Khutbah Idul Fitri, KHUTBAH — June 15, 2018 at 08:39

Khutbah Iedul Fitri: Menumbuhkan Semangat Ukhuwah Ummat

by
Khutbah Iedul Fitri: Menumbuhkan Semangat Ukhuwah Ummat

Mencermati keadaan dan kenyataan akhir-akhir ini, baik dibelahan dunia luar maupun dalam degeri kita sendiri khususnya, sasaran tembak syetan dalam menggoda manusia adalah untuk merobek-robek persatuan dan kesatuan kita bangsa Indonesia pada umumnya, dan ummat Islam pada khususnya.

MENUMBUHKAN SEMANGAT UKHUWAH

الحمد لله الملك القادر الحليم السّاتر. الذي ليس لابتدائه أوّل ولا لانتهائه اخر. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة تنجي قائلها من هول المقابر. و أشهد أنّ سيّدنا محمدا عبده و رسوله الذي اتّخذه الله من أفصح القبائل و أحسن العناصر. اللّهّم صلّ و سلّم على محمّد و على اله و أصحابه إلى يوم الأخر. أمّا بعد : فيٰأيّها المسلمون، غفر الله لنا و لكم و رحمنا و إيّاكم اوصيكم بتقوى الله المجيد و اعلموا أنّ هذا اليوم موعد خروج الأمّة من شهر شريف إلى يوم عيد سعيد. و أشكره على ما يسّر لكم من صيام رمضان. و اعطاكم من نعمة الإيمان و الإسلام.

Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  wa Lillâhil Hamd…

Kaum Muslimin rahimakumullah.

            Puji dan syukur ke hadirat Allah swt., yang telah mempertemukan kita pada hari ‘Iedil Fithri ini. Hari ini kita sambut dengan rasa syukur, karena kita telah meraih kemenangan setelah melalui perjuangan berat. Tidak saja berjuang menahan makan dan minum tetapi juga berjuang mengendalikan dan mengalahkan hawa nafsu, mengikis habis sifat angkara murka, takabbur, dan sifat-sifat tercela lainnya. Kita ungkapkan rasa syukur kita antara lain dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil, mengeluarkan zakat dan infaq, serta berduyun-duyun ke tanah lapang untuk menunaikan shalat ‘Iedul Fithri seperti sekarang ini.

Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  wa Lillâhil Hamd…

Jama’ah shalat ‘Ied  rahimakumullah.

            Takbir, tahmid dan tahlil yang kita kumandangkan, disamping sebagai ungkapan syukur juga sebagai genderang tanda dimulainya kita bersikap tegas dan tidak kenal kompromi dengan syetan, yang selama bulan Ramadhan dirantai oleh Allah. Untuk memberi motivasi sikap anti syetan marilah kita perhatikan firman Allah :

۞أَلَمۡ أَعۡهَدۡ إِلَيۡكُمۡ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَٰنَۖ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٦٠

“ Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu ” (QS. 36 : 60)

            Mencermati keadaan dan kenyataan akhir-akhir ini, baik dibelahan dunia luar maupun dalam degeri kita sendiri khususnya, sasaran tembak syetan dalam menggoda manusia adalah untuk merobek-robek persatuan dan kesatuan kita bangsa Indonesia pada umumnya, dan ummat Islam pada khususnya.

            Sekarang, selagi kita masih bersih, insya Allah dosa-dosa kita sudah banyak terkikis, ukhuwah yang sudah kita bina selama bulan Ramadhan lewat shalat berjama’ah atau lainnya, harus kita prioritaskan untuk ditumbuhkan dan ditingkatkan serta disosialisasikan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

            Untuk refreshing (menyegarkan kembali) semangat ukhuwah kita, mari kita camkan kembali petunjuk Allah dalah Surat AL-Hujurat : 13

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ” (QS. 49 : 13)

Kaum Muslimin yang berbahagia.

            Dari ayat tadi dipahami, bahwa jauh-jauh hari Allah sudah menyampaikan kepada manusia bahwa manusia akan hidup ditengah masyarakat yang majemuk, berbeda suku dan bahasa, kebudayaan, karakter, selera dan lain sebagainya. Pernyataan Allah ini diproklamirkan sejak abad ke-6 Masehi. Meskipun sudah sekian abad lamanya, namun pengamalan dan penghayatan ukhuwah (persaudaraan) Islam masih jauh panggang dari api.

            Penghayatan masalah ini, akhir-akhir ini nampak jelas mengalami erosi berat. Sehingga berawal dari beda pendapat yang dilanjutkan dengan beda pendapatan, sesama muslimin saling membantai, bukannya saling membela satu sama lain. Keadaan seperti ini benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang kafir Yahudi dan Nasrani, lalu terjadilah peristiwa pembantaian besar-besaran terhadap kaum muslimin Palestina oleh orang-orang kafir Yahudi di Gaza saat ini.

            Bagi orang Yahudi, pembantaian terhadap kaum muslimin adalah ibadah (pelaksanaan perintah Tuhan), sebagaimana terdapat didalam kitab mereka yang berbunyi :

“Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir.

Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”  (I Samuel 15 : 2 – 3)

            Sedangkan Al-Qur’an menyebutkan :

وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمۡ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمۡ عَن دِينِكُمۡ إِنِ ٱسۡتَطَٰعُواْۚ وَمَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ٢١٧

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS. 2 : 217)

Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  wa Lillâhil Hamd…

Kaum Muslimin rahimakumullah.

            Apapun penyebab yang menghancurkan ukhuwah selama ini, insya Allah yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun kembali ukhuwah yang disemangati nilai-nilai ‘Iedil Fithri. Langkah-langkah untuk mengembalikan ukhuwah yang mengalami erosi, antara lain :

  1. Hilangkan sikap takabbur

Merasa paling benar, paling berjasa, paling hebat, paling pintar, lalu tidak mau mendengar dan menerima pendapat orang lain. Inilah profil Fir’aun abad modern, dan inilah indikasi sifat takabbur. Padahal harus kita sadari, bahwa pasti tidak ada seorang pun yang bisa hidup sendiri, apalagi untuk mencapai sukses pasti tidak lepas dari bantuan orang lain. Jangankan membangun bangsa dan negara atau membangun rumah tangga, senyum pun membutuhkan orang lain. Seharusnya semakin banyak bacaan takbir yang kita baca baik didalam shalat maupun diluarnya, semakin menumbuhkan sikap tawadhu’ (merendahkan diri) sebagai pengganti sikap takabbur. Karena hakikat takbir adalah meyakini sepenuh hati hanya Allah saja Yang Maha Besar. Allah memberikan ancaman kepada orang-orang yang takabbur :

قِيلَ ٱدۡخُلُوٓاْ أَبۡوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ فَبِئۡسَ مَثۡوَى ٱلۡمُتَكَبِّرِينَ ٧٢

“ Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri ” (QS. 39 : 72)

  1. Jangan meremehkan orang lain

Sudah menjadi sunnatullah, isi dunia ini disamping diciptakan serba sejodoh juga beraneka ragam. Ketidakseragaman ciptaan ini harus digali hikmah yang terkandung didalamnya, bukan menjadi alasan untuk saling menjatuhkan atau menghina pihak lain. Maka untuk membangun kembali ukhuwah yang sudah sangat rapuh ini, hilangkan sikap merendahkan pihak lain. Allah swt. berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٞ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ

“ Hai orang-orang yang beriman ! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (kerena) boleh jadi mereka yang (diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). ” (QS. 49 : 11)

  1. Saling berkorban

Untuk mewujudkan ukhuwah (persaudaraan) Islam, tidak dapat dengan hanya menuntut pihak lain saja, tetapi kedua belah pihak harus berani berkorban baik mengorbankan kepentingan dirinya, maupun kepentingan kelompoknya. Pengorbanan suami istri dalam membangun rumah tangga yang sakinah dapat kita jadikan pelajaran yang sangat berharga. Sebuah rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah pasti membutuhkan pengorbanan-pengorbanan yang sangat besar bagi seisi rumah tangga. Diantara bentuk pengorbanan itu adalah kesiapan untuk saling tolong menolong satu sama lain. Firman Allah :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ ٢

“ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran ”. (QS. 5 : 2)

  1. Memulai berbuat baik

Rasulullah saw. telah memberikan pelajaran kepada kita bahwa siapapun yang memulai memberi salam itu jauh lebih baik daripada yang menerima salam. Barang siapa yang menyodorkan tangan untuk berjabat tangan itu lebih baik daripada yang menerima ajakan jabat tangan. Barangsiapa yang menegur kepada kawannya terlebih dahulu, dialah yang nilainya lebih baik diatas mereka yang ditegur. Dan barangsiapa yang mengajak damai terlebih dahulu, dialah yang lebih mulia. Rasulullah saw. bersabda :

إنّ أولى النّاس بالله من بدأهم بالسّلام (رواه أبو داود بإسناد جيّد)

“ Seutama-utama manusia bagi Allah ialah yang mendahului memberi salam ”. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang jayyid ; “Tarjamah Riyadhus Shalihien” 2 : 40).

Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  Allâhu Akbar…  wa Lillâhil Hamd…

Sebagai bagian akhir dari khutbah ‘Iedul Fithri ini, marilah kita sadari bersama, bahwa perpecahan intern ummat Islam dan perselisihan antar kelompok dalam membenarkan dan memenangkan golongannya harus segera diakhiri. Kalau tidak, maka kestabilan bangsa, negara dan jama’ah kaum muslimien dipertaruhkan.

