NEWS — August 15, 2019 at 16:13

Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

by
Lahir Prematur, Anak Ustadz Pesantren Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!!

.

Sudah 6 hari Khaulah Kamilah tergolek kritis di rumah sakit. Ia terlahir prematur dengan nafas terganggu, paru-paru belum sempurna, dan mengidap infeksi darah. Ustadz Fadhil, sang ayah adalah guru pesantren Tahfizh Al-Qur’an dan dai di daerah rawan pemurtadan. AYO BANTU..!!!

 

BEKASI, Infaq Dakwah Center (IDC) – Sudah enam hari balita Khaulah Athiya Kamilah tergolek lemah di ruang perinatologi rumah sakit Anna Bekasi. Jabang bayi prematur yang baru berusia 6 hari ini bertarung nyawa dengan banyak selang medis menancap di mulut, kaki, tangan dan kedua hidungnya.

Lahir prematur pada Kamis siang (8/8/2019) saat usia kandungannya baru berusia 31 pekan (7 bulan), Khaulah langsung dipisahkan dari pelukan sang ibu. Belum sempat dilihat oleh Saidah Fidinillah, sang bunda, ia langsung dipindahkan ke ruang Perinatologi untuk mendapat perawatan khusus. Berbagai alat perawatan khusus langsung dipasang untuk menolong nyawanya.

Kondisinya kritis dengan gangguan pernafasan karena paru-parunya belum terbentuk berkembang sempurna – dalam istilah medis disebut hyaline membrane disease (HMD). Selain itu, dari hasil cek laboratorium, dalam darahnya terdapat infeksi (sepsis neonatorum). Ia juga belum bisa menerima asi karena lambungnya masih mengeluarkan cairan.

Hingga berita ini diturunkan, Khaulah masih di tabung inkubator untuk membantu menjaga stabilitas suhu agar tidak turun drastis (hypothermia). Untuk bernafas pun ia harus dibantu alat pernafasan dan bantuan oksigen.

Sehari pasca melahirkan, sang ibu sudah diperbolehkan pulang. Namun sang bayi harus tetap tinggal di rumah sakit untuk menjalani perawatan khusus dan belum ada kejelasan kapan kondisinya membaik, normal dan bisa di bawa pulang.

Tagihan pun mencapai hingga 20 juta rupiah dan akan terus  melonjak karena belum bisa dipastikan kapan Khaulah sehat dan diizinkan pulang.

…Tagihan mencapai 20 juta dan terus  melonjak karena belum bisa dipastikan kapan Khaulah sehan dan bisa pulang…

SANG AYAH AKTIVIS DAKWAH DAN USTADZ PONDOK TAHFIZH QUR’AN

Ustadz Fadhil Kamil, sang ayah adalah aktivis dakwah yang mengabdikan ilmunya untuk pendidikan, dakwah dan tahfizul Qur’an. Beberapa amanah dakwah yang dipikulnya, antara lain: penanggungjawab kesantrian di Pondok Pesantren Al-Itqan Bekasi, Relawan Guru Rumah Qur’an di daerah rawan kristenisasi Bekasi.

Di tengah kesibukan dakwah dan mengajar agama, ia harus pontang-panting ke rumah sakit mengurus keperluan buah hatinya. Ia upayakan ikhtiar dan tawakkal setinggi mungkin untuk keselamatan bayi Khaulah.

Saat ini, selain mengkhawatirkan kondisi sang bayi, ia juga mengkhawatirkan biaya pengobatannya yang tinggi dan terus melonjak, sementara ia tidak punya kartu BPJS.

“Sebenarnya sudah saya siapkan dana untuk persalinan anak saya ini. Qadarullah anak saya lahir prematur dan perlu banyak biaya, padahal dana yang saya persiapkan hanya cukup untuk persalinan normal,” ujarnya kepada Relawan IDC yang membezuknya di rumah sakit.

Meski sangat sedih karena hingga satu pekan persalinan belum pernah membelai dan melihat bayi yang dilahirkannya, Saidah bersyukur anaknya lahir normal.

“Alhamdulillah lahirannya normal berat bayi 1,76 kg dan panjang 40 sentimeter. Perasaan saya sedih sekali karena dari awal tidak sempat gendong dan gak bisa merawanya. Semoga Allah memberikan kesehatan dan gak terjadi apa-apa,” tuturnya kepada Relawan IDC, Senin (12/8/2019).

Namun ia belum tahu solusi biaya rumah sakit yang melonjak terus, meski suaminya sudah ikhtiar mati-matian.

“Biaya rumah sakit besar banget buat kami. Baru dua hari saja tagihan sudah 7 juta, dan terus nambah lagi. Kami sempat cari alternatif lain supaya biayanya gak terlalu besar, tapi kami juga ingin yang terbaik,” tuturnya sambil berurai air mata.

 

INFAQ DARURAT PEDULI KASIH SESAMA MUSLIM

Seiring keterbatasan ekonomi keluarga, uluran tangan kaum muslimin sangat diharapkan untuk biaya pengobatan bayi Khaulah Kamilah. Beban hidup bayi prematur ini adalah beban kita juga. Karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Bunga-bunga kasih kepedulian kaum Muslimin sangat dibutuhkan untuk membantu pengobatan ananada Khaulah Athiya Kamilah, agar kelak tumbuh sehat dan kuat jadi generasi pejuang dakwah Islam.

 

Donasi untuk membantu bayi Khaulah bisa disalurkan melalui program INFAQ DARURAT:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek:  880.218.4108  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek:  712.307.1539  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek:  1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

CATATAN:

%d bloggers like this: