Internasional, NEWS — April 7, 2017 at 21:45

Muslim Rohingya Dibantai, Suu Kyi Masih Sangkal Ada Pembersihan Etnis

by
Muslim Rohingya Dibantai, Suu Kyi Masih Sangkal Ada Pembersihan Etnis

“Saya tidak berpikir ada pembersihan etnis yang terjadi,” kata Suu Kyi dalam sebuah wawancara langka yang disiarkan televisi, Rabu kemarin….

 

YANGON – Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi telah membantah pembersihan etnis Muslim Rohingya, pernyataan yang bertentangan dengan temuan penyelidik PBB yang telah mendapatkan bukti kekejaman oleh pasukan keamanan.

Aung San Suu Kyi telah membantah tentara dan polisi Myanmar telah melakukan pembersihan etnis Muslim Rohingya di Myanmar, ungkap Suu Kyi kepada BBC setelah dewan HAM PBB sepakat untuk menyelidiki tuduhan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan yang dilakukan pasukan keamanan Myanmar, demikian lansir worldbulletin.net, Kamis 6 April.

Beberapa kelompok hak asasi mengatakan ratusan muslim Rohingya tewas dalam tindakan keras militer selama berbulan-bulan setelah serangan mematikan di pos polisi di wilayah perbatasan.

Suu Kyi yang merupakan pemimpin de facto Myanmar, penerima Nobel Laureate yang gigih memperjuangkan demokrasi Myanmar dari tangan junta militer, tidap pernah membela muslim Rohingya, minoritas yang teraniaya. Dia juga tidak mengutuk tindakan keras, yang mana penyelidik PBB mengatakan kemungkinan telah terjadi pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap muslim Rohingya.

“Saya tidak berpikir ada pembersihan etnis yang terjadi,” kata Suu Kyi dalam sebuah wawancara langka yang disiarkan televisi, Rabu kemarin.

“Saya pikir pembersihan etnis adalah ekspresi yang terlalu kuat yang digunakan untuk apa yang terjadi. Ini adalah Muslim membunuh Muslim juga, jika mereka berpikir mereka berkolaborasi dengan pemerintah.”

Bulan lalu dewan HAM PBB sepakat untuk mengirim misi pencari fakta untuk memeriksa tuduhan penyiksaan, pembunuhan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh pasukan pemerintah.

Lebih dari 120 ribu warga Rohingya telah tinggal di kamp-kamp pengungsian sejak konflik agama antara Muslim dengan penganut Budha terjadi di Rakhine pada 2012.

Kekerasan terbaru terhadap komunitas Rohingya terjadi sejak 9 Oktober 2016 lalu. Mereka jadi korban respons militer dan pasukan keamanan atas penyerangan terhadap pos-pos polisi Myanmar di wilayah perbatasan yang menewaskan sejumlah petugas.

Setelah serangan di pos-pos polisi itu, Myanmar meluncurkan operasi militer di Rakhine. Para aktivis HAM dan korban selamat melaporkan banyak warga komunitas Muslim Rohingya dibunuh, dianiaya dan para perempuannya diperkosa. Ratusan warga Rohingya telah melarikan diri untuk mengungsi ke Bangladesh. Tapi, pemerintah dan militer Myanmar menyangkal laporan itu.


Sumber: http://www.muslimdaily.net/berita/muslim-rohingya-dibantai-suu-kyi-masih-sangkal-ada-pembersihan-etnis.html