Oleh karena itu marilah kita bangun kembali Ukhuwah Islamiyah, antara lain dengan cara :

  1. Kikis habis sikap sombong dan takabbur
  2. Akhiri budaya merendahkan dan meremehkan pihak lain
  3. Berkorban demi persaudaraan dan persatuan serta kesatuan kaum muslimien
  4. Mulai dari diri kita sendiri berbuat kebaikan kepada pihak lain, maka insya Allah kebaikan dari orang lain akan kita terima pula.

Kaum muslimien hamba Allah yang berbahagia.

Marilah kita menengadahkan tangan, mengkonsentrasikan hati dan pikiran untuk bermunajat dan berdoa kepada Allah swt. :

Ya Allah, sebaik baik Dzat Yang Membuka hati, bukakanlah hati kami untuk menerima kebenaran dari-Mu, sehingga hati kami semakin bening. Ya Allah, sayangilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyayang. Ya Allah, terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat. Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kami orang-orang yang mengambil wali (pelindung) selain Engkau. Dan janganlah Engkau jadikan kami orang-orang yang menjauhi perintah-perintah-Mu. Ya Allah terimalah amal ibadah kami, walaupun ibadah kami masih jauh dari kualitas yang Engkau kehendaki. Ya Allah, ampunilah dosa dan kesalahan kami, walaupun dosa dan kesalahan kami terlalu banyak. Berilah kami kesempatan dan kemampuan untuk dapat mengabdi kepada Engkau,  agar kami tergolong hamba-hamba-Mu yang bersyukur

اللّهمّ انصر إخواننا المجاهدين في غزة فلسطين و في كلّ مكان. اللّهمّ اعنهم و لا تعن عليهم اللّهمّ انصرهم و لا تنصر عليهم. اللّهمّ امكر لهم و لا تمكر عليهم. اللّهمّ اشدد رميهم و ثبّت أقدامهم و وفّق حطاهم. اللّهمّ وحّد صفوفهم و جمّع شملهم. اللّهمّ اجعل جهادهم في سبيلك و لا تحرمنا أجر جهادهم. اللّهمّ انصر المسلمين المظلومين في غزة فلسطين و في كلّ مكان و اصلح ذات بينهم اللّهمّ اهلك اليهود الظّالمين و زلزلهم و دمّرهم. اللّهمّ فرّق صفوفهم و اهلك قوّتهم. اللّهمّ لا تمكّنهم في الأرض اللّهمّ لا تجعل لهم يدا على المسلمين. اللّهمّ الق في قلوبهم الرّعب. اللّهمّ احصهم عددا و اقتلهم بددا و لا تبق منهم أحدا.

Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami para mujahidin di Ghaza Palestina dan di semua tempat. Ya Allah, bantulah mereka dan janganlah Engkau membantu musuh melawan mereka. Ya Allah, tolonglah mereka dan janganlah Engkau menolong musuh melawan mereka. Ya Allah, berilah mereka cara untuk menghadapi musuh-musuh nya dan janganlah Engkau memberi musuh-musuh mereka kesempatan untuk berbuat makar. Ya Allah, tepatkanlah bidikan mereka dan kokohkanlah kaki mereka serta berilah taufiq-Mu pada setiap langkah mereka. Ya Allah, satukanlah barisan mereka dan kumpulkanlah segala upaya mereka. Ya Allah, jadikanlah jihad  mereka di jalan-Mu dan janganlah haramkan pahala jihad mereka atas kami. Ya Allah, tolonglah kaum muslimin yang terzhalimi di Ghaza Palestina dan semua tempat. Ya Allah, tolonglah mereka dan perbaikilah hubungan mereka. Ya Allah binasakanlah kaum Yahudi yang zhalim, goncangkanlah dan hancurkan mereka. Ya Allah, cerai-beraikan barisan mereka dan luluh-lantakkan kekuatan mereka. Ya Allah, hujamkanlah rasa takut kedalam hati-hati mereka. Ya Allah, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka, dan jangan sisakan seorangpun dari mereka.

ربّ لا تذر على الأرض من الكافرين ديّارا. إنّك إن تذرهم يضلّوا عبادك و لا يلدوا إلا فاجرا كفّارا. ربّ اغفر لي و لوالدي و لمن دخل بيتي مؤمنا و للمؤمنين و المؤمنات و لا تزد الظّالمين إلا تبارا. اللّهمّ اعزّ الإسلام و المسلمين و اذلّ الملحد و المشركين. و دمّر أعدائك أعداء الدين. اللّهمّ الّف بين قلوب المؤمنين و المسلمين x٣ . و يسّر مقاصدهم فيما تمسّوه لإصلاح أمور الدّنيا و الدّين و اخذل من خذل المسلمين. و اجعل بلدتنا إندونيسيا هذه بلدة طيّبة أمنة مطمئنّة محميّة رحيمة. اللّهمّ اعزّ الإسلام و المسلمين. والحمد لله ربّ العالمين.

الله أكبر x٣


sumber: khutbah Iedul Fitri ust Abu ‘Amr

%d bloggers like this: