Ibadah, FIQIH — February 16, 2018 at 23:35

Inilah Larangan untuk Mandi Di Air Tidak Tergenang Ketika Keadaan Junub

by
Inilah Larangan untuk Mandi Di Air Tidak Tergenang Ketika Keadaan Junub

Sebuah hadits yang membahas air sebanyak dua kullah sering sekali dipahami sebagai syarat sah air yang suci lagi mensucikan, dan ini adalah takwil yang keliru…..

 

Islamkafah.com Ketika kita dalam keadaan junub, maka dalam syariat diwajibkan kita untuk mandi besar atau dikenal sebagai mandi wajib. Hal ini karena sama saja junub adalah keadaan seseorang yang terkena hadats besar. Sedangkan mereka yang terkena hadats besar tidak sah shalatnya sebelum ia mandi.

Akan tetapi, dewasa ini banyak sekali manusia yang mungkin tidak memahami hakikat dan syarat-syarat serta larangan dalam fiqh ini. Tentu hal ini akan berakibat kesalahan dalam pelaksanakan ibadah itu sendiri.

Dan, salah satu larangan dalam fiqh ini adalah kita tidak diperbolehkan untuk mandi di tempat air yang tergenang dan tidak mengalir, dan lebih tepatnya (Wallahu ‘alam) adalah berendam. Hal ini karena jika berandam bisa saja tanpa sengaja kita kencing dan mengakibatkan air kencing tercampur pada air yang tentunya akan kita gunakan untuk bersuci.

Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits-hadits berikut ini:

   وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.

   لِلْبُخَارِيِّ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي  ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ

Menurut Riwayat Imam Bukhari: “Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya.

Semoga sedikit tulisan kami ini dapat bermanfaat untuk seluruh kaum muslimin.

Barakallahu fiikum (Asdn) []

%d bloggers like this: