Tarbiyatul Aulad, MUSLIMAH — July 24, 2017 at 21:15

Mengenal dan Menunaikan Hak-hak Kedua Orang Tua Atas Anak Kandungnya!

by
Mengenal dan Menunaikan Hak-hak Kedua Orang Tua Atas Anak Kandungnya!

Durhaka kepada orang tua adalah sebuah dosa besar yang mustinya kita segera menghindarinya sejauh mungkin. Karena, dosa ini membuat Allah murka terhadap pelakunya, waiyyadubilllahi.

 

Islamkafah.com – Akhir-akhir ini banyak sekali pemandangan ataupun cerita tentang anak yang durhaka kepada orang tuanya. Baik itu cerita dari masyarakat, ataupun melalui berita-berita yang tersebar di media-media maupun Sosial media. Banyaknya tingkat kedurhakaan ini tidak lain dan tidak bukan adalah faktor pendidikan yang kurang tepat dari orang tuanya kepada anaknya.

Apabila kita menalaah sistem pendidikan terutama di Indonesia, akan kita dapati betapa banyaknya pelajaran-pelajaran umum yang harus diberikan dan diserap oleh siswa-siswinya, dan hanya menyisakan sebagaian kecil waktu dan jam untuk pelajaran agama.

Tentu ini berbeda dengan pola pikir yang lurus, yang berdasarkan manhaj Ahlussunah wal ajama’ah dalam persoal Tarbiyatul Aulad (Pendidikan Anak). Dalam agama Islam, Tarbiyatul Aulad sangat begitu diperhatikan dengan maximal, serta pelajaran umum hanya diberikan dengan sangat minim. Pendidikan Islam untuk anak sangat diperhatikan betul. Mulai dari siapa guru yang mengajar, bagaimana progres dan  perkembangan belajar sang murid ditinjau dari pemahaman dan pendidikan yang sesuai nabi Muhammad -Shallalalhu ‘alaihi wassalam-, dan lain sebagainya. Semuanya ini hanya untuk menjadi anak sebagai hamba Allah yang shalih yang memahami manhaj Islam yang benar, dan tidak menyimpang dalam kesesatan.

Dengan tidaknya adanya sistem pendidikan Islam yang baik, maka sudah dipastikan para pemuda-pemuda akan banyak yang terjerumus dalam lembah kemaksiatan, kedurhakaan, kekafiran, kemusyrikan, kemunafikan serta kemurtadaan.

Waiyyadubillahi.

Maka dari itu, marilah mulai sekarang kita sebagai hamba Allah Ta’ala yang mempunyai kewajiban mengikuti perintah Allah ta’ala dengan sadar dan penuh kerelaan serta tanggung jawab, benar-benar mengikuti perintah Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala, berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24) رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا (25)

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’ Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (QS Al-Isra’ : 23-25)

Lihatlah dengan jelas, bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Lantas, pertanyaannya bagaimana mungkin kita bisa berbuat baik kalau kita tidak tahu bagaimana cara kita berbuat baik kepada mereka?

Sebenarnya, jawaban dari pertanyaan diatsa begitu mudah. Yakni, ketika kita mau berbuat baik kepada kedua orang tua kita, maka sebaiknya dan sudah seharusnya kita mengetahui hak-hak orang tua atas diri kita sebagai anak.

Berikut hak-hak tersebut:

  1. Wajib berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua, serta mentaati keduanya dalam hal ma’ruf, kecuali perintah yang menjurumuskan kita dalam bermaksiat kepada Allah Azza wa Jalla.
  2. Tidak boleh durhaka, apalagi memaki mereka berdua.
  3. Menyambung hubungan dengan mereka berdua, mengunjunginya, dan tidak memutus hubungan dengan keduanya.
  4. Tidak berjihad tanoa izin dari mereka berdua, apabila jihad belum menjadi fardhu ‘ain hukumnya dan mobilisasi umum belum terjadi.
  5. Menyambung hubungan dengan teman-teman dekat mereka, serta menyambung hubungan dengan orang-orang yang tersambung hubungannya dengan mereka berdua sebelum mereka berdua meninggal dunia.
  6. Memuliakan teman-teman akrab mereka.
  7. Menunaikan janji mereka sesudah mereka meninggal dunia.
  8. Memohonkan ampunan untuk mereka berdua sesudah keduanya meninggal dunia

Nah, pembaca Islamkafah.com dimanapun anda berada, itulah pembahasan singkat tentang Hak-hak kedua orang tua yang sudah semestinya kita wajib untuk menunaikannya. Semoga tulisan yang sedikit ini bermanfaat, dan dapat menjadi sebuah cambukan dan sarana lewatnya hidayah Allah Ta’ala kepada anda sekalin. Barakallahu Fiikum.

Wallahu A’lam. (SS)