Pemurtadan, Firqah, TBC, Ghazwul Fikri, NAHIMUNKAR — July 10, 2018 at 09:56

Islam Nusantara: Menusantarakan Islam Bukan Mengsilamkan Nusantara

by
Islam Nusantara: Menusantarakan Islam Bukan Mengsilamkan Nusantara

Sekarang ini sedang marak media yang membahas Islam Nusantara, apa Islam Nusantara itu? Lalu kenapa muncul Islam Nusantara? Dan masih banyak pertanyaan lain yang ada di benak kita tentunya….

 

Islamkafah.com Sekarang ini sedang marak media yang membahas Islam Nusantara, apa Islam Nusantara itu? Lalu kenapa muncul Islam Nusantara? Dan masih banyak pertanyaan lain yang ada di benak kita tentunya. Menurut Wikipedia Islam Nusantara dijelaskan sebagai berikut:

Islam Nusantara atau model Islam Indonesia adalah suatu wujud empiris Islam yang dikembangkan di Nusantara setidaknya sejak abad ke-16, sebagai hasil interaksi, kontekstualisasi, indigenisasi, interpretasi, dan vernakularisasi terhadap ajaran dan nilai-nilai Islam yang universal, yang sesuai dengan realitas sosio-kultural Indonesia. Istilah ini secara perdana resmi diperkenalkan dan digalakkan oleh organisasi Islam Nahdlatul Ulama pada 2015, sebagai bentuk penafsiran alternatif masyarakat Islam global yang selama ini selalu didominasi perspektif Arab dan Timur Tengah.

Islam Nusantara didefinisikan sebagai penafsiran Islam yang mempertimbangkan budaya dan adat istiadat lokal di Indonesia dalam merumuskan fikihnya. Pada Juni 2015, Joko Widodo telah secara terbuka memberikan dukungan kepada Islam Nusantara, yang merupakan bentuk Islam yang moderat dan dianggap cocok dengan nilai budaya Indonesia.

Dengan kata lain Islam Nusantara adalah agama Islam yang disesuaikan dengan adat istiadat orang Indonesia dan menolak dominasi budaya Arab, agama islam merupakan sebuah jalan hidup seseorang, islam telah mengatur kegiatan manusia mulai dari bangun hingga tidur kembali ada aturannya dalam islam.

Islam Nusantara mempunyai misi menusantarakan islam bukan mengislamkan Nusantara, ajaran islam dibuat tunduk terhadap adat Nusantara, beberapa tahun yang lalu kita pernah mendengar qari membaca Al Quran dengan langgam jawa, ini merupakan produk dari Islam Nuasantara, belakangan ini muncul orang yang shalat dengan berbahasa Indonesia bukan Arab.

Itu semua akibat dari menusantarakan ajaran islam dan menolak dominasi budaya Arab, padahal agama islam turun di Arab, Nabi Muhammad juga orang Arab, Al Quran berbahasa Arab, bahkan di dalam salah satu riwayat hadits disebutkan bahwa bahasa Ahli surga adalah bahasa Arab.

Bahkan hukum Hudud yang ada dalam ajara islam ditolak karena tidak sesuai dengan kearifan masyarakat lokal, meraka menganggap hukum hudud yang ada tidak cocok di terapkan di Indonesia.

Beberapa tokoh mereka ada yang mengkalim bahwa “Islam Nusantara adalah islam yang sejati bukan islamnya para penakluk/penjajah (orang Arab)”.

Jika ini dibiarkan maka akan muncul islam Jawa, islam Sunda, islam Lombok, islam Sumatra dan lainnya karena adat setiap daerah di Indonesia semuanya berbeda, seharusnya kita melaksanakan ajaran islam secara kafah sesuai dengan yang Allah turunkan melalui Nabi Muhammad.

Kita wajib melaksankan perintah yang ada dalam ajaran islam baik itu sesuai dengan adat sekitar ataupun tidak karena konsekwensi dari masuk islam ialah harus melaksanakan ajarannya berdasarkan ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Tidak boleh kita merubah aturan yang ada dalam ajaran islam, jika kita merubah baik menambah atau mengurangi berarti kita menuduh bahwa Allah dan Rasulnya tidak bisa membuat hukum yang bisa mengatur manusia na’udzubillah dan pelakunya dihukumi kufur berdasarkan dalil:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا (150)

 (أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا (151

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasu-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir) merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (An-Nisa’ : 150-151).”

Jika ada yang mengingkari sebagian dari ajaran islam walaupun hanya satu maka berdasarkan ayat di atas orang tersebut bisa dihukumi kufur, jadi kita sangat dilarang merubah ajaran islam yang sudah kafah.(Abd.N)

%d bloggers like this: