Nasional, NEWS — June 8, 2017 at 00:47

Mengenal Masjid Al-Bakhri, Masjid Berbentuk Kapal Sungguhan di Jawa Barat!

by
Mengenal Masjid Al-Bakhri, Masjid Berbentuk Kapal Sungguhan di Jawa Barat!

UNIK. Itulah satu kata yang tepat jika kita baru pertama kali melihat dan berkunjung ke Cimahi, Jawa Barat tepatnya di masjid Al-Bakhri, sebuah masjid yang terbilang cukup “aneh” ketimbang masjid yang lainnya di Indonesia dikarenakan bentuknya yang terinspirasi dari kapan Nabi Nuh -Alaihissalam-….

CIMAHI, JABAR (Islamkafah.com) Masjid Al-Bakhri, sebuah masjid yang dibangun oleh seorang mantan Nahkoda yang bernama alm. Haji Budianto ini memang dikabarkan cukup menyita perhatian banyak orang. Hal ini lantaran masjid ini tidak berbentuk seperti kebanyakan masjid, akan tetapi dibuat dengan berbentuk bagaikan kapal sungguhan.

Masjid Al-Bakhrii (Tampak samping)
Masjid Al-Bakhrii (Tampak samping)

Namun, meski bentuknya “aneh”, masjid ini tetaplah berfungsi seperti layaknya masjid-masjid pada umumnya, yakni digunakan untuk shalat lima waktu dan juga kegiatan ke-Islaman lainnya. Hanya saja perbedaanya dengan masjid yang lain adalah ornamen serta perabotan didalamnya terbilang unik karena terdapat beberapa hiasan-hiasan seperti pelampung, jangkar, juga mesin operasi kapal yang ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal hingga mancanegara.

Mesin Operasi Kapal (Didalam masjid Al-Bakhrii)
Mesin Operasi Kapal (Didalam masjid Al-Bakhrii)

Seperti dilansir dari Islampos.com pada (05/06) dalam rilisannya, bahwa masjid ini pernah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang berasal dari negeri jiran, malaysia.

“Yang datang bukan hanya masyarakat Jawa Barat, dari luar negeri juga ada, dari Malaysia pernah datang,” tutur Budi selaku pengurus masjid Al Bakhri.

Tidak lupa diatap masjid terdapat alat penangkap radar bagaikan kapal sunguhan yang sedang berlayar. Serta tulisan Laa Illaha Illaah, Muhammadur Rasulullah juga menjadi salah satu yang tidak dilupakan untuk menandakan bahwa kapal ini benar-benar berfungsi sebagai masjid pada umumnya.

Didalam masjid Al-Bakhri ini, terdapat ornamen buatan berbentuk Ka’bah yang biasanya digunakan dan dimanfaatkan oleh jamaah dalam kegiatan manasik haji.

Masjid Al-Bakhri (Tampak depan)
Masjid Jami’ Al-Bakhri (Tampak depan)

Ia (Budi) menuturkan bahwa masjid ini tidak digunakan sebagai tempat wisata, akan tetapi masjid yang wajib kaum muslimin untuk memakmurkannya. Hal ini dikuatkan bahwa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memberikan syarat wajib bagi masyarakat yang hendak melihat-lihat masjid minimal harus menjalankan shalat dua rakaat terlebih dahulu (Tahiyatul Masjid).

“Kita berharap para pengunjung tidak hanya melihat keunikan masjid namun juga bisa memakmurkan masjid,” Ujar Budi menambahkan. (AUS)