AQIDAH-AKHLAQ, Uncategorized, Kuliah Aqidah, Kuliah Akhlaq — June 30, 2018 at 10:12

Nasihat Luqmanul Hakim: Mendidik Anak dengan Hikmah

by
Nasihat Luqmanul Hakim: Mendidik Anak dengan Hikmah

Luqman adalah Hamba Allah yang sholeh yang mampu mengajarkan anaknya menjadi insan yang mulia, cobalah kita ambil pelajaran dari nasehat Lukman pada anaknya, yang mengajarkan Aqidah dan akhlak-akhlak yang luhur.

 

Islamkafah.comKisah Luqman dalam Al Quran sangatlah populer, kisah Luqman ini menjadi contoh untuk mendidik anak kita agar menjadi insan yang mulia, oleh karena itu Allah mencantumkan nama Luqman dalam surat dan ayat di dalam Kitab Al Quran, padahal Luqman bukanah seorang Nabi atau Rasul, Luqman adalah Hamba Allah yang sholeh yang mampu mengajarkan anaknya menjadi insan yang mulia, cobalah kita ambil pelajaran dari nasehat Lukman pada anaknya, yang mengajarkan Aqidah dan akhlak-akhlak yang luhur.

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ اَنِ اشْكُرْ لِلّٰهِ‌ۗ وَمَنْ يَّشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖ‌ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِىٌّ حَمِيْدٌ ١٢

Ayat 12. Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji”.

Dalam ayat tersebut Luqman mendapatkan hikmah berupa rasa syukur pada Allah, dan menolak kufur nikmat pada Allah, karena kufur nikmat akan membawa kerugian yang besar.

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣

Ayat 13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

Pesan atau nasihat pertama yang dsampakan Luqman pada anaknya adalah  agar jangan menyekutukan Allah, ini pesan paling penting yang diwasiatkan pada anaknya, karena syirik merupakan kezhaliman yang besar serta dapat mengeluarkan pelakunya dari islam.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَالِدَيْهِ‌ۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١٤

Ayat 14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun.- Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Selanjutnya adalah berbuat baik pada orang tua karena mereka yang telah melahirkan kita kedunia dan kita wajib bersyukur atau berterima kasih pada mereka karena lewat merekalah rizki Allah diberikan pada kita.

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا‌ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا‌ۖ وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ ‌ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ١٥

Ayat 15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Kita dilarang menaati perintah orang tua dalam hal maksiat pada Allah, serta kita wajib berbuat baik pada mereka meskiput mereka bukan dari golongan orang beriman.

يٰبُنَيَّ اِنَّهَاۤ اِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِيْ صَخْرَةٍ اَوْ فِى السَّمٰوٰتِ اَوْ فِى الْاَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللّٰهُ ‌ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَطِيْفٌ خَبِيْرٌ ١٦

Ayat 16. (Luqman berkata): “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Mahateliti.

Dalam ayat ini Luqman memberikan peringatan pada anaknya bahwa apa yang kita kerjakan Allah akan mengetahuinya, serta nanti di akhirat aka nada balasannya, maka hendaklah selalu berbuat kebaikan, karena kebaikan akan berbuah baik pada hari akhir dan perbuatan buruk kan berbuah buruk juga.

يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَاۤ اَصَابَكَ‌ۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ‌ ١٧

Ayat 17. Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

Setelah urusan aqidah tentang syirik dan berbakti pada orang tua serta peringtan pada anaknya bahwa Allah maha tahu dan melihat barulah Luqman menasehati masalah shalat, karena shalat merupak tiang agama.

Setelah shalat Luqman menasehati anaknya agar berdakwah mengajak manusia kepada perbuatan yang baik (Makruf) serta mencegah dari perbuatan mungkar, dan memberikan nasihat agar bersabar dalam melakukan amar makruf dan nahi mungkar, karena jalan dakwah pastilah tidak mudah akan selalu ada cobaan didalamnya.

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ ١٨

Ayat 18. Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Kemudian nasihat Luqman pada anaknya adalah jangan sombong dan angkuh pada manusia, jadilah manusia yang selalu bermu’amalah dengan baik pada manusia yang lain karena kita adalah makhluk social, dan kita perlu memberikan contoh yang baik bagi yang lain.

وَاقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ‌ۗ اِنَّ اَنْكَرَ الْاَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيْرِ ؑ١٩

Ayat 19. Dan sederhanalah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Selanjutnya adalah masalh akhlak dalam berjalan, janganlah berjalan seprti jalannya orang yang angkuh dan sombong, berjalanlah secara sederhana dan dalam hal berbicara kita harus lemah lembut dengan suara yang tidak tinggi karena suara tinggi aau keras seperti suara keledai. (Abd.N)

%d bloggers like this: