Smarteen — June 26, 2020 at 10:00

Jangan Jadikan Covid-19 Alasan Tuk Rebahan

by
Jangan Jadikan Covid-19 Alasan Tuk Rebahan

 

Oleh:

Firdaus Haykal || Siswa Matsasurba kelas 9

 

SELAMA pandemi Covid-19, aktivitas sebagai pelajar banyak dilakukan di rumah. Belajar daring jadi kebiasaan sehari-hari. Kita juga tak boleh kemana-mana selama masih ada wabah kalau tak perlu-perlu banget. Yang biasanya main sama temen-temen di luar, hangout, kongkow, nongkrong gak jelas harus di-stop. Khawatir tertular dan menularkan virus yang amazing ini. Akibatnya, semua pada berdiam diri di rumah. Meski ada sebagian yang tetap harus keluar rumah karena tuntutan keadaan.

Bosan. Itu pasti. Apalagi jika tak punya rencana kegiatan. Akhirnya waktu cuman diisi buat nge-game, nonton drakor marathon, atau malah cuman rebahan tanpa main IG gak jelas. Begitu terus selama tiga bulanan ini. Dan sepertinya ini masih akan berlangsung lama, karena Indonesia belum di puncak pandemi. Bisa setahun, dua tahun, atau lebih. Oh noo.. Masak mau rebahan selama pandemi belum berakhir?!

Pandemi COVID-19 memang berdampak sangat besar bagi kehidupan kita saat ini. Banyak tempat umum dan fasilitas publik yang ditutup guna mengurangi resiko penyebaran virus. Sekolah juga “diliburkan” dan pembelajaran berubah menjadi dari rumah. Kantor-kantor juga banyak yang ditutup. Mal, toko, pasar bahkan masjid juga ikut ditutup sementara waktu. Sedih gak sih sob?!

Segala aktivitas manusia harus disesuaikan dengan kondisi sekarang, dimana wabah merebak kemana-mana, di sekeliling manusia. Karena itulah manusia harus menerapkan pola hidup yang lebih bersih dan benar-benar menjaga kesehatan. Cuci tangan dengan benar, menjaga pola makan dan kesehatan, memakai masker jika keluar rumah, social dan physical distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah yang tak perlu, menghindari kerumunan orang adalah kebiasaan baru manusia saat ini.

Jadi ingat ketika pak ustadz menerangkan tentang kebersihan dan pergaulan. Ini sebagian seperti yang sudah diajarkan dalam Islam lho! Juga tentang bersalaman dengan yang bukan mahram. Sudah disampaikan gimana tatacaranya khan teman-teman?!

Untuk belajar pun sekarang juga kita lakukan dari rumah karena di luar masih belum aman dari virus. Bekerja pun juga demikian sebagian. Makanya aktivitas online menjadi rutinitas kita sekarang ini. Memang, masih ada yang beraktivitas di luar karena harus bekerja memenuhi kebutuhan hidup. Ini karena hidup kita tidak ditanggung negara, temans. Jadi, masyarakat tetap harus cari sendiri nafkahnya supaya bisa bertahan hidup.

Meski sekarang sudah “New Normal” dan banyak tempat-tempat umum yang dibuka kembali, namun bukan berarti virus covid-19 hilang begitu saja. Bukan lantas kita bisa seenaknya keluar rumah tanpa menerapkan protokol kesehatan yang benar.

Tetap ya teman-teman, pakai masker jika keluar rumah, jangan kumpul-kumpul jika tak perlu banget, jaga jarak, dan jaga kebersihan tangan kita selalu dengan cuci tangan. Karena virusnya itu masih tetap ada di sekitar kita lho! Tetap waspada dan jaga kesehatan selalu adalah ikhtiar kita sebagai manusia.

Kalo kata bu perawat teman ibu, virus ini seperti siluman. Seolah seperti sudah hilang, tak ada, tak nampak, tapi ternyata dia masih bergentayangan di sekitar kita. Begitu kita lengah, tak berhati-hati dan meremehkan protokol kesehatan yang benar, ia akan menyerang dan bisa fatal akibatnya. Serem bukan?!

Memang banyak hal yang berubah. Seringkali terasa lebih sulit dan seolah menakutkan karena kita tidak tahu sampai kapan dan seberapa parah lagi ke depannya. Bukan hanya kita sendiri yang mengalami, tapi banyak manusia di luar sana juga, bahkan sedunia merasakan dampaknya. Meski begitu, kalau dipikir dan direnungkan baik-baik, ternyata covid-19 ini membawa banyak sekali hikmah. Sadar nggak bahwa setidaknya kita bisa mendapat tiga hikmah dari covid-19 seperti berikut ini:

  1. Manusia itu kecil bingit, maka tak boleh sombong. Sebagai seorang yang beriman, kita yakin bahwa COVID-19 diciptakan sebagai bukti kekuasaan Allah SWT. Tak ada satupun yang bisa menandingi Allah SWT. Dari virus yang sangat kecil ini kita diingatkan oleh Allah untuk tidak boleh sombong atau takabur. Sebaliknya, kita harus selalu rendah hati dan tawadhu’ serta tunduk patuh terhadap perintah Allah SWT.
  2. Jadi lebih dekat dengan keluarga. Mengikuti anjuran untuk #StayAtHome atau #DirumahAja agar virus tidak menyebar kemana-mana, kita juga bisa memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul bersama dengan keluarga. Shalat berjama’ah, ngaji bersama, bermain bersama dan masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan bareng keluarga. Hingga akhirnya keluarga jadi makin akrab. Gimana enggak?! Wong tiap hari, 24 jam selalu bersama adek, kakak, bapak-ibu kita terus! Selain tambah deket, kita juga makin kompak. Susah seneng bersama. Kompak melewati ujian hidup yang mungkin tak terbayang sebelumnya. Ya nggak sih?!
  3. Menjadi lebih kreatif dan produktif. Selain itu, dengan #DirumahAja, kita juga bisa memanfaatkan waktu dengan melakukan sesuatu yang sangat produktif. Cari-cari cara untuk menghasilkan karya yang bermanfaat. Setidaknya untuk diri sendiri. Misal, kita bisa mengasah bakat, skill ataupun hobi kita. Jika sebelum covid-19 ini menyerang, kita lebih banyak disibukkan dengan kegiatan sekolah. Namun karena harus di rumah aja, kita bisa leluasa meng-explore potensi diri kita. Dengan melakukan hal itu, kita menjadi ter-upgrad dan lebih kreatif.

Jadi, walaupun kita sedang diuji dengan wabah COVID-19, dan harus #DirumahAja , bukan berarti kita hanya rebahan aja, leyeh-leyeh, dan tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat. Sayang banget waktunya terlewat begitu aja.

Justru, mumpung kita #StayAtHome , jadi punya banyak waktu luang. Pakai kesempatan dan momentum ini untuk melakukan banyak hal positif. Misal, kita bisa membantu orang tua, beres-beres rumah, bikin karya yang bisa menginspirasi untuk kebaikan, menambah hafalan atau bisa juga ikut kajian online. Bermanfaat tentunya juga berpahala, betul gak sob?!

Dengan mengembangkan potensi kita, kita menjadi remaja yang kreatif, positif, dan produktif. Sekaligus menjadi bekal untuk menghadapi masa depan. Harapannya, setelah wabah ini selesai kita berubah menjadi manusia yang lebih baik, dan tentunya lebih bertakwa kepada Allah. Mari berdoa semoga ini semua segera berakhir.. Aamiin Yaa Rabb..

So, meski sekarang lagi sulit jangan membuat kita berhenti melakukan hal-hal yang baik. Justru jadikan saat ini sebagai peluang untuk meg-upgrade diri kita. Turn difficulties into opportunities. Karena Allah sudah berjanji bahwa bersama kesulitan ada kemudahan (cek surat al-Insyiroh ayat 5dan 6 yaa..). Itu artinya, selalu ada kebaikan di setiap ujian. Jadi, harap bersabar.. ini ujian.. ujian dari Allah.

Tetap semangat melewati ujian covid-19. Jangan menyerah dan putus harapan ya teman semua. Tetap belajar yang rajin. Tetap lakukan hal-hal yang positif dan produktif. Sebarkan inspirasi dan kebaikan di medsosmu. Dan yang terpenting terus mengaji dan mengkaji Islam. Jangan lupa juga lantunkan terus doa-doa agar kita semua selamat sentosa dan sejahtera lahir batin melewati badai covid-19 ini. Persiapkan diri untuk menyambut kemenangan yang tengah menanti kita.*

 


sumber: https://voa-islam.com/read/smart-teen/2020/06/25/72542/jangan-jadikan-covid19-alasan-tuk-rebahan/