Khutbah Jum'at, KHUTBAH — May 25, 2018 at 06:58

Khutbah Jum’at: Belajar dari Keistimewaan Sifat Air

by
Khutbah Jum’at: Belajar dari Keistimewaan Sifat Air

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita renungkan firman Allah dalam potongan ayat 30 Surah Al-Anbiya’ :

وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. 21 : 30)

Ayat ini cukup membuat kita tersentak. Betapa tidak, begitu hebatnya peranan air sehingga Allah menyatakan bahwa air yang merupakan sumber segala kehidupan, langsung dikaitkan dengan keimanan.

الحمد لله الذي خلق من الماء بشرا، و خلق كل دابّة من ماء، و جعل من الماء كل شيء حيّ، و جعل في الأرض رواسي و جعل فيها فجاجا سبلا، و جعل السماء سقفا محفوظا، و هو الذي خلق الليل و النهار و الشمس و القمر. أشهد أن لا إله إلّا الله وحده لا شريك له إرغاما لمن جحد به و كفر. و أشهد أنّ محمّدا عبده و رسوله سيّد الخلائق و البشر. اللهمّ صلّ و سلّم و بارك على محمّد و على أله و أصحابه مصابيح الغرر. أمّا بعد: فيا عباد الله، اتقوا الله حقّ تقاته و لا تموتنّ إلّا و أنتم مسلمون.

Hadirin kaum muslimien yang berbahagia.

Dalam kesempatan yang mulia ini marilah kita renungkan firman Allah dalam potongan ayat 30 Surah Al-Anbiya’ :

وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. 21 : 30)

Ayat ini cukup membuat kita tersentak. Betapa tidak, begitu hebatnya peranan air sehingga Allah menyatakan bahwa air yang merupakan sumber segala kehidupan, langsung dikaitkan dengan keimanan. Apa keistimewaan air, dan apa hikmah yang dapat kita ambil dari ayat ini. Yang jelas air ada dimana-mana, di laut, danau, sungai, di dalam tanah, bahkan di udara. Lebih dari 71 % permukaan bumi adalah lautan, sedangkan daratan hanya 29 %. Ajaib, angka ini mirip dengan perbandingan antara jumlah kata al-bahr (laut), 32 x, dengan kata al-barr (darat), 13 x, yang terdapat di dalam Al-Qur’an, yakni 71,1 % berbanding 28,9 %. Begitu banyaknya air, sehingga bila kedalaman laut dan tinggi gunung diratakan, seluruh daratan akan terbenam 3 km dibawah permukaan air. Manusia sendiri sebetulnya penuh air, 65 % berat tubuh adalah air. Otak kita 74,5 % berisi air, otot 75,6 %, ginjal 82,7 %, darah 83 %, bahkan tulang kita mengandung 22 % air.

Ummat Islam seharusnya seperti air. Menyebar ke segenap penjuru dunia. Dari gurun sahara ke padang rumput mongolia, dari lembah nil sampai ke Huang-ho, dari Maroko sampai Merauke, dari New York sampai New South Wales. Karena wujud air bisa dalam bentuk cair, padat dan gas, maka ummat Islam juga harus mengisi segala tingkat dan profesi dari raja sampai rakyat jelata, dari tentara sampai pengusaha. Air adalah senyawa kimia (H2O) dengan daya ikat yang sangat kuat antara dua atom hidrogen dan satu atom oksigen, sehingga sampai tahun 1783 masih dianggap unsur tunggal. Membelah molekul air memerlukan energi sangat besar, dengan listrik atau dengan disusupi zat agresif seperti kalium. Kekompakan air juga tampak pada tegangan permukaan, sehingga benda berat bisa terapung diatas air.

Persatuan ummat Islam seharusnya sekuat air, sukar dipecah belah. Air adalah zat pelarut utama semesta berkat ikatan kovalen. Molekul air bisa menyisip diantara ion senyawa lain, meniadakan daya tarik menariknya dan memisahkannya lalu mengelilinginya sehingga larut. Daya ini yang bermanfaat melarutkan zat makanan supaya bisa masuk ke aliran darah dan akar tumbuh-tumbuhan. Daya ini sangat nampak di laut. Air laut telah mengikat segala unsur kimia organik dan anorganik, logam dan non logam, menjadi garam. Rasulullah saw. bahkan menetapkan bahwa bangkai binatang laut halal. Artinya, ummat islam harus seperti laut. Mampu mengakomodir berbagai perbedaan, mampu mengayomi hati yang sudah putus asa, mampu merangkul ahli maksiat yang taubat menjadi manusia bermanfaat.

Sifat istimewa air yang lain adalah kemampuannya menyerap panas dan melepasnya perlahan-lahan. Daya ini telah bermanfaat menyerap panas makanan di lemari es sehingga awet, mendinginkan temperatur mesin mobil, dan menyeimbangkan cuaca di muka bumi. Air di tubuh manusia juga berfungsi sebagai stabilisator suhu tubuh. Menguapnya keringat terjadi dengan cara menyedot banyak panas tubuh sehingga dingin. Bila ummat Islam mengadopsi sifat air tadi, ia akan menjadi jembatan kesenjangan, pendingin suasana, dan pereda ketegangan dunia. Firman Allah :

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَٰكُمۡ أُمَّةٗ وَسَطٗا لِّتَكُونُواْ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia”. (QS. 2 : 143).

Ada lagi keunikan air, yakni daya kapilernya seolah melawan gravitasi. Air bisa “mendaki” dinding pipa. Semakin kecil diameter pipa, semakin tinggi muka air terhisap keatas. Ini terjadi karena atom hidrogen dalam air ditarik oleh atom oksigen di dinding pipa, dan ia menyeret molekul air lain secara kompak. Daya kapiler ini telah berjasa memompa air berisi zat makanan dari akar sampai berpuluh meter ke puncak pohon. Kekompakan menarik teman setiap memperoleh peluang bagus, inilah sifat mulia yang bisa dicontoh dari air. Semakin sempit peluang, semakin cepat melaju keatas bersama-sama. Sifat air ialah mensyukuri setiap kesempitan .

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا

“ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. 94 : 5)

Ada sifat air yang melanggar kelaziman yang disebut anomali air. Setiap benda kalau didinginkan akan menyusut. Tetapi air yang membeku malahan mengembang. Akibatnya, berat jenis es lebih ringan dari air, sehingga es terapung diatas air. Rupanya ini adalah cara Allah swt. menjaga berlangsungnya kehidupan, terutama di wilayah kutub sekarang dan di zaman es dahulu. 3 milyar tahun yang lalu, matahari masih redup, cuaca sangat dingin membeku. Bila air mengikuti benda lain dan menyusut saat membeku, es akan terbenam dibawah laut dan danau, menumpuk terus, sedangkan suhu di permukaan juga terus mendingin, punahlah makhluk hidup. Tetapi dengan sifat anomali tadi, air hanya membeku jadi es setebal 300 meter yang mengapung di permukaan saja, dan dibawahnya air masih cukup hangat untuk hidup. Bahkan lapisan es tadi melindungi kehidupan dari radiasi ultaviolet dan sinar-sinar kosmis berbahaya lainnya.

Ummat islam tidak harus selalu tunduk pada standar internasional dalam segala hal. Harus ada anomali, kekecualian, yakni pada saat kesulitan, sekelompok harus berani maju menjadi benteng pelindung. Biarlah diri membeku jadi bulan-bulanan musuh asal ummat yang lain selamat melanjutkan perjuangan. Anomali air yang lain yaitu air mendidih dan membeku tidak pada suhu seharusnya. Air mendidih pada suhu 1000 C dan membeku pada suhu 00 C. Diantara zat-zat yang sejenis, misalnya H2S, H2Se dan H2Te, berat molekul air (H2O) adalah yang paling ringan. Sehingga sesuai teori kimia, air seharusnya mendidih pada suhu -910 C dan membeku pada suhu -1000 C. Bila air menurut saja pada urutan itu, tidak akan ada air di permukaan bumi. Semua akan menguap. Maa syaa’ Allah, darah di pembuluh nadi akan mendidih, tumbuh-tumbuhan akan layu, lautan kering, sawah dan hutan akan menjadi gurun gersang. Segala puji bagi Allah yang telah memerintahkan air berperilaku aneh, tidak ikut-ikutan saja perbuatan mayoritas. Karenanya, ummat islam tidak boleh hanya menyerah saja terhadap trend, arus global yang menganjurkan maksiat, hedonis, dan brutal. Allah swt. memberi air tenaga yang dahsyat, walaupun dia tampak cair dan lunak. Setetes air hujan saja menggempur tanah dengan kekuatan 16 kg/cm2. Sebutir es yang terjepit dalam batuan ketika membeku, akan mengembang dengan kekuatan 2,8 ton/cm2, sehingga bisa membelah batu.

وَإِنَّ مِنَ ٱلۡحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنۡهُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۚ

“Padahal diantara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai dari padanya”. (QS. 2 : 74).

Air tidak suka dihalangi. Dia mengiris batu cadas, menggerus gunung, menggali jurang, membelah lembah, membangun delta, menghantam tebing-tebing pantai laut. Air mengukir permukaan bumi dan mengubah wajah planet ini terus menerus sepanjang masa. Kita sebagai ummat islam, juga harus siap menembus halangan. Dalam berjuang menegakkan kalimat Allah, harus mampu menerjang rintangan. Tidak ada istilah istirahat dan pensiun.

فَإِذَا فَرَغۡتَ فَٱنصَبۡ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”. (QS. 94 : 7).

Air adalah zat yang tidak pernah diam. Dia selalu bergerak, berubah bentuk, berpindah dalam siklus hidrologi. Setiap tahun, 396.000 km3 air yang dipompa oleh matahari menguap ke udara. Dalam bentuk hujan, kira-kira 296.000 km3 jatuh lagi ke laut dan 100.000 km3 jatuh di daratan. Sebanyak 38.000 km3 mengalir lagi melalui sungai ke laut. Sisanya 62.000 km3 meresap di tanah untuk diambil oleh manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Dan akhirnya dilepaskan lagi ke sungai dan ke udara. Air terus menerus bertawaf, berputar-putar di bumi.

وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٖ فَأَسۡكَنَّٰهُ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ

“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi”. (QS. 23 : 18).

Dalam tubuh manusia, air bertawaf setiap hari sebanyak 2,5 liter. Dalam tawafnya setiap hari di tubuh manusia, dia telah mencuci 1700 liter darah di ginjal, menyejukkan suhu, dan mengantarkan zat-zat makanan melalui 96,5 km urat darah. Demikian pula ummat islam harus bertawaf. Bagi yang mampu wajib menunaikan haji dan tawaf di baitullah. Tetapi seluruh ummat islam harus terus menerus bertawaf dalam kehidupannya bagaikan tawafnya air. Dia harus selalu kompak bergerak menegakkan islam tanpa henti. Mengukir, menghiasi wajah dunia dengan amal shalih nya. Dia lemah lembut tapi gigih, tidak mandek oleh hambatan dan siap berkorban membela kebenaran. Dia selalu menyejukkan pada setiap ketegangan. Dia akan berfungsi sebagai rahmatan lil ‘alamin. In-syaa’ Allah.

بارك الله لي و لكم في القران الكريم و نفعني و إياكم بما فيه من الأيات و الذكر الحكيم و تقبل مني و منكم تلاوته إنه هو السميع العليم. أقول قولي هذا و أستغفر الله العظيم لي و لكم إنه هو الغفور الرحيم.

 


dikutip dari khutbah jum’at KH M. Nasir Gazaliy

%d bloggers like this: