Khutbah Jum'at, KHUTBAH — July 13, 2018 at 09:52

Khutbah Jum’at: Mereka Menyimpangkan Makna Al Quran dan Hadits

by
Khutbah Jum’at: Mereka Menyimpangkan Makna Al Quran dan Hadits

Sekiranya yang dimaksud adalah menyebutkan Allah dengan bapak, tidak mungkin ada kata أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرٗا (atau penyebutan yang lebih dari itu) dalam ayat itu, karena yang lebih dari bapak adalah kakek, buyut, dan seterusnya. Tidak mungkin itu yang dimaksudkan, dan tidak pernah terjadi orang menyebut Tuhannya dengan kakek, buyut, dan seterusnya.

 

الحمد لله ربّ العالمين . نحمده و نستعينه و نستغفره و نتوب إليه. و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيّـئات أعمالنا. من يهد الله فلا مضلّ له و من يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلّا الله وحده لا شريك له و أشهد أنّ محمدا عبده ورسوله. و الصلاة و السلام على نبيّنا محمّد و على أله و أصحابه و من تبعه بإحسان إلى يوم الدّىن. أمّا بعد، فيا عباد الله! أوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلّكم تفلحون. قال الله تعالى في القراٰن الكريم : أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ

Jama’ah jum’ah yang dirahmati Allah.

Dalam khutbah beberapa waktu yang lalu saya sampaikan tentang berbagai cara yang ditempuh kaum nasrani dalam upaya mereka untuk memurtadkan kaum muslimien, diantaranya adalah menyimpangkan makna Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Diantara ayat Al-Qur’an yang mereka simpangkan maknanya adalah:

  1. Al-Baqarah ayat 200 yang berbunyi :

فَإِذَا قَضَيۡتُم مَّنَٰسِكَكُمۡ فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَذِكۡرِكُمۡ ءَابَآءَكُمۡ أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرٗا

Mereka artikan kalimat : فَٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ كَذِكۡرِكُمۡ ءَابَآءَكُمۡ dalam ayat ini dengan “Sebutlah Allah sebagaimana kamu menyebut bapak-bapakmu”. Dengan penyimpangan ini mereka menipu ummat Islam dengan mengatakan bahwa berdasarkan ayat ini Allah boleh disebut bapak, sebagaimana penyebutan mereka terhadap Tuhan.

Padahal ayat ini mengajarkan agar kita menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya sebagaimana orang menyebutkan dan membanggakan nenek moyangnya atau lebih dari itu. Terjemahan yang lengkap dan benar dari ayat itu adalah : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu”.

Sekiranya yang dimaksud adalah menyebutkan Allah dengan bapak, tidak mungkin ada kata أَوۡ أَشَدَّ ذِكۡرٗا (atau penyebutan yang lebih dari itu) dalam ayat itu, karena yang lebih dari bapak adalah kakek, buyut, dan seterusnya. Tidak mungkin itu yang dimaksudkan, dan tidak pernah terjadi orang menyebut Tuhannya dengan kakek, buyut, dan seterusnya.

  1. Az-Zukhruf ayat 61 yang berbunyi :

وَإِنَّهُۥ لَعِلۡمٞ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمۡتَرُنَّ بِهَا .

Mereka artikan ayat ini dengan “Dan sungguh ia (Isa) itu mengetahui waktu datangnya hari kiamat, maka janganlah ragu-ragu dengannya”.

Padahal makna ayat ini adalah : “Sesungguhnya turunnya kembali Isa sebelum kiamat pertanda bahwa kiamat telah dekat, karena itu wahai manusia, janganlah meragukan kebenaran adanya kiamat”. (Terjamah Tafsiriyah : 495).

Mereka sengaja menyimpangkan makna ayat ini dengan “Sungguh Isa itu mengetahui kapan datangnya hari kiamat” untuk menggiring ummat Islam agar ikut mempertuhankan Yesus seperti mereka. Padahal menurut Injil yang mereka yakini sekarang pun Yesus itu tidak pernah tahu kapan datangnya hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam Injil Matius 24:36 : “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”

Selain itu masih banyak lagi penyimpanga-penyimpangan makna ayat Al-Qur’an yang mereka lakukan.

Diantara penyimpangan makna Al-Hadits yang mereka lakukan adalah penyimpangan makna terhadap hadits yang berbunyi :

وَاللهِ، لَيَنْزِلَنَّ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَادِلًا، (صحيح مسلم بشرح النووى ١ : ١٣٦)

Berargumen dengan hadits ini mereka mengatakan bahwa Yesus akan turun menjadi hakim yang adil, dan selain orang Kristen akan diadili. Mereka telah berbuat curang dan melakukan penyimpangan terhadap makna hadits ini dengan mengutip hadits ini hanya sepotong saja dan tidak berani mereka teruskan. Lengkapnya hadits ini berbunyi :

وَاللهِ، لَيَنْزِلَنَّ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَادِلًا، فَلَيَكْسِرَنَّ الصَّلِيبَ، وَلَيَقْتُلَنَّ الْخِنْزِيرَ، وَلَيَضَعَنَّ الْجِزْيَةَ، وَلَتُتْرَكَنَّ الْقِلَاصُ فَلَا يُسْعَى عَلَيْهَا، وَلَتَذْهَبَنَّ الشَّحْنَاءُ وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ، وَلَيَدْعُوَنَّ إِلَى الْمَالِ فَلَا يَقْبَلُهُ أَحَدٌ(صحيح مسلم بشرح النووى ١ : ١٣٦)

Demi Allah, sesungguhnya bin Maryam itu akan turum menjadi hakim yang adil. Ia akan membasmi tanda salib, membunuhi babi dan membebaskan rakyat dari pajak. Pada masa itu orang tidak akan mencari harta lagi; bahkan semahal-mahal harta yang ada padanya ditinggalkannya, hilang hasut dan dengki, benci membenci dan musuh-memusuhi. Ia berseru kepada orang untuk membagi-bagikan harta, tetapi seorangpun tak mau menerimanya. (HA Razak – H. Rais Latif, “Terjemahan Hadits Sahih Muslim” 1 : 119-120 nomor 104).

Sebagai penutup khutbah pertama ini saya mengajak para jama’ah untuk sama-sama memperhatikan firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 118 :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ ١١٨

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. 3 : 118)

بارك الله لي ولكم في القران الكريم، ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم، اقول قولي هذا و استغفر الله العظيم لي ولكم. إنه هو الغفور الرحيم.

%d bloggers like this: