Ibadah, Muamalah, FIQIH — November 23, 2017 at 23:30

Menyikapi Fenomena Ikhtilath di Group-group Whats App yang Diharamkan dalam Syari’at

by
Menyikapi Fenomena Ikhtilath di Group-group Whats App yang Diharamkan dalam Syari’at

Group whatsApp telah banyak menjadi sebuah group maksiat…

Islamkafah.com – Kita dapati di zaman ini, semakin banyak mereka yang tidak takut dengan Adzab Allah azza wa jalla. Banyak sekali kemaksiatan yang dihalalkan dalam syari’at Islam dan merupakan sebuah kehancuran di tubuh kaum muslimin, perlahan-lahan tapi pasti.

Misalnya, dalam era tekhnologi canggih seperti ini. Kita dapati banyak group-group what’s App yang ber-ikhtilath. Campur baur lelaki dan wanita yang diharamkan dalam syari’at Islam. Meskipun urusan group pertemanan sekolah, reuni, kerjaan, bahkan keluarga besar antar sepupu yang bukan mahram, ipar dengan ipar sudah kita dapati banyak terjadi.

Dan, banyak mereka yang apabila diingatkan tentang perkara ini, mereka justru terjebak kedalam penghalalan perbuatan maksiat yang bisa menyebakan seorang itu menjadi kufur!

Allah azza wa jalla, berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ

Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim)

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ

Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171).

Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740).

Semoga sedikit ini dapat bermnanfaat untuk seluruh pembaca Islamkafah.com yang selalu setia meanti update rilisan kami. (aus) []