, pergilah kalian ke Mesir dan bergabunglah dengan kakakmu lalu carilah Yûsuf dan saudaranya, Benyamin. Tanyakan kepada orang-orang tentang mereka secara lemah lembut tanpa harus dirasakan orang. Jangan berputus asa terhadap sifat kasih sayang Allah yang pasti akan mengembalikan mereka kepada kita. Sebab, sesungguhnya yang berputus asa terhadap kasih sayang Allah hanyalah orang-orang yang ingkar dan kafir.”

Wallahu ‘Alam (HS)

%d bloggers like this: