Kuliah Aqidah, KAJIAN — Fri 2 Rabi Al Awwal 1443AH 8-10-2021AD at 12:03

Nostalgia Penghuni Surga, Nostalgia Ternikmat Yang Pernah Ada

by
Nostalgia Penghuni Surga, Nostalgia Ternikmat Yang Pernah Ada

 

Ketika kita berada di sebuah acara reuni atau perkumpulan jumpa kembali bersama-sama dengan kawan lama, sungguh hal tersebut begitu nikmat. Bagaimana mereka bisa saling tertawa, bercerita. Nostalgia, selalu terlihat menarik dan menyenangkan. Namun, sesungguhnya tiada nikmat nostalgia yang lebih nikmat dibandingkan dengan nostalgia para penghuni surga.

 

Dari semua nostalgia yang pernah ada dan akan ada, tak ada nostalgia yang lebih indah dari nostalgia penghuni surga. Saat mereka telah bergelimang dengan kenikmatan, telah sirna penderitaan dan kesusahan, maka bernostalgia menjadi tambahan hiburan bagi mereka.

Ibnul Qayyim dalam sebuah bukunya yang fenomenal Haadil Arwah ila Bilaadil Afrah memberi judul pada bab yang ke 59 dengan kalimat, “Fii Ziyaarati Ahlil Jannah ba’dhuhum ba’dha wa tadzaakurihim ma kaana bainahum fid dunya”, yakni bab tentang penghuni surga yang saling mengunjungi satu sama lain, dan bernostalgia terhadap kenangan yang pernah mereka alami di dunia.

Ia berdalil dengan mengutip sebuah firman Allah Ta’ala:

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ. قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ

“Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman…” (QS. Ash Shaffat: 50-51).

Subhanallah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda tentang sebuah pasar di surga.

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً

“Sungguh di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik.’” (HR. Muslim no. 7324).

Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah menjelaskan tentang hadits di atas:

إن سوق الجنة هو مكان اللقاء للمؤمنين بعضهم لبعض؛ لازدياد النعيم بما يجدونه من لذة وسؤدد ، وتحدث بعضهم لبعض؛ وتذاكرهم بما كان في الدار الدنيا وما آلوا إليه في الدار الآخرة؛ ويتجدد هذا اللقاء كل جمعة كما جاء في الحديث؛ لرؤية بعضهم لبعض وأنس بعضهم ببعض

“Pasar di surga adalah tempar bertemunya kaum muslimin satu sama lain supaya bertambah kenikmatan. Merasakan kelezatan saling berbincang-bincang. Dan saling mengenang apa yang terjadi di dunia dan membicarakan apa yang mereka dapatkan di akhirat. Mereka bertemu setiap Jumat sebagaimana pada hadits, agar mereka bisa saling berjumpa satu sama lain.” [Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah 54/214].

Demikianlah ahli surga, sebagaimana jika kita bertemu dengan kawan lama dan berkumpul (reuni) maka sangat terasa nikmat dan bahgia jika kita mengenang masa-masa lalu yang indah, misalnya masa-masa ketika merintis dakwah, masa-masa ketika belajar bersama dan menjalani kehidupan bersama.

 


Sumber : https://www.panjimas.com/kajian/2016/03/20/nostalgia/