Tafsir Quran, KAJIAN, Hikmah — June 30, 2018 at 10:46

Jadilah Wali Allah agar Beruntung Dunia dan Akhirat

by
Jadilah Wali Allah agar Beruntung Dunia dan Akhirat

Menjadi wali Allah di muka bumi merupakan derajat yang tinggi, namun sesungguhnya derajat itu bias kita dapatkan asal kita bersungguh-sungguh dalam mengejarnya…

Islamkafah.comMenjadi wali Allah di muka bumi merupakan derajat yang tinggi, namun sesungguhnya derajat itu bias kita dapatkan asal kita bersungguh-sungguh dalam mengejarnya, disebutkan dalam surat Yunus ayat 62-64 tentang wali Allah.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (64)

Artinya:

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.

Ciri dari wali Allah adalah mereka tidak memiliki rasa takut, maksudnya adalah rasa takut terhadap apapun kecuali hanya takut pada Allah, mereka tidak takut mati, tidak takut tersakiti, tidak takut menghadapi musuh Allah, karena mereka yakin bahwa Allah selalu Bersama mereka.

Ciri yang ke dua adalah mereka tidak bersedih walaupun ujian, musibah, dan penganiyaan menimpa mereka, mereka tidak pernah sedih karena mereka adalah wali Allah dan mereka yakin bahwa Allah akan menolong mereka.

Lalu siapakah wali Allah itu? Di dalam ayat 63 diterangkan bahwa wali Allah itu adalah orang yang beriman dan bertaqwa, beriman secara totalitas dan dilaksanakn dengan amal bukan hanya sekedar ucapan saja.

Kemudian mereka bertaqwa pada Allah yaitu menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan sebenar-benarnya taqwa.

Maka mereka akn mendapakan balasan berupa kenikmatan yang tidak berkesudahan, yaitu surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang tidak bisa kita bayangkan.

Itu semua merupakan janji yang Allah berikan pada hambanya yang ingin menjadi wali Allah, kata wali itu sendiri memiliki makna penolong atau teman dekat atau wakil, namun kata wali pada ayat tersebut memiliki arti sebagai penolong Allah.

Disebutkan dalam ayat yang lain

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad : 7)

Maka jadilah kita wali Allah yang dan raihlah kemenangan yang nyata yaitu kenikmatan yang tidak berkesudahan, surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. (Abd.N)