Pemurtadan, Firqah, TBC, Ghazwul Fikri, NAHIMUNKAR — Tue 15 Rabi Al Thani 1439AH 2-1-2018AD at 04:05

Salah Satu Musibah Besar, Seseorang Menjadikan Mayit Sebagai Ilah Selain Allah!

by
Salah Satu Musibah Besar, Seseorang Menjadikan Mayit Sebagai Ilah Selain Allah!

Banyak manusia tidaklah tersadar akan hakikat iman sehingga membuat mereka terjerumus dalam kesyirikan…

 

Islamkafah.com – Musibah dahyat saat ini adalah banyak mereka yang mengaku beriman kepada Allah azza wa jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wassalam melakukan banyak praktik amalan syirik yang sangat jauh dari tuntunan Islam. Hal ini dikarenakan, sifat taqlid buta yang begitu besar kepada para Ulama-ulama mereka, meskipun Ulama tersebut menyelisihi sunnah.

Selain itu, perbuataan mereka adalah perbuatan yang hanya mengedepankan hawa nafsu belaka. Cinta tradisi, dan budaya pelestarian nenek moyang mereka yang musyrik.

Ketahuilah, bahwa kaum musyrikin sangatlah benci terhadap kaum muslimin. Mereka sangat cinta terhadap berhala-berhala mereka, meskipun berhala-berhala itu sangatlah tidak masuk akal jika dilihat dari sisi fitrah manusia.

Allah azza wa jalla, berfirman:

وقالوا لا تذرن آلهتكم ولا تذرن ودا ولا سواعا ولا يغوث ويعوق ونسرا

 “Dan mereka (kaum Nabi Nuh) berkata, ’Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (peribadahan kepada) Tuhan-tuhan kalian, dan janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (peribadahan kepada) Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.’” (QS. Nuh: 23)

Dalil diatas adalah bentuk loyalitas tinggi kaum kafirin musyrikin terhadap Ilah mereka yang bathil.

Semoga kita kaum muslimin terhindar dari hal tersebut. Bahkan, kita sangat dilarang untuk berlebih-lebihan dalam memeuji seseorang, terutama yang sudah meninggal dunia. Bahkan, jika itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam.

Rasululloh ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam juga bersabda,

“إياكم والغلو، فإنما أهلك من كان قبلكم الغلو”

“Waspadalah dari kalian sikap berlebih-lebihan, karena sesungguhnya sikap berlebih-lebihan itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu majah dari Ibnu Abbas radhiyAllahu ‘anhu).

Dan,

أولئك إذا مات فيهم الرجل الصالح، أو العبد الصالح بنوا على قبره مسجدا، وصوروا فيه تلك الصور، أولئك شرار الخلق عند الله.”

”Mereka itu, apabila ada orang yang shalih atau hamba yang shalih meninggal, mereka membangun di atas kuburannya sebuah masjid (tempat ibadah), dan mereka membuat di dalamnya patung-patung, dan merekalah sejelek-jelek makhluk di sisi Allah”.

Juga,

“عَنْ عُبَيْدِاللهِ بْنِ عَبْدِاللهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ سَمِعَ عُمَرَ رَضِي اللهُ عَنْهُمْ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ ”

Dari ‘Ubaidillah bin Abdillah dari Ibnu ‘Abbas, ia mendengar ‘Umar radhiyAllahu ‘anhu berkata di atas mimbar : Aku mendengar Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memujiku seperti orang-orang Nasrani berlebih-lebihan dalam memuji putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba Allah, maka katakanlah ‘Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya” (HR. Al-Bukhari).

Semoga bermanfaat. (aus) []

Tags