Internasional, NEWS — Fri 27 Rabi Al Awwal 1439AH 15-12-2017AD at 20:04

Negara Kafirin Prancis Melarang Para Muslimah untuk Berhijab Meskipun Hanya Mengantar Anaknya Bersekolah!

by
Negara Kafirin Prancis Melarang Para Muslimah untuk Berhijab Meskipun Hanya Mengantar Anaknya Bersekolah!

Negara kafir Prancis kembali berlakukan hukum yang melarang dan mendiskriminasikan para muslimah taat yang berhijab di tempat umum guna mengantar putra-putrinya bersekolah…

PRANCIS (Islamkafah.com) — Rezim kafir Prancis dikonfirmasi telah melakukan tindakan yang menuai kecaman pasca larangan untuk ibu-ibu muslimah yang mengenakan hijab untuk mengantar anak-anaknya bersekolah. Larangan ini telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan rezim kafir Prancis pada hari Ahad (10/12) yang lalu.

Jean-Michel Blanquer, Menteri kafirin tersebut mengungkapkan bahwa setiap orang tua dilarang keras untuk berpakaian mencolak yang menggambarkan sebuah Agama, seperti wanita yang mengenakan hijab sebagai simbol Islam. Hal ini karena, menurutnya setiap muslimah yang mengantar anak-anaknya adalah seorang ‘pekerja layanan masyarakat’ yang mempunyai kewajiban untuk menyesuaikan diri dengan kode sosial yang ada di negeri kafir tersebut.

“Saya menghormati hukum Prancis dan bukan kewenangan saya untuk membuat pernyataan tentang masalah ini. Tapi kita harus bermain sesuai peraturan, dan aturan harus dipatuhi semua orang,” Ujarnya dengan angkuh.

Seperti dilansir Islampos.com dalam rilisannya pada (13/12) yang lalu menerangkan bahwa sesungguhnya masalah penistaan dan dikriminasi jilbab bukanlah kali pertama menjadi polemik di negara kafir tersebut. Hal ini dikarenakan, pada Desember 2013 yang lalu, Dewan Negara bagian Pengadilan Admisnistrasi Prancis memutuskan bahwa para orang tua yang mengantar maupun menjemput putra-putrinya di sekolahan tidaklah bisa dianggap sebagai “pekerja layanan masyarakat sukarela”, yakni karena mereka tidaklah mempunyai syarat yang terpenuhi untuk dicap sebagai pernyataan terkait.

Namun, mirisnya karena semakin rusaknya pemikiran manusia terutama pemikiran orang kafir, membuat undang-undang kafir tersebut kembali ditentang diberlakukan undang-undang yang mendiskriminasi para muslimah. (aus) []