Infaq Dakwah Center, Nasional, NEWS — December 19, 2019 at 15:30

Keluarga Eddy Trisnia Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

by
Keluarga Eddy Trisnia Terancam Pemurtadan dan Rentenir, Ayo Bantu Modal Usaha..!!

 

Berbagai ikhtiar dilakukan pasangan Edi Saputra dan Trisnia Octoria untuk mengatasi beratnya himpitan ekonomi keluarga, tapi selalu menemui kebuntuan. Tawaran bantuan justru datang dari orang yang membahayakan akidah: yayasan non Muslim dan rentenir.

 

BEKASI, Infaq Dakwah Center (IDC) – Pak Edi (39) dan Ibu Trisnia (36) tak tahu harus ke mana lagi ikhtiar mencari bantuan. Himpitan ekonomi membuat keluarga penghuni kontrakan rumah petak di Teluk Pucung Bekasi ini hidup serba kekurangan. Sementara biaya hidup yang terus berputar dan tagihan sekolah anak-anak terus bertambah.

Trisnia hanyalah seorang ibu rumah tangga, belum lama ini berhenti kerja sebagai tukang cuci dan gosok baju karena sang majikan pindah alamat. Sementara sang suami, Edi Saputra adalah pedagang kue keliling yang kini sedang terpuruk menganggur tak bisa berjualan karena tak punya gerobak dan modal usaha.

Yang menambah keprihatinan, Cindy Aulia, satu-satunya buah hati juga merasakan dampaknya dengan menunggak biaya sekolah. Sejauh ini, satu-satunya lembaga yang siap membantu beasiswa adalah yayasan non Muslim.

“Di sekolah anak saya punya tunggakan, setiap hari anak saya kalau pulang sekolah ngadu katanya dipanggil kapan bayaran tunggakan sekolahnya dibayar. Suami saya lagi nganggur, ingin dagang tapi tidak punya modal. Makanya saya ke IDC ngajukan permohonan bantuan,” ujar Ibu Trisnia kepada Relawan IDC, Selasa (29/10/2019).

Ibu Trisnia mengungkapkan, selama ini ia dan suami sudah berusaha ke mana-mana, namun terbentur modal usaha yang membuatnya jadi pengangguran. “Kami sebagai orang tua sudah berusaha maksimal. Tapi suami saya belum punya modal usaha dan saya juga belum kerja. Dulu saya kerja kuli cuci dan gosok baju, berhubung majikan saya pindah, saya nggak kerja lagi,” jelasnya.

Untuk mengonfirmasi, Relawan IDC menyambangi SMP swasta di bilangan Harapan Baru Bekasi. Ternyata benar, Cindy yang sehari-hari mengenakan jilbab itu adalah siswi di sekolah tersebut dan memiliki banyak tunggakan. IDC pun menyampaikan bantuan tahap awal pembayaran tunggakan spp.

 

BUTUH MODAL USAHA AGAR TIDAK TERJERAT PEMURTADAN DAN LINTAH DARAT

Kondisi ekonomi keluarga Edi dan Trisnia semakin berantakan. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan pun kadang sulit. Sesulit apapun, mereka tetap mengutamakan masa depan dan kebutuhan buah hatinya. “Prinsip saya, orang tua sehari nggak makan itu wajar, tapi kalau buat anak gimana caranya biar bisa makan. Pokoknya yang penting masa depan anak,” tekadnya.

Di ujung jalan buntu yang benar-benar darurat, mereka dihadapkan pada buah simalakama, yakni yayasan non Muslim dan lintah darat (rentenir).

Ya Allah, demi menyambung hidup dan masa depan sekolah sang anak, mereka harus berhadapan dengan dua pilihan yang sama-sama menjerumuskan dalam pilihan sulit. Bantuan non Muslim bisa menyeret ke dalam kemurtadan, sedangkan bantuan rentenir adalah dosa besar yang setara dengan dosa zina anak dengan ibu kandung. Seperti pepatah bak makan buah simalakama

“Minjam uang sama teman katanya nggak ada, pinjam sama saudara juga nggak ada. Yang ada rentenir,” ungkapnya.

…Ya Allah, demi menyambung hidup dan masa depan sekolah, mereka harus terjerumus dua pilihan sulit: kemurtadan dan dosa besar…

Selain dosa besar, hutang rentenir/riba juga menjerumuskan kepada kebangkrutan dengan pembungaan yang tinggi minimal 20 persen. Jika telat membayar maka setiap bulan pokok hutang dan bunganya bisa berbunga lagi dan seterusnya hingga mencekik leher.

Jika hutang kepada rentenir sebesar 6 juta rupiah, maka dana yang diterima hanya 5,4 juta rupiah karena dipotong 10 persen untuk biaya administrasi.

Di tengah perjalanan hutang riba, bila jatuh dalam kondisi sulit dan beberapa kali menunggak angsuran, maka hutang bisa naik berlipat-lipat hingga nominal bunga perbulan saja mencapai 1,5 juta rupiah. Nominal dari akumulasi hutang pokok, bunga, denda dan bunga berbunga yang tidak masuk di akal.

Dengan perkiraan penghasilan jualan kue sebesar 70 ribu perhari, mustahil Edi dan Trisnia bisa membayar hutang dan bunga kepada rentenir tepat waktu.

 

INFAQ PRODUKTIF, SELAMATKAN AQIDAH DARI PEMURTADAN DAN DOSA BESAR RIBA

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang layak, baik biaya hidup maupun kebutuhan sekolah anaknya, Edi Saputra butuh bantuan modal usaha berjualan kue goreng keliling. Dibutuhkan modal usaha sebesar 6 juta rupiah untuk pengadaan gerobak, sepeda ontel, penggorengan, peralatan memasak, biaya awal pembelian bahan baku dan lain-lain.

“Saya sangat berharap kepada donatur IDC sekiranya dapat membantu saya untuk modal usaha dari bahan­­-bahan, peralatan dan gerobak. Agar saya bisa mandiri berdagang dan mencukupi kebutuhan hidup keluarga yang layak,” iba Edi Saputra.

 

INFAQ PRODUKTIF SELAMATKAN AKIDAH DAN EKONOMI DHUAFA

Beban hidup keluarga Pak Edi dan Ibu Trisnia adalah beban kita juga, karena persaudaraan setiap Muslim ibarat satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh lainnya otomatis terganggu karena merasakan kesakitan juga.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam” (Muttafaq ‘Alaih).

Dengan membantu meringankan kesulitan saudara sesama mukmin, insya Allah akan mendatangkan keberkahan, fasilitas kemudahan dan pertolongan Allah di dunia maupun akhirat:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُنْيَا نَفَّسَ الله عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَومَ القِيَامَةِ و مَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ الله عَلَيهِ في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و مَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ الله في الدُنيَا و الأَخِرَةٍ و الله في عَونِ العَبْدِ ما كان العَبْدُ في عَونِ أَخِيهِ

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang tengah dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut senantiasa membantu saudaranya…” (HR Muslim).

Mari bantu modal usaha keluarga Edi dan Trisnia melalui program infaq produktif IDC.Selain membantu kemandirian ekonomi dhuafa, bantuan modal usaha ini sangat urgen untuk menyelamatkan akidah dari pemurtadan dan dosa besar riba.

Meminjam dana riba (rentenir) adalah transaksi dosa besar yang setara seperti dosa zina seorang anak dengan ibu kandungnya sendiri. Rasulullah SAW mengancam pelaku riba:

اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

“Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menzinahi ibu kandungnya sendiri” (HR Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Ibnu Mas’ud RA).

Bunga-bunga kasih dan kepedulian kaum Muslimin sangat dibutuhkan untuk membantu keluarga Edi dan Trisnia menjadi Muslim kaffah yang mandiri, kuat akidah dan terbebas dari jeratan pemurtadan dan dosa besar riba.

Donasi bisa disampaikan melalui program INFAQ PRODUKTIF IDC:

  1. Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.3005  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  2. Bank BNI Syariah, No.Rek: 293.985.605  a.n: Infaq Dakwah Center.
  3. Bank Mandiri Syari’ah (BSM), No.Rek: 7050.888.422  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  4. Bank Bukopin Syariah, No.Rek:  880.218.4108  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  5. Bank BTN Syariah, No.Rek:  712.307.1539  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  6. Bank Mega Syariah, No.Rek:  1000.154.176 a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center
  7. Bank Mandiri, No.Rek: 156.000.728.7289  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  8. Bank BRI, No.Rek: 0139.0100.1736.302  a.n: Yayasan Infaq Dakwah Center.
  9. Bank CIMB Niaga, No.Rek: 80011.6699.300  a.n Yayasan Infak Dakwah Center.
  10. Bank BCA, No.Rek: 631.0230.497  a.n Budi Haryanto (Bendahara IDC)

 

CATATAN:

  1. Demi kedisiplinan amanah dan untuk memudahkan penyaluran agar tidak bercampur dengan program lainnya, tambahkan nominal Rp 5.000 (lima ribu rupiah). Misalnya: Rp 1.005.000,- Rp 505.000,- Rp 205.000,- Rp 105.000,- 55.000,- dan seterusnya.
  2. Laporan penyaluran dana akan disampaikan secara online di: infaqdakwahcenter.com.
  3. Bila biaya program ini sudah tercukupi/selesai, maka donasi dialihkan untuk program IDC lainnya.
  4. Video: https://youtu.be/dBL8nlnL7uk.
  5. Detail: http://infaqdakwahcenter.com/read/idc/795/produktif/
  6. Info 08122.7000.20 – 08567.700020.

%d bloggers like this: