Salafus Shalih, Inspiratif — November 17, 2020 at 16:27

Kisah Teladan Orang Saleh : Kejujuran Yunus bin Ubaid

by
Kisah Teladan Orang Saleh : Kejujuran Yunus bin Ubaid

 

KEJUJURAN SAUDAGAR PERHIASAN

Suatu hari, di zaman tabiin, seorang saudagar perhiasan bernama Yunus bin Ubaid meminta tolong kepada saudaranya untuk menjaga toko, karena ia hendak ke masjid menunaikan salat berjamaah. Tidak berapa lama setelah Yunus berangkat ke masjid, datanglah seorang badui hendak membeli perhiasan. Setelah melihat-lihat perhiasan yang ada, badui itu menjatuhkan pilihan pada sebuah permata, yang kemudian dibayarnya seharga 400 dirham. Setelah membayar dan menerima permata tersebut, si badui meninggalkan toko perhiasan.

Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Yunus bin Ubaid yang baru saja pulang dari masjid. Yunus melihat di tangan badu itu ada permata yang sangat dikenalnya, karena ia memang barang dagangan di toko miliknya. Yunus kemudian menghampiri badui itu dan bertanya kepadanya, “Wahai saudara, berapa harga permata ini engkau beli?” “400 dirham” jawab badui itu singkat. “Saudara, harga permata ini sebenarnya hanya 200 dirham. Mari kita kembali ke toko kami agar engkau mendapatkan uang kembalian yang menjadi hakmu. Aku adalah pemilik toko perhiasan tempat engkau membeli permata ini.”

“Tidak perlu, Tuan. Aku sudah merasa senang dengan harga 400 dirham itu. Sebab, di tempatku harga permata seperti ini paling murah adalah 500 dirham.” Tetapi Yunus bin Ubaid tetap mendesaknya agar bersedia kembali ke tokonya. Di sana, kemudian Yunus mengembalikan uang 200 dirham kepada badui itu. Setelah si badui meninggalkan tokonya, Yunus lalu berkata kepada saudaranya, “Wahai saudaraku, apakah engkau tidak malu dan takut kepada Allah atas apa yang telah engkau lakukan terhadap badui tadi. Engkau telah menjual barang seharga dua kali lipat dari harga yang semestinya?” Dengan kepala tertunduk, saudaranya itu mencoba membela diri, “Tapi, ia sendiri yang mau membeli dengan harga 400 dirham.”

Yunus bin Ubaid berkata lagi, “Ya, namun tidakkah engkau tahu bahwa di pundak kita terpikul satu amanah untuk memperlakukan saudara kita seperti memperlakukan diri kita sendiri?” Seandainya dunia ini terdiri atas orang-orang seperti Yunus bin Ubaid, tentulah umat ini akan tenteram dalam hidup mereka.

HIKMAH

Sejak kecil Rasulullah diberi gelar al-amin oleh kaumnya. Beliau memperoleh gelar itu karena beliau tidak pernah berbohong dan selalu jujur terhadap apa yang diamanatkan orang kepada beliau. Rasulullah sangat menyukai orang -orang jujur, dan beliau adalah seseorang yang terkenal sangat jujur. Beliau tidak pernah membohongi para konsumen. Beliau juga tidak pernah memoles kata atau mengubah barang yang kualitasnya buruk menjadi baik agar dagangan beliau laku terjual. Ternyata sifat jujur Rasulullah ini diwarisi oleg salah seorang umatnya bernama Yunus bin Ubaid. Meski ia tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah, kejujuran beliau diwarisinya. Yunus sadar bahwa tujuan berdagang yang diajarkan Rasulullah tidak untuk memperoleh keberuntungan semata. Mengambil keuntungan dalam berdagang bukanlah sesuatu yang diharamkan, namun demi memperoleh keuntungan lantas memilih untuk berlaku tidak jujur adalah sikap yang diharamkan.

Sobat marilah kita menerapkan sistem perdagangan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah dan Yunus bin Ubaid, buat apa kita kita memperoleh kekayaan dengan jalan berbohong. Sebetulnya kita hidup di dunia tidak perlu harta yang banyak, biarlah harta kita sedikit namun dalam kesedikitan itu tersimpan banyak keberkahan, andaikan banyak harta namun tak ada keberkahan buat apa semua itu. ..? Kaya adalah cobaan, miskin juga demikian, jadikanlah hidup dengan kesederhanaan…