Ibadah, Konsultasi Agama, FIQIH — August 3, 2018 at 08:34

Mampu Berqurban Tetapi Tidak Mengeluarkan Qurban Bagaimana Hukumnya?

by
Mampu Berqurban Tetapi Tidak Mengeluarkan Qurban Bagaimana Hukumnya?

Kita melihat Masyarakat kita banyak yang memiliki barang yang serba mahal mulai dari smartphone hingga sepeda motor nilainya lebih mahal dari harga hewan qurban, tapi masih banyak yang belum tergerak untuk berqurban…

Islamkafah.com – Hukum berqurban adalah sunah muakkadah menurut pendapat yang kuat (rajih). Inilah pendapat yang dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur). Sehingga orang yang meninggalkannya tidak berdosa. Hanya saja, para ulama mewanti-wanti kepada mereka yang mampu kemudian tidak berqurban, bahwa mereka telah melakukan perbuatan yang sangat makruh.

Sebagian ulama berpandangan wajib untuk yang berkemampuan. Mereka berdalil dengan hadis,

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Pendapat ini dipegang oleh mazhab Hanafi.

Umumnya para ulama (jumhur), yaitu mazhab Al-Malikiyah, Asy-syafi’iyah dan Al-Hanabilah berpendapat bahwa hukum menyembelih hewan qurban bukan merupakan kewajiban, melainkan hukumnya sunnah.

Karena ada banyak dalil yang menunjukkan bahwa jenis ibadah ini memang sunnah. Di antaranya adalah hadits-hdits berikut ini:

a. Hadits Rasulullah SAW :

إِذَا دَخَل الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ بَشَرِهِ شَيْئًا

Bila telah memasuki 10 (hari bulan Zulhijjah) dan seseorang ingin berqurban, maka janganlah dia ganggu rambut qurbannya dan kuku-kukunya. (HR. Muslim dan lainnya)

Dalam hal ini perkataan Rasulullah SAW bahwa seseorang ingin berkurban menunjukkan bahwa hukum berkurban itu diserahkan kepada kemauan seseorang, artinya tidak menjadi wajib melaikan sunnah. Kalau hukumnya wajib, maka tidak disebutkan kalau berkeinginan.

ثَلاَثٌ هُنَّ عَلَيَّ فَرَائِضَ وَهُنَّ لَكُمْ تَطَوُّع: الوِتْرُ وَالنَّحْرُ وَصَلاَةُ الضُّحَى

Tiga perkara yang bagiku hukumnya fardhu tapi bagi kalian hukumnya tathawwu’ (sunnah), yaitu shalat witir, menyembelih udhiyah dan shalat dhuha. (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

b. Perbuatan Abu Bakar dan Umar

Dalil lainnya adalah atsar dari Abu Bakar dan Umar bahwa mereka berdua tidak melaksanakan penyembelihan hewan qurban dalam satu atau dua tahun, karena takut dianggap menjadi kewajiban.

Dan hal itu tidak mendapatkan penentangan dari para shahabat yang lainnya. Atsar ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi.

Berdasarkan dalil yang ada dapat disimpulkan bahwa hukum qurban adalah Sunnah muakkadah atau Sunnah yang sangat dianjurkan bahkan mendekati wajib, sehingga meninggalkannya juga merupakan suatu berbuatan yang mendekati haram apalagi bagi yang mampu.

Di zaman sekarang, terkadang ada orang yang wisatanya ke luar negeri, uangnya banyak, hartanya berlimpah, beli apapun tinggal tunjuk, tapi begitu tiba idul adha, ia tidak berqurban. Betapa terhinanya di hadapan Allah.

Kita yang tidak terlalu kaya, tidakkah kita mampu berqurban? Kita yang bisa menjawabnya sendiri. Namun jika beli iPhone bisa, beli Samsung Galaxy S terbaru bisa, pantaskah kita disebut tidak mampu berqurban?(Abd.N)

%d bloggers like this: