Nasional, NEWS — September 28, 2019 at 09:19

Mushalla An-Nur Lembah Ciranca, Benteng Aqidah dari Pemurtadan Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

by
Mushalla An-Nur Lembah Ciranca, Benteng Aqidah dari Pemurtadan Terancam Roboh, Ayo Bantu.!!!

 

Mushalla Annur ini didirikan pada tahun 1998 sebagai benteng aqidah dan markas melawan gerakan pemurtadan pendeta dan misionaris asing di Lembah Ciranca Garut. Kini, kondisinya  sangat memprihatinkan, rapuh, reyot dan tidak layak. Dibutuhkan dana 45 juta rupiah untuk merenovasi total dengan tembok permanen supaya ibadah, taklim dan syiar Islam lebih khusyuk dan semarak.
Sisihkan harta untuk investasi properti akhirat. Raih pahala amal jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur. Ayo Bantu Sedekah Jariyah.!!!

 

GARUT, Infaq Dakwah Center (IDC) – Mushalla berukuran 15 meter ini terletak di lembah Ciranca desa Sukamulya Kecamatan Talegong Kabupaten Garut Jawa Barat, menaungi warga yang terdiri dari 48 KK.

Di usia tuanya, kini kondisi mushalla sangat memprihatinkan: tiang kayu dan bilik bambu sudah reyot, lapuk dan keropos dimakan rayap. Dindingnya lapuk, banyak bolong dan atapnya pada bocor. Meski kondisinya sangat tidak layak, namun warga sangat antusias memanfaatkan untuk ibadah, shalat berjamaah, pengajian, dakwah dan taklim. Sebab jarak ke masjid lain cukup jauh dan harus melewati jalan terjal bebatuan sehingga menjadi kendala berat.

Selain itu, warga sangat menghormati mushalla ini karena telah berjasa dan bersejarah dalam memagari aqidah warga. Mushalla ini didirikan 21 tahun silam untuk memagari aqidah warga lembah Ciranca dari gempuran pemurtadan yang dimotori oleh misionaris dan pendeta asing.

“Kondisi mushalla Annur ini berdiri sejak 1998 untuk membentengi akidah umat Islam dan melawan gerakan pemurtadan. Mushalla ini sangat manfaatnya dan sudah melahirkan banyak santri,” ujar Ustadz Ade Rosyidin, tokoh masyarakat Lembah Ciranca.

MUSHOLLA ANNUR BENTENG AQIDAH DARI GEMPURAN KRISTENISASI

Siapa sangka, lembah Ciranca yang terpencil dengan jalan yang curam berbatu itu jadi incaran misionaris asing? Justru lokasi di lembah terpencil dan kondisi masyarakat yang umumnya masuk dalam kategori prasejahtera, dianggap sebagai target empuk misi pengkristenan. Masuklah para misionaris ke lembah Ciranca pada tahun 1997, awalnya melalui kegiatan sosial, tebar sembako gratis dan iming-iming lapangan kerja yang mapan. Warga Ciranca yang seratus persen Muslim pun menyambut dengan baik.

Namun para misionaris ini makin pongah. Ibarat dikasih jari minta tangan, dikasih hati minta jantung. Merasa mendapat tempat, mereka pun menampakkan taringnya dengan membagi-bagikan Alkitab (Bibel) dan buku-buku Kristen berkedok Islam.

“Desa Sukamulya 100 persen muslim, namun di perjalanan waktu para misionaris masuk ke kampung Ciranca yang tujuannya untuk memurtadkan dengan iming-iming materi, pekerjaan dan makanan tertentu. Masyarakat pun menolak dan tidak setuju karena itu perbuatan menyimpang dan murtad. Makanya kami bergerak mencegah hal itu,” papar Rajikartiwa, tokoh yang menjabat sebagai lurah pada tahun 2000-2009.

Amarah warga terhadap sepak terjang para misionaris pun bergolak ketika ada salah seorang warga berhasil dimurtadkan menjadi pendeta dengan bujuk rayu beasiswa Kristen. Bahkan ia dijadikan ujung tombak untuk melancarkan misi pemurtadan di tanah kelahirannya itu.

“Di sini pemurtadan bukan hanya isu tapi sudah kenyataan karena sudah ada warga desa yang murtad menjadi pendeta yang dijadikan peluru untuk memurtadkan masyarakat sini. Alhamdulillah berkat kesigapan masyarakat akhirnya bisa dihalau dan terusir karena masyarakat sini menolak. Mereka betul-betul mengganggu masyarakat yang sudah damai,” tandasnya.

Gencarnya misi pemurtadan itu membangkitkan militansi dan ukhuwah di antara para tokoh, ulama dan masyarakat di kampung Ciranca untuk berjihad sekuat tenaga membendung pemurtadan. Salah satu upaya fundamentalnya adalah mendirikan Mushalla Annur, sebagai markas dakwah, benteng aqidah dan pembinaan masyarakat Ciranca, sehingga warga tidak tertipu oleh bujuk rayu misionaris.

“Untuk membendung pemurtadan, didirikanlah mushalla ini sebagai benteng pertahanan aqidah masyarakat. Sesuai namanya ‘Annur,’ alhamdulillah masyarakat tersinari hatinya dengan kebenaran Ilahi. Mushalla benar-benar menjadi tempat rujukan mengkaji ilmu agama, shalat, ibadah dan pendalaman syariat Islam,” ujar Ustadz Uu Rahmat, Ketua Majelis Ulama (MUI) Desa Sukamulya yang juga Ketua MKD Pagar Aqidah Kabupaten Garut.

INVESTASI AKHIRAT: PAHALA MENGALIR TIADA AKHIT, DAPATKAN ISTANA DI SURGA

Karena begitu besarnya peran Mushalla Annur dalam penguatan aqidah, menangkal pemurtadan, menghidupkan semangat beribadah dan berislam, warga sangat berharap agar Mushalla Annur direnovasi dan diperluas dengan bangunan permanen yang layak.

“Masyarakat sangat mendambakan mushalla yang layak digunakan ibadah yang tumakninah. Insya Allah masyarakat sini siap memakmurkannya,” pangkas lurah Rajikartiwa.

Untuk merenovasi mushalla Annur ini, diperlukan dana sekitar Rp 45.000.000 (empat puluh lima juta rupiah).

Mari sisihkan harta amal jariyah untuk mewujudkan mushalla permanen di kampung Ciranca Talegong ini. Insya Allah jadi investasi akhirat yang pahala terus mengalir tak terbatas umur. Wakafkan sebagian harta untuk membangun mushalla, agar kelak dibalas Allah dengan sebuah istana di Surga.

INVESTASI ABADI: PAHALANYA TERUS MENGALIR TAK TERBATAS UMUR

Masjid adalah tempat yang paling mulia di muka bumi, tempat terpancarnya syiar Islam, tempat untuk mengagungkan nama Allah dalam sujud dan rukuk. Dari masjid dibangun kebersamaan kaum muslimin melalui shalat jamaah, madrasah dan majlis ilmu bagi kaum muslimin.

Berbahagialah kaum Muslimin yang menginfakkan hartanya sebagai investasi akhirat untuk sedekah jariyah. Hartanya menjadi shadaqah jariyah yang pahalanya terus mengalir tidak pernah putus meski orang yang berinfak telah wafat. Apalagi bila mushalla tersebut dari waktu ke waktu dihidupkan berbagai aktivitas ibadah, dakwah dan thalabul ilmi. Tak bisa dihitung berapa limpahan pahala yang mengalir setiap saat.

Rasulullah SAW menyampaikan kabar gembira tentang keutamaan shadaqah jariyah sebagai infaq yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia:

إذَا مَاتَ الإنسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ اَو عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, اَووَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ

“Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya” (HR Muslim).

…Barangsiapa membangun masjid karena Allah walau sebesar sarang burung atau lebih kecil, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga..

CARA CERDAS MEMBELI PROPERTY/ISTANA DI SURGA

Lebih spesifik lagi, Rasulullah SAW menggaransi bagi orang yang membangun masjid, maka Allah Ta’ala akan membangun baginya rumah di surga:

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun sebuah masjid karena mengharapkan keridhaan Allah SWT, maka Allah akan membangun untuknya sebuah istana yang semisalnya di surga” (HR Bukhari dan Muslim).

Bila membangun rumah di dunia dibutuhkan dana ratusan juta bahkan miliaran dengan memakan waktu berbulan-bulan. Padahal itu hanyalah rumah sementara, yang tak lama akan ditinggalkan.

Sementara untuk mendapatkan property/rumah di surga yang kenikmatan dan dan kemewahannya tak bisa dibayangkan, cukup ditempuh dengan modal membangun masjid walaupun hanya sebesar sarang burung, atau dengan ikut andil dalam pembangunan masjid di dunia. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membangun masjid karena Allah sebesar sarang burung atau lebih kecil, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga” (HR Ibnu Majah dari Jabir bin Abdullah, dishahihkan oleh Al-Albany).

Infaq untuk renovasi Mushalla An-Nur Lembah Ciranca Garut, bisa disalurkan melalui program “Infaq Jariyah” ke Rekening IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605 a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek: 880.218.4108 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek: 712.307.1539 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek: 1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300 a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497 a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC).

CATATAN:

  • Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 4.000 (empat ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.004.000,- Rp 504.000,- Rp 204.000,- Rp 104.000,- 54.000,- dan seterusnya.
  • Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: www.infaqdakwahcenter.com.
  • Bila biaya sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  • DETAIL: http://www.infaqdakwahcenter.com/read/idc/768/mushalla-ciranca/
  • VIDEO: https://youtu.be/e9mowc62ppM  
  • INFO: 08122.700020 – 08567.700020

%d bloggers like this: