Tafsir Hadits, Tafsir Quran, KAJIAN, Hikmah — May 26, 2018 at 10:17

Memberantas Kemaksiatan yang Berada di Lingkungan Sekitar Kita

by
Memberantas Kemaksiatan yang Berada di Lingkungan Sekitar Kita

Bila kita tahu di negeri kita, daerah kita dan kampung kita ada penyakit masyarakat berupa muncul dan menyebarnya perzinaan dengan segala bentuknya seperti LGBT dan lainnya maka kita tidak boleh tinggal diam. Kemaksiatan dan kemungkaran itu wajib diberantas. Kalu tidak, maka adzab Allah mengancam kita semua.

 

Allah swt. mengembang biakkan manusia dan binatang melalui hubungan biologisnya. Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, binatang bebas melakukan apa yang dikehendakinya sebab binatang tidak diberi akal dan tidak punya rasa malu. Berbeda halnya dengan manusia yang diberi akal dan rasa malu serta sopan santun yang diatur didalam syari’at yang berdasarkan wahyu dari Allah swt.

Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, manusia harus melalui pernikahan yang diatur menurut syari’at. Bila manusia memenuhi kebutuhan seksualnya bertentangan dengan aturan syari’at Allah, maka itu namanya zina. Hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Firman Allah :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَّ سَاءَ سَبِيْلًا . (الإسراء : ٣٢).

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17 : 32).

Zina itu disebut perbuatan keji karena :

  1. Dapat menimbulkan permusuhan, bahkan perkelahian dan pembunuhan.
  2. Melahirkan anak yang tidak jelas asal-usulnya.
  3. Menghilangkan hak waris.
  4. Menimbulkan rasa malu dan aib yang menjatuhkan martabat manusia ke martabat binatang.
  5. Mendatangkan adzab Allah.

Sanksi hukum bagi pelaku zina telah dijelaskan didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Firman Allah :

An-Nur :2

“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali. Dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekelompok orang-orang beriman” (QS. 24 : 2)

Sabda Rasulullah saw. :

١- البكر بالبكر جلد مائة و نفي سنة و الثيّب بالثيّب جلد مائة و الرجم (صحيح مسلم بشرح النووى ٣ : ١٣١٦).

٢- الثيّب جلد مائة ثمّ رجم بالحجارة و البكر جلد مائة ثمّ نفي سنة (صحيح مسلم بشرح النووى ٣ : ١٣١٧).

٣- البكر يجلد و ينفى و الثيّب يجلد و يرجم (صحيح مسلم بشرح النووى ٣ : ١٣١٧).

Berdasarkan ayat dan hadits tadi maka hukuman bagi pelaku zina yang belum menikah adalah didera seratus kali dan dibuang selama satu tahun, sedangkan pelaku zina yang pernah menikah didera seratus kali dan dirajam dengan batu sampai mati.

Hukuman demikian juga terdapat didalam kitab Tauratnya orang Yahudi dan Injilnya orang Kristen. (Im. 20:10 ; Ul. 22:22-24 ; Yoh. 8:3-5). Bahkan Injilnya orang Kristen menyebutkan bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya berarti berzina, sehingga matanya harus dicungkil dan dibuangnya sendiri (Mat. 5:28-29).

Hari ini para pezina dan para pendukungnya sudah tidak malu-malu lagi bahkan dengan bangga mereka mengkampanyekan aktifitas komunitas “Lesbian, Gay, Biseksual, dan Trangender” (LGBT) nya. Sebenarnya para pelaku kebejatan ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu, yaitu sejak zaman Nabi Luth as. Nabi Luth as. diutus untuk berdakwah kepada penduduk Sodom dan Gomorah yang gemar melakukan lesbian dan homoseksual. Beliau menyeru kaum itu agar bertaubat, tetapi mereka menolak dan menantang turunnya adzab. Akhirnya Allah menyiksa kaum itu, sebagaimana firmannya:

Hud:84

“Maka ketika keputusan kami datang, kami menjungkir balikkan negeri kaum Luth, dan kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar” (QS. 11 : 82)

Kitab Tauratnya orang Yahudi dan Kristen menyebutkan peristiwa itu dalam kitab Kejadian 19 : 24-28. Tetapi ayat 30-38 dari kitab itu berisi fitnah yang sangat keji terhadap Nabi Luth as. disana disebutkan bahwa Nabi Luth berzina dengan dua orang putrinya. Ini adalah suatu indikasi bahwa kitab Taurat itu telah dipalsukan, sebagaimana telah disebutkan didalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 75 dan 79. Bahkan kitab Taurat itu pun telah menyebutkan kepalsuannya sendiri, sebagaimana disebutkan dalam kitab Yeremia 8:8 : “Bagaimanakah kamu berani berkata : kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat Tuhan ? Sesungguhya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong”.

Bila kita tahu di negeri kita, daerah kita dan kampung kita ada penyakit masyarakat berupa muncul dan menyebarnya perzinaan dengan segala bentuknya seperti LGBT dan lainnya maka kita tidak boleh tinggal diam. Kemaksiatan dan kemungkaran itu wajib diberantas. Kalu tidak, maka adzab Allah mengancam kita semua. Rasulullah saw. bersabda :

إذا ظهر الزّنا و الرّبا في قرية فقد احلّوا بأنفسهم عذاب الله (طب ك) عن ابن عباس (صح ؛ ترجمة الجامع الصغير ١ : ٢٢٣ رقم ٧٤٨).

 “Apabila telah terang-terangan zina dan riba di satu negeri, maka mereka telah mengharuskan adzab Allah pada diri mereka”. (HSR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim ; Terjemah Al-Jaami’ush Shaghier no. 748).

Jadi, kita wajib mencegah dan memberantas kemaksiatan dan kemungkaran itu bukan hanya karena dosa yang ditanggung oleh pelakunya saja, tetapi karena mendatangkan bencana dan adzab Allah yang tidak hanya menimpa para pelaku maksiat itu, tetapi juga menimpa orang lain yang tidak ikut berbuat. Firman Allah :

Al-anfal 25

“Wahai kaum mukminin, hendaklah kalian menjauhkan diri dari adzab yang tidak hanya akan menimpa orang-orang zhalim diantara kalian, tetapi juga menimpa orang-orang shaleh yang berada ditengah mereka. Ketahuilah bahwa adzab Allah itu sangat keras” (QS. 8 : 25 ; “Tarjamah Tafsiriyah” : 181). (Abd.N)

%d bloggers like this: