Ibadah, FIQH, FIQIH — Fri 11 Jumada Al Akhira 1443AH 14-1-2022AD at 15:57

Sperma Menempel di Pakaian, Apakah Shalat Sah?

by
Sperma Menempel di Pakaian, Apakah Shalat Sah?

 

Di antara perkara yang ditanyakan oleh sebagian orang adalah mengenai hukum melaksanakan shalat dengan pakaian yang terkena sperma. Misalnya, seseorang mimpi basah, dan sarung yang digunakan tidur dia gunakan juga untuk shalat padahal sarung tersebut ada spermanya. Dalam keadaan sperma menempel di pakaian, apakah shalatnya sah?

Menurut ulama Syafiiyah, sperma atau mani hukumnya adalah suci, baik dalam keadaan masih basah atau sudah kering. Karena itu, jika sperma menempel di pakaian, selama sperma itu tidak bercampur dengan benda najis yang lain, maka pakaian itu dihukumi suci dan boleh shalat dengan menggunakan pakaian tersebut.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab berikut;

وأما مني الآدمي فطاهر لما روي عن عائشة رضي الله عنها : أنها كانت تحت المني من ثوب رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يصلي  ولو كان نجسا لما انعقدت معه الصلاة ولأنه مبتدأ خلق بشر فكان طاهرا كالطين

Adapun sperma atau mani manusia adalah suci. Ini berdasarkan hadis yang bersumber dari Sayidah Aisyah, bahwa dia pernah mengerik mani dari baju Rasulullah Saw pada saat beliau sedang melaksanakan shalat. Andaikan sperma najis, maka shalat bersama sperma tidak sah. Selain itu, sperma merupakan awal penciptaan manusia sehingga ia dihukumi suci sebagaimana tanah.

Meski boleh dan sah melakukan shalat dengan menggunakan pakaian yang terkena sperma yang tidak bercampur dengan benda najis, namun tetap dianjurkan untuk membersihkan sperma itu dari pakaian sebelum melakukan shalat. Ini untuk menghindar dari pendapat ulama yang mengatakan bahwa sperma itu najis.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

واذا حكمنا بطهارة المني استحب غسله من البدن والثوب للاحاديث الصحيحة في البخاري ومسلم عن عائشة رضي الله عنها انها كانت تغسل المني عن ثوب رسول الله صلى الله عليه وسلم ولان فيه خروجا من خلاف العلماء في نجاسته

Meski kami menghukumi kesucian mani, namun tetap dianjurkan untuk membersihkan mani dari tubuh dan pakaian berdasarkan hadis-hadis shahih di dalam kitab Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Sayidah Aisyah, bahwa dia membersihkan mani dari baju Rasulullah Saw, juga karena menghindar dari perbedaan ulama yang menajiskan mani.

Adapun jika bercampur dengan najis yang lain, seperti bercampur dengan kencing dan madzi, maka sperma itu menjadi mutanajjis atau terkena najis. Karena itu, jika sperma yang mutanajjis ini menempel di pakaian, seperti baju, sarung dan lainnya, maka pakaian itu tidak boleh digunakan shalat. Jika digunakan shalat, maka shalatnya tidak sah.

 


Sumber: https://bincangsyariah.com/nisa/sperma-menempel-di-pakaian-apakah-shalat-sah/