Khutbah Jum'at, KHUTBAH — August 17, 2018 at 09:15

Khutbah Jum’at: Umat Islam Itu Bersaudara

by
Khutbah Jum’at: Umat Islam Itu Bersaudara

AL-UKHUWAH AL-ISLAMIYAH

الحمد لله الرؤوف الرحيم، العزيز الحكيم. هو الذي هدانا بفضله إلى دينه القويـم. و يسّر لنا سلوك طريقه الـمستقيم. و أشهد أن لا إله إلّا الله وحده لا شريك له وفّق عباده الصالحين للإقتداء بسيّد الـمرسلين، و الإعتصام بشرعه الـمبين. و أشهد أنّ محمّدا عبده و رسوله ارسله بالهدى و الحكمة و الـموعظة الحسنة. اللّهمّ صلّ و سلّم على محمّد و على أله و أصحابه أجمعين، الذين تأدّبوا بأٓدابه فرضي الله عنهم و رضوا عنه. أمّا بعد – فيأيّها الناس اتّقوا الله و اطيعوه.

Kaum muslimien yang berbahagia !

Dalam suasana ibadah jum’at yang penuh khidmat ini marilah kita renungkan sejenak firman Allah di dalam Al-Qur’an :

١- يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِي ٱللَّهُ بِقَوۡمٖ يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآئِمٖۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ  ٥٤

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (QS. 5 : 54).

٢- مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡ‍َٔهُۥ فَ‍َٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا  ٢٩

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. 48 : 29).

Dua ayat ini menerangkan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap sesama mukmin dan bagaimana pula seharusnya kita bersikap terhadap orang kafir.

Mengenai sikap terhadap sesama mukmin, Al-Qur’an menyebutkan: أذلّة على المؤمنين = bersikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman (QS. 5:54) dan  رحماء بينهم = saling berkasih saying diantara mereka (QS. 48:29).

“أذلّة على المؤمنين و رحماء بينهم” (lemah lembut terhadap orang-orang beriman dan saling berkasih sayang diantara mereka) hendaklah diwujudkan dalam bentuk ukhuwah Islamiyah (persaudaraan islam) yang utuh dan kokoh. Untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah ini Al-Qur’an dan Al-Hadits telah memberikan arahan kepada kita, antara lain sebagai berikut:

  1. Allah memerintahkan kepada kita agar menjadi manusia-manusia yang cinta damai. Firman Allah:

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱقۡتَتَلُواْ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَاۖ فَإِنۢ بَغَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا عَلَى ٱلۡأُخۡرَىٰ فَقَٰتِلُواْ ٱلَّتِي تَبۡغِي حَتَّىٰ تَفِيٓءَ إِلَىٰٓ أَمۡرِ ٱللَّهِۚ فَإِن فَآءَتۡ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَا بِٱلۡعَدۡلِ وَأَقۡسِطُوٓاْۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ  ٩ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ  ١٠

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. 49 : 9-10).

  1. Agar berhati-hati dalam menerima dan menyampaikan berita, dan jangan sembarang menuduh. Firman Allah :

١- يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَلَا تَقُولُواْ لِمَنۡ أَلۡقَىٰٓ إِلَيۡكُمُ ٱلسَّلَٰمَ لَسۡتَ مُؤۡمِنٗا تَبۡتَغُونَ عَرَضَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا فَعِندَ ٱللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٞۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبۡلُ فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ فَتَبَيَّنُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا  ٩٤

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan “salam” kepadamu: “Kamu bukan seorang mukmin” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 4:94)

٢- يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ  ٦

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. 49:6)

Rasulullah saw. bersabda:

١- كفى بالـمرء إثـما أن يحدّث بكلّ ما يسمع. (د ك ؛ صح ؛ الجامع الصغير ٢ : ٩٠ ؛ ترجمة الجامع الصغير ٤ : ٨٣ رقم ٦٢٣٦).

٢- كفى بالـمرء كذبا أن يحدّث بكلّ ما سـمع. (م ؛ صح ؛ الجامع الصغير ٢ : ٩٠-٩١ ؛ ترجمة الجامع الصغير ٤ : ٨٥ رقم ٦٢٤٢).

Oleh karena itu janganlah kita bermudah-mudah untuk menuduh kafir, murtad, khawarij, murji’ah, musyrik, syi’ah dan sebagainya kalua masalahnya belum jelas. Sebaliknya kalau masalahnya sudah jelas kita tidak boleh ragu-ragu

  1. Saling tolong menolong dalam kebenaran dan ketakwaan. Firman Allah :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ  ٢

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. 5:2).

Sabda Rasulullah saw. :

١- الـمؤمن للمؤمن كالبنيان يشدّ بعضه بعضا. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٩).

٢- من كان في حاجة أخيه كان الله في حاجته و من فرج عن مسلم كربة، فرج الله عنه بـها كربة من كرب يوم القيامة. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٦).

  1. Saling berkasih sayang. Dalil untuk poin ini adalah surat Al-Maidah ayat 54 dan Al-Fath ayat 29 yang sudah disebutkan tadi dan beberapa hadits , antara lain:

١- مثل الـمؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم، مثل الجسد، إذا اشتكى منه عضو، تداعى له سائر الجسد بالسهر و الحمى. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٩-٢٠٠٠).

٢- الـمؤمنون كرجل واحد إن اشتكى رأسه تداعى له سائر الجسد بالحمى و السهر. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ٢٠٠٠).

٣- الـمسلمون كرجل واحد، إن اشتكى عينه، اشتكى كله، و إن اشتكى رأسه اشتكى كلّه. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ٢٠٠٠).

  1. Saling menutupi aib. Rasulullah saw. bersabda:

و من ستر مسلما ستره الله يوم القيامة. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٦).

  1. Berpegang teguh dengan tali Allah dan jangan berpecah belah. Firman Allah:

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ  ١٠٣

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 3:103)

  1. Jangan saling mengolok, mencela dan memberi gelar yang buruk. Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٞ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٞ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرٗا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَٰنِۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ  ١١

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. 49:11).

  1. Jangan suka berbantah-bantah. Firman Allah :

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ  ٤٦

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. 8:46).

  1. Jangan berburuk sangka, jangan saling mencari-cari kesalahan, jangan saling menggunjing dan jangan saling menzhalimi satu sama lain. Firman Allah :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ  ١٢

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. 49:12).

Sabda Rasulullah saw. :

١- الـمسلم أخو الـمسلم، لا يظلمه و لا يسلمه. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٦).

٢- الـمسلم من سلم الـمسلمون من لسانه و يده. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ١ : ٦٥).

٣- أ تدرون ما الغيبة؟ قالوا: الله و رسوله أعلم، قال: ذكرك أخاك بـما يكره. قيل: أفرأيت إن كان في أخي ما أقول؟ قال: إن كان فيه ما تقول، فقد اغتبته. و إن لـم يكن فيه فقد بـهتّه. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ٢٠٠١).

٤- لتؤدنّ الحقوق إلى أهلها يوم القيامة حتّى يقاد للشاة الجلحاء من الشاة القرناء. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٧ ؛ ترجمة صحيح مسلم رقم ٢٢١١).

٥- إن الـمفلس من أمّتي يأتي يوم القيامة بصلاة و صيام و زكاة، و يأتي قد شتم هذا و قذف هذا و أكل مال هذا و سفك دم هذا و ضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته و هذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضى ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار. (ر. مسلم ؛ صحيح مسلم بشرح النووى ٤ : ١٩٩٧).

Kaum muslimien yang berbahagia !

Itulah tadi 9 poin arahan Al-Qur’an dan Al-Hadits untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, dan sebagai penutup khutbah pertama ini marilah kita perhatikan syarat ukhuwah menurut Al-Qur’an. Firman Allah :

ٱشۡتَرَوۡاْ بِ‍َٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلٗا فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِهِۦٓۚ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  ٩ لَا يَرۡقُبُونَ فِي مُؤۡمِنٍ إِلّٗا وَلَا ذِمَّةٗۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُعۡتَدُونَ  ١٠ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِۗ وَنُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَعۡلَمُونَ  ١١

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.” (QS. 9 : 9-11).

بارك الله لي و لكم في القران العظيم، و نفعني و إياكم بـما فيه من الأيات و الذكر الحكيم، و تقبل مني و منكم تلاوته، إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا و أستغفر الله العظيم لي و لكم، إنه هو الغفور الرحيم.

_____________________

%d bloggers like this